Kompas.com - 07/08/2021, 11:00 WIB
Salah seorang penerima bantuan sosial tunai (BST) Kementerian Sosial (Kemensos). Dok. Febri - Renjana PicturesSalah seorang penerima bantuan sosial tunai (BST) Kementerian Sosial (Kemensos).

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah menyediakan laman khusus bagi masyarakat yang menemukan adanya permasalahan dalam penyaluran bantuan sosial (bansos).

Salah satu permasalahan yang kerap yang ditemui masyarakat, yakni kasus bansos tunai dipotong seperti yang terjadi di Depok, Jawa Barat.

Padahal Kementerian Sosial telah menegaskan bahwa bantuan yang diberikan pemerintah tak boleh dipotong dengan alasan apapun juga.

Baca juga: Cek Bansos Kartu Sembako, PKH, dan BST di cekbansos.kemensos.go.id

Lantas, bagaimana cara melaporkan jika menemukan adanya permasalahan dalam penyaluran bansos?

  1. Buka laman https://www.lapor.go.id/instansi/kementerian-sosial
  2. Pilih satu dari tiga tipe pelaporan yang tersedia. Bisa pengaduan, aspirasi, atau permintaan informasi
  3. Kemudian, perhatikan cara menyampaikan pengaduan yang baik dan benar sebelum mengisi laporan
  4. Tuliskan judul laporan Anda untuk Kementerian Sosial. Judul laporan merupakan kesimpulan dari suatu permasalahan, inti dari suatu laporan yang disampaikan.
  5. Berikutnya, tulis isi laporan dengan menceritakan kronologi kejadian yang ingin dikeluhkan
  6. Sertakan juga data diri Anda berupa nama dan NIK serta keterangan lainnya seperti nomor KIP/BPJS/KKS/PKH/KPS.
  7. Pilih tanggal dan lokasi kejadian
  8. Lalu pilih kategori laporan
  9. Apabila diperlukan, unggah juga lampiran sebagai pendukung laporan yang berupa gambar, dokumen dan video maksimal 2 MB
  10. Sebelum mengakhiri laporan, bisa memilih sebagai "Anonim" atau "Rahasia"
  11. Klik tombol warna merah bertuliskan "LAPOR!".

Baca juga: Ini Ragam Bansos yang Bisa Anda Dapat Selama PPKM Level 4

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Bansos Tunai Dipotong di Depok

Dugaan pungutan liar (pungli) saat pencairan dana bantuan sosial tunai (BST) kembali dilaporkan oleh seorang warga di Depok, Jawa Barat.

Pengakuan itu berasal dari Dodi, warga Kelurahan Curug, Cimanggis. Kepada wartawan, ia mengaku bahwa BST-nya yang sebesar Rp 600.000 terancam dipotong lebih dari separuhnya.

Pemotongan itu dilakukan dengan dalih donasi. Cerita berawal waktu Dodi mengambil surat undangan guna menebus BST ke ketua RT setempat.

"Pas saya ambil surat undangannya, beliau ngomong sama saya, mau disumbangin ke yang belum dapat," kata Dodi melalui video yang diterima Kompas.com, Rabu (4/8/2021).

"Katanya, 'Ini lu dapat Rp 600.000 nih, nanti kasih ke gua 400.000 buat bagiin ke yang belum dapat'. Yang lain juga diminta Rp 200.000," ujar dia. Dodi menolaknya. Ia merasa potongan itu besar sekali. Tak dinyana, ia malah didamprat balik.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.