BUMN Disuntik APBN Rp 106 Triliun, Hutama Karya Dapat Paling Banyak

Kompas.com - 15/07/2021, 09:02 WIB
Gedung Kementerian BUMN, komisaris BUMN Dokumentasi Kementerian BUMNGedung Kementerian BUMN, komisaris BUMN

JAKARTA, KOMPAS.com - Komisi VI DPR RI telah menyetujui suntikan uang APBN sebesar Rp 106 triliun untuk sejumlah perusahaan negara sesuai dengan usulan Menteri BUMN Erick Thohir.

Pemberian uang rakyat tersebut dilakukan lewat skema Penyertaan Modal Negara (PMN). Rinciannya Rp 72,449 triliun direalisasikan di APBN 2022, sisanya Rp 33,9 triliun sebagai tambahan PMN di APBN tahun ini.

Selain PMN tunai, DPR juga menyetujui PMN non-tunai sebesar Rp 3,4 triliun, yakni melalui konversi RDI/SLA dan eks BPPN.

Dari suntikan uang APBN 2021 dan APBN 2022 itu, BUMN karya PT Hutama Karya (Persero) mendapatkan alokasi PMN terbanyak.

Baca juga: Sah, Rp 106 Triliun Uang Rakyat untuk Suntik BUMN

Seperti diketahui, Hutama Karya telah mendapatkan PMN sekitar Rp 6 triliun pada awal 2021. Kemudian, Hutama Karya kembali mendapatkan PMN tambahan di paruh kedua tahun 2021 sebesar 19 triliun.

Artinya sepanjang tahun 2021, Hutama Karya mendapatkan suntikan uang negara sebesar Rp 25 triliun.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Berikutnya di tahun 2022, Hutama Karya juga akan kembali mendapatkan PMN. DPR sudah menyetujui suntikan uang rakyat untuk Hutama Karya sebesar Rp 31,35 triliun pada APBN 2022.

Sehingga apabila ditotal realisasi PMN 2021 dan rencana PMN di tahun selanjutnya, Hutama Karya mendapatkan tambahan modal dari dana APBN sebesar Rp 56 triliun.

Baca juga: Berapa Jumlah BUMN di China dan Mengapa Mereka Begitu Perkasa?

"Komisi VI DPR RI menyetujui Penyertaan Modal Negara Tunai Tahun Anggaran 2022 sebesar Rp 72,449 triliun serta konversi RDI/SLA dan eks BPPN sebesar Rp 3,4 triliun menjadi Penyertaan Modal Negara Non Tunai Tahun Anggaran 2022 untuk menjadi usulan dalam RAPBN Tahun Anggaran 2022," ujar Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Aria Bima dilansir dari Antara, Kamis (15/7/2021).

"Mengenai pembahasan lebih lanjut akan dilakukan pada Masa Sidang setelah Nota Keuangan Tahun Anggaran 2022 disampaikan oleh Presiden RI pada Rapat Paripurna," kata dia lagi.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Sumber Antara
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.