Sering Digigit, Apakah Medali Emas Olimpiade Berbahan Emas Murni?

Kompas.com - 30/07/2021, 11:33 WIB
Ganda putra Indonesia, Hendra Setiawan (kiri) dan Markis Kido (kanan), ketika meraih medali emas Olimpiade Beijing 2008. AFP/ GOH CHAI HINGanda putra Indonesia, Hendra Setiawan (kiri) dan Markis Kido (kanan), ketika meraih medali emas Olimpiade Beijing 2008.

JAKARTA, KOMPAS.com - Saat seorang atlet pemenang memegang dan menggigit medali emas Olimpiade bisa dibilang adalah pemandangan yang sangat lazim. Pose menggigit emas di atas podium seolah jadi tradisi mengakar.

Medali emas Olimpiade memang menjadi buruan setiap atlet, termasuk di ajang Olimpiade Tokyo 2020 yang tengah berlangsung. Mencapai puncak podium dan meraih gelar untuk disebut juara, menjadi momen emas bagi setiap atlet.

Lalu apakah emas bagi sang juara Olimpiade dibuat dari emas murni?

Dikutip dari Eurosport, Jumat (30/7/2021), medali emas dalam gelaran Olimpiade tidak dibuat dari emas murni atau emas 24 karat. Kadar emas di dalamnya bahkan jauh lebih kecil dibandingkan kandungan logam perak.

Baca juga: Alasan Bisnis di Balik Pemilihan Nama Olimpiade Tokyo 2020, Bukan 2021

Komite Olimpiade Internasional (IOC) sendiri memiliki standar resmi dalam pembuatan medali emas yang diberikan untuk para atlet yang meraih podium teratas di Olimpiade.

Menurut standar resmi IOC, medali emas setidaknya mengandung minimal 6 gram emas dan setidaknya 92,5 persen berupa perak. Emas murni dipakai terutama sebagai bahan pelapis perak bagian luar.

Sementara untuk medali juara kedua atau medali perak, seluruhnya dibuat dari perak atau kandungan peraknya 100 persen.

Sedangkan untuk medali perunggu, standarnya adalah kuningan merah yang terdiri dari 95 persen tembaga dan 5 persen seng.

Baca juga: Cara Mengetahui Kandungan Kemurnian Emas dari Jumlah Karatnya

Medali emas Olimpiade Tokyo 2020 memiliki berat sekitar 556 gram, perak seberat 550 gram, dan perunggu seberat 450 gram.

Harga medali emas Olimpiade

Sementara itu dilansir dari WTSP, jika mengacu pada harga logam mulia, harga medali emas Olimpiade adalah sebesar 810 dollar AS atau sekitar Rp 11,71 juta (kurs Rp 14.600).

Harga emas Olimpiade ini didasarkan atas perhitungan harga emas terbaru sebesar 1.831 dollar AS per ons, dan perak seharga 25,78 dollar AS per ons.

Dengan begitu, jika dihitung dari harga kandungan logam mulia, harga medali emas Olimpiade masih lebih murah dibandingkan jam tangan Rolex termurah atau MacBook Pro.

Baca juga: Sering Salah Kaprah, Ini Perbedaan Intan dan Berlian

Namun demikian, harga medali emas Olimpiade tentu bisa saja lebih mahal apabila dinilai selain dari nilai intrinsiknya. Terutama apabila dijual kepada kolektor. 

Nilai medali emas jauh lebih kecil dibandingkan hadiah uang tunai yang didapatkan atlet. Komite Olimpiade menyediakan hadiah uang tunai sebesar 37.500 dollar AS untuk setiap medali emas.

Sementara atlet yang merai medali perak berhak mendapatkan hadiah uang tunai sebesar 22.500 dollar AS, dan peraih perunggu sebesar 15.000 dollar AS.

Jumlah itu merupakan hadiah yang diraih atlet dari IOC. Atlet masih bisa mendapatkan bonus dari negara pengirim yang nilainya bisa jauh lebih besar.

Baca juga: Apa Itu Emas UBS?

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sudah Adakah Minyak Goreng Rp 14.000 Per Liter di Pasar Tradisional? Pedagang: Belum Ada Nih!

Sudah Adakah Minyak Goreng Rp 14.000 Per Liter di Pasar Tradisional? Pedagang: Belum Ada Nih!

Whats New
Kata Direktur DJKN soal Anak Buahnya yang Palsukan Surat Aset Jaminan BLBI

Kata Direktur DJKN soal Anak Buahnya yang Palsukan Surat Aset Jaminan BLBI

Whats New
Kolaborasi Bank Aladin Syariah dan Google Percepat Inklusi Keuangan di Indonesia

Kolaborasi Bank Aladin Syariah dan Google Percepat Inklusi Keuangan di Indonesia

Whats New
IHSG Ditutup Menguat ke Level 6.600, AMRT, INDY, dan EMTK Pimpin Kenaikan

IHSG Ditutup Menguat ke Level 6.600, AMRT, INDY, dan EMTK Pimpin Kenaikan

Whats New
PLN Punya Utang Rp 430 Triliun

PLN Punya Utang Rp 430 Triliun

Whats New
IKN Pindah, Aset Negara di Jakarta Senilai Rp 300 Triliun akan Disewakan

IKN Pindah, Aset Negara di Jakarta Senilai Rp 300 Triliun akan Disewakan

Whats New
Lagi Jadi Tren, Ini 6 Keuntungan Memakai Rekening Online

Lagi Jadi Tren, Ini 6 Keuntungan Memakai Rekening Online

Spend Smart
Jubir Luhut: Kewarganegaraan Berubah, Ekstradisi Buronan RI di Singapura Tetap Jalan

Jubir Luhut: Kewarganegaraan Berubah, Ekstradisi Buronan RI di Singapura Tetap Jalan

Whats New
Setelah Digital Banking, Siap-siap Metaverse Banking

Setelah Digital Banking, Siap-siap Metaverse Banking

Whats New
Satgas BLBI Akui Ada Aset Pengemplang yang Balik Lagi ke Pemilik Lama

Satgas BLBI Akui Ada Aset Pengemplang yang Balik Lagi ke Pemilik Lama

Whats New
Ada Perjanjian Ekstradisi RI-Singapura, Makin Mudah Kejar Pengemplang BLBI?

Ada Perjanjian Ekstradisi RI-Singapura, Makin Mudah Kejar Pengemplang BLBI?

Whats New
BNI Bakal Sulap Bank Mayora Jadi Bank Digital UMKM

BNI Bakal Sulap Bank Mayora Jadi Bank Digital UMKM

Whats New
Kesepakatan FIR RI-Singapura Dipertanyakan, Ini Kata Jubir Luhut

Kesepakatan FIR RI-Singapura Dipertanyakan, Ini Kata Jubir Luhut

Whats New
Soal Kesepakatan FIR dengan Singapura, Apa Saja Manfaatnya bagi Indonesia?

Soal Kesepakatan FIR dengan Singapura, Apa Saja Manfaatnya bagi Indonesia?

Whats New
Selain Gaji Pokok, Ini Tunjangan Lurah dan Camat di Jakarta Per Bulan

Selain Gaji Pokok, Ini Tunjangan Lurah dan Camat di Jakarta Per Bulan

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.