Suntik 12 BUMN, Erick Thohir Minta Dana PMN Rp 72,44 Triliun

Kompas.com - 08/07/2021, 16:36 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mengusulkan penyertaan modal negara (PMN) di 2022 sebesar Rp 72,44 truliun. PMN itu rencanannya untuk menyuntik 12 BUMN guna menggarap penugasan maupun restrukturisasi akibat pandemi Covid-19.

Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan, pada usulan anggaran PMN 2022 sebanyak 80 persen akan diberikan ke perusahaan pelat merah yang menggarap proyek pemerintah, sementara 6,9 persen akan diberikan untuk keperluan restrukturisasi.

"Jadi kalau dikumulatifkan sebanyak 87 persen itu adalah hal-hal yang tidak bisa terelakkan. Jadi ini totalnya (PMN 2022) Rp 72,449 triliun," ujarnya dalam rapat kerja bersama Komisi VI DPR RI, Kamis (8/7/2021).

Baca juga: Jamin Ketersediaan Oksigen, Erick Thohir Kerahkan BUMN-BUMN Ini

Adapun BUMN yang menerima suntikan PMN paling besar, beberapa diantaranya yakni PT Hutama Karya sebesar Rp 31,35 triliun, PT Aviasi Pariwisata Indonesia Rp 9,31 triliun, dan PT PLN sebesar Rp 8,23 trilun.

Erick bilang, penghitungan nilai PMN di 2022 ini masih dibahas lebih lanjut dengan Kementerian Keuangan. Namun, menurutnya progres pembahasan penghitungan anggaran PMN sudah mencapai sekitar 90 persen.

Ia pun berharap agar Komisi VI dapat dapat memberikan dukungan dengan menyetujui usulan anggaran PMN untuk 12 BUMN tersebut. Erick jugamemastikan, akan mendukung dan mendorong perusahaan pelat merah bisa memberikan dividen ke negara meski di tengah tantangan pandemi Covid-19.

“Kami tetap memberanikan diri minta dukungan anggotan dewan agar (usulan) angka ini dapat menjadi support dan kami tetap kerja keras dan sosialisasi dengan Kemenkeu untuk memastikan angka PMN ini," ungkap Erick.

Baca juga: Erick Thohir Minta BUMN Farmasi Segera Edarkan Ivermectin ke Pasar

Secara rinci berikut daftar 12 BUMN yang akan mendapat suntikan PMN di 2022:

1. PT Hutama Karya sebesar Rp 31,35 triliun untuk penugasan pembangunan jalan tol Trans Sumatera.

2. PT Aviasi Pariwisata Indonesia sebesar Rp 9,31 triliun untuk penguatan permodalan dalam rangka restrukturisasi, pengembangan infrastruktur pariwisata dan infrastruktur aviasi, serta lahan dan penyelesaian proyek Kawasan Ekonomi Khusus (KEK)

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.