Peter Gontha Kembali Ingin Mundur dari Komisaris Garuda Indonesia, Ada Apa?

Kompas.com - 09/08/2021, 19:15 WIB
Peter Frans Gontha di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Senin (25/3/2019) Kompas.com/YOGA SUKMANAPeter Frans Gontha di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Senin (25/3/2019)

JAKARTA, KOMPAS.com - Peter F Gontha mengungkapkan bakal berhenti dari jabatannya sebagai Komisaris PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk.

Kendati demikian, Peter enggan menjelaskan alasan dirinya berhenti dari posisi petinggi maskapai pelat merah itu.

"Sudah waktunya diambil alih yang lebih mengerti," ujar Peter kepada Kompas.com, Senin (9/8/2021).

Baca juga: Serikat Karyawan Garuda Indonesia Minta Syarat Tes PCR Bagi Penumpang Diganti Jadi Antigen

Saat disinggung penyebab dirinya mundur dari posisi komisaris lantaran ada masalah internal, Peter enggan menjawab secara jelas.

Dirinya hanya membalas dengan emoji tersenyum yang mengenakan kacamata hitam, atau dalam bahasa sehari-hari diartinya sebagai 'stay cool' atau 'keren'.

"Emoticon yang berbicara," jawabnya singkat.

Kabar mundurnya Peter dari komisaris Garuda Indonesia bermula dari akun Instagram resminya @petergontha yang memposting sebuah foto dirinya sedang bersama anggota dewan komisaris lainnya.

Dalam caption ia menulis bahwa komisaris yang berada di tengah pada foto tersebut, yang tak lain adalah dirinya, akan behenti atau diganti atau diberhentikan.

"Foto ini saya terima dari Pak Triawan Munaf. Lima anggota Dewan Komisaris Garuda Indonesia. Yang pasti yang tengah tanggal 14 Agustus akan berhenti/diganti/diberhentikan karena sudah minta berhenti Januari lalu. Terima kasih atas kepercayaannya selama ini," ungkapnya dalam akun Instagram seperti dikutip Kompas.com, Senin (9/8/2021).

Garuda Indonesia sendiri memang akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada 13 Agustus 2021 mendatang. RUPS tersebut terdiri dari 7 agenda yang salah satunya adalah perubahan pengurus perseroan.

Baca juga: Digugat PKPU oleh My Indo Airlines, Ini Respons Bos Garuda Indonesia

Seperti diketahui, Peter merupakan salah satu komisaris yang bersuara terkait permasalahan yang terjadi di Garuda Indonesia.

Beberapa waktu lalu, ketika perusahaan mengalami kondisi keuangan yang kritis, ia melayangkan surat ke pihak direksi untuk menangguhkan gaji dewan komisaris.

Dalam surat itu, selain memahami kondisi keuangan Garuda Indonesia, ia juga menyebut alasan lainnya karena minimnya keterlibatan komisaris.

Peter bilang, keputusan yang diambil Kementerian BUMN secara sepihak tanpa koordinasi dan melibatkan dewan komisaris, saran komisaris yang tidak diperlukan, serta aktivitas komisaris yang hanya 5-6 jam per minggu.

"Maka kami mohon, demi sedikit meringankan beban perusahaan, untuk segera, mulai bulan Mei 2021, yang memang pembayarannya ditangguhkan, memberhentikan pembayaran honorarium bulanan kami sampai rapat pemegang saham mendatang," tulisnya dalam surat tertanggal Rabu (2/6/2021).

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Qoala Plus Targetkan Pertumbuhan Pemasaran 5 Kali Lipat di Tahun 2022

Qoala Plus Targetkan Pertumbuhan Pemasaran 5 Kali Lipat di Tahun 2022

Rilis
Rupiah dan IHSG Ditutup Melemah di Sesi II, Asing Lepas BBNI, BBCA dan ANTM

Rupiah dan IHSG Ditutup Melemah di Sesi II, Asing Lepas BBNI, BBCA dan ANTM

Whats New
54 Persen Dana Pindah Ibu Kota Pakai APBN, Sri Mulyani: Sebetulnya Enggak Ada...

54 Persen Dana Pindah Ibu Kota Pakai APBN, Sri Mulyani: Sebetulnya Enggak Ada...

Whats New
Gelar 2.2 COD Sale, Shopee Berikan Beragam Promo Menarik

Gelar 2.2 COD Sale, Shopee Berikan Beragam Promo Menarik

Whats New
Mau Daftar Shopee Seller Center dengan Mudah? Begini Caranya

Mau Daftar Shopee Seller Center dengan Mudah? Begini Caranya

Whats New
Bangun Ibu Kota Baru 'Nusantara', Pemerintah Janji Hindari Utang Jangka Panjang

Bangun Ibu Kota Baru "Nusantara", Pemerintah Janji Hindari Utang Jangka Panjang

Whats New
Ini Skema Pendanaan Pembangunan Ibu Kota Negara di Kalimantan Timur

Ini Skema Pendanaan Pembangunan Ibu Kota Negara di Kalimantan Timur

Whats New
Tingkatkan Nilai Tambah, Gojek Terintegrasi dengan KRL Commuter Line

Tingkatkan Nilai Tambah, Gojek Terintegrasi dengan KRL Commuter Line

Whats New
Belanja di Indomaret Pakai GoPay Ada Cashback 60 Persen, Ini Caranya

Belanja di Indomaret Pakai GoPay Ada Cashback 60 Persen, Ini Caranya

Spend Smart
Bukan Foto KTP, Ini 3 Syarat agar NFT Laku Terjual di Pasar Digital

Bukan Foto KTP, Ini 3 Syarat agar NFT Laku Terjual di Pasar Digital

Earn Smart
Gelar Sidang Paripurna, DPR RI Setujui RUU IKN Jadi Undang-Undang

Gelar Sidang Paripurna, DPR RI Setujui RUU IKN Jadi Undang-Undang

Whats New
Fitur Kredit Bakal Segera Tersedia di Aplikasi Neobank

Fitur Kredit Bakal Segera Tersedia di Aplikasi Neobank

Whats New
Tips Magang Bagi Mahasiswa agar Tak Sekadar Jadi Tukang Fotokopi dan Digaji Minim

Tips Magang Bagi Mahasiswa agar Tak Sekadar Jadi Tukang Fotokopi dan Digaji Minim

Whats New
Pesan Blue Bird di Mobile Banking BCA Bisa Dapat Diskon, Ini Caranya

Pesan Blue Bird di Mobile Banking BCA Bisa Dapat Diskon, Ini Caranya

Spend Smart
IHSG Turun 1,4 Persen di Sesi I, Investor Asing Lepas Saham BBNI, ANTM, dan BBCA

IHSG Turun 1,4 Persen di Sesi I, Investor Asing Lepas Saham BBNI, ANTM, dan BBCA

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.