Luhut Minta Pasien Covid-19 Lakukan Isolasi Terpusat, Ini Alasannya

Kompas.com - 03/08/2021, 05:02 WIB
Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan mengikuti rapat kerja dengan Badan Anggaran DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (14/6/2021). Rapat tersebut membahas Rencana Kerja Anggaran Kementerian/Lembaga (RKA K/L) dalam RAPBN Tahun Anggaran 2022 dan rencana kerja Kementerian/Lembaga (K/L) tahun 2022. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/foc.
Aprillio AkbarMenko Marves Luhut Binsar Pandjaitan mengikuti rapat kerja dengan Badan Anggaran DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (14/6/2021). Rapat tersebut membahas Rencana Kerja Anggaran Kementerian/Lembaga (RKA K/L) dalam RAPBN Tahun Anggaran 2022 dan rencana kerja Kementerian/Lembaga (K/L) tahun 2022. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/foc.

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan meminta, masyarakat yang terpapar Covid-19 melakukan isolasi terpusat, ketimbang isolasi mandiri. Hal ini guna menekan tingkat kematian akibat Covid-19.

Luhut mengatakan, selama penerapan masa PPKM selama sepekan terakhir, terdapat sejumlah kabupaten/kota yang kembali menjadi kategori Level 4.

Kondisi itu bukan karena tingkat kasus harian yang melonjak tinggi, melainkan lebih kepada peningkatan kasus kematian.

"Ada beberapa daerah yang memang dibutuhkan perhatian khusus karena masih tingginya jumlah kasus terkonfirmasi, positivity rate dan juga jumlah kematian warganya seperti Bali, Malang Raya, DIY, dan Solo Raya," ungkapnya dalam konferensi pers virtual, Senin (2/8/2021) malam.

Baca juga: PPKM Diperpanjang Sampai Tanggal Berapa? Ini Informasi Terbarunya

Menurut dia, tingkat kasus kematian yang tinggi itu dikarenakan masih banyaknya masyarakat yang melakukan isolasi mandiri, sehingga telat dilakukan perawatan intensif di rumah sakit yang akibatnya menyebabkan kematian karena saturasi oksigen mereka rata-rata di bawah 90.

Oleh sebab itu, pemerintah mendorong penambahan pembukaan isolasi terpusat di wilayah-wialayah yang menjadi perhatian khusus.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kemudian juga mendorong peran TNI-Polri dan pemerintah daerah (pemda) untuk terlibat aktif dengan melakukan 3T yakni testing (pemeriksaan), tracing (pelacakan), dan treatment (pengobatan).

Selain itu, turut terlibat dalam penjemputan kepada masyarakat yang sedang melakukan isolasi mandiri agar tidak terjadi keadaan yang tidak diinginkan karena kondisi kesehatan yang semakin memburuk.

Baca juga: Pemerintah Perpanjang PPKM Level 4 di 21 Provinsi Luar Jawa-Bali

"Terkait angka kematian yang tinggi, pemerintah melakukan berbagai intervensi untuk menurunkan angka kematian. Misalnya kami bentuk satgas untuk menjemput yang positif dari rumah dan di bawa ke isolasi terpusat," jelas Luhut.

Ia memastikan, pada fasilitas isolasi terpusat sudah dilengkapi dengan adanya dokter, perawat, oksigen, obat-obatan, dan konsumsi pasien yang disediakan secara gratis. Khusus di Jawa-Bali saja pemerintah telah menyediakan 49.000 tempat tidur. bagi pasien Covid-19.

Oleh sebab itu, sejalan dengan penyediaan isolasi terpusat, pemerintah akan meningkatkan 3T guna bisa segera mengambil tindakan sedini mungkin jika ditemukan orang yang terpapar virus corona.

Baca juga: Luhut: Positivity Rate Covid-19 Varian Delta Turun hingga 50 Persen

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.