Sri Mulyani Revisi Target Pertumbuhan Ekonomi 2021 Jadi 3,7-4,5 Persen.

Kompas.com - 07/07/2021, 14:49 WIB
Menteri Keuangan  Sri Mulyani Indrawati di Jakarta, Rabu (5/2/2020). KOMPAS.COM/MUTIA FAUZIAMenteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati di Jakarta, Rabu (5/2/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati merevisi target pertumbuhan ekonomi sepanjang 2021 menjadi di kisaran 3,7 persen sampai 4,5 persen. Proyeksi ini turun dari semula yang berada di kisaran 4,3 persen hingga 5,3 persen.

Ia mengatakan, proyeksi pertumbuhan ekonomi yang menurun itu dipengaruhi adanya penerapan PPKM Darurat Jawa-Bali guna menekan lonjakan penularan Covid-19.

"Overall growth (secara keseluruhan pertumbuhan ekonomi) 2021 ada di 3,7 persen-4,5 persen, karena pada kuartal I-2021 tumbuhnya minus 0,7 persen," ungkapnya dalam webinar Mid Year Economic Outlook, Rabu (7/7/2021).

Baca juga: Ada PPKM Darurat, Pemerintah Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi 2021 Hanya 3,7 Persen

Sri Mulyani mengatakan, laju pertumbuhan ekonomi akan sangat dipengaruhi oleh skenario penerapan PPKM Darurat. Hal itu yakni seberapa dalam mobilitas masyarakat harus ditekan untuk mengurangi penyebaran virus dan seberapa lama PPKM Darurat dilaksanakan.

Ia bilang, saat ini sudah memiliki perhitungan dalam skenario moderat dan berat. Pada skenario moderat, jika kasus Covid-19 terkendali pada akhir Juli disertai dengan pelaksanaan PPKM Darurat, maka mobilitas masyakarat bisa mulai kembali normal secara bertahap pada awal Agustus.

Seiring dengan pemulihan mobilitas masyakarat maka aktivitas ekonomi akan pulih secara gradual mulai pertengahan Agustus. Maka, proyeksi pertumbuhan ekonomi kuartal III dan IV bisa di kisaran 5,4 persen-5,9 persen.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Maka kita berharap pertumbuhan di kuartal III masih bisa bertahan di atas 5 persen dan kemudian menguat kembali pada kuartal IV,” kata dia.

Sementara pada kenario berat, jika penyebaran Covid-19 terus memuncak hingga minggu ke-2 Juli dengan mengharuskan penurunan mobilitas masyarakat sebesar 50 persen, maka relaksasi PPKM Darurat diperkirakan baru akan dilakukan pada minggu ke-3 Agustus.

Dengan demikian, laju pemulihan aktivitas ekonomi realtif lebih lambat yakni terjadi secara gradual mulai September. Maka proyeksi pertumbuhan ekonomi kuartal III dan IV bisa di kisaran 4 persen-4,6 persen.

"Jadi seberapa dalam mobilitas harus di tekan dan seberapa lama pengetatan itu terjadi, ini akan sangat menentukan," ungkapnya.

Di sisi lain, Sri Mulyani memproyeksikan pertumbuhan ekonomi di semester I-2021 akan berada di kisaran 3,1 persen-3,3 persen. Terdiri dari pertumbuhan di kuartal I-2021 yang minus 0,7 persen dan kuartal II-2021 diproyeksi bisa mencapai 7 persen.

“Hal ini menggambarkan Covid-19 terus akan menjadi faktor yang menentukan dinamika perkembangan ekonomi di suatu negara. Sehingga tergantung dari bagaimana eskalasi dan kemudian penanganannya pandemi Covid-19,”ujar dia.

Baca juga: Tahun 2021, Ekonomi Indonesia Diproyeksi Hanya Tumbuh 4,7 Persen



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.