Jokowi: Inflasi Rendah Bisa Saja Mengindikasikan Turunnya Daya Beli

Kompas.com - 25/08/2021, 11:09 WIB
Presiden Joko Widodo saat mengumumkan perpanjangan PPKM dengan sejumlah daerah yang kini turun level hingga 30 Agustus 2021, Senin (23/8/2021). YouTube/Sekretariat PresidenPresiden Joko Widodo saat mengumumkan perpanjangan PPKM dengan sejumlah daerah yang kini turun level hingga 30 Agustus 2021, Senin (23/8/2021).

JAKARTA, KOMPAS.com - Inflasi indeks harga konsumen (IHK) tercatat relatif terjaga hingga Juli 2021. Tercatat sampai dengan Juli 2021, indlasi tahun kalender terjaga di level 0,81 persen dan inflasi tahunan sebesar 1,52 persen.

Namun demikian, Presiden Joko Widodo mengatakan, realisasi tersebut belum pasti menandakan kondisi perekonomian yang baik. Pasalnya, selain pasokan komoditas yang terjaga, inflasi rendah juga bisa karena turunnya daya beli masyarakat.

"Angka inflasi jauh di bawah target inflasi 2021 yaitu 3 persen. Tetapi kita juga tahu bahwa inflasi yang rendah juga bisa bukan hal yang menggemberikan, karena bisa saja ini mengindikasikan turunnya daya beli masyarakat akibat pembatasan aktivitas dan mobilitas," tuturnya dalam Rakornas Pengendalian Inflasi 2021, Rabu (25/8/2021).

Baca juga: BI Kembali Pertahankan Suku Bunga Acuan di Level 3,50 Persen

Karenanya Jokowi menekankan agar perumusan kebijakan pembatasan dilakukan secara hati-hati guna menyeimbangkan daya beli dan juga kesehatan masyarakat di tengah pandemi.

"Kita wajib bersyukur, meskipun kita masih menghadapi ketidakpastian, perekonomian negara kita semakin membaik. Tetapi, tetap kita harus menjaga kewaspadaan," ujar Jokowi.

Sementara itu, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menyebutkan, daya beli masyarakat yang belum kuat menjadi salah satu faktor inflasi masih terjaga di level rendah.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Indeks Harga: Definisi, Jenis, Tujuan, dan Perhitungannya

"Sampai dengan Juli 2021 inflasi terjaga rendah di hampir seluruh daerah, dan secara nasional tercatat 1,52 persen yoy. Sejalan dengan terjaganya ekspektasi inflasi dan nilai tukar rupiah, belum kuatnya permintaan, serta ketersediaan pasokan," ucapnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.