4 Perusahaan Sudah Lolos dari Sanksi Larangan Ekspor Batu Bara

Kompas.com - 30/08/2021, 11:46 WIB
Ilustrasi tambang. KOMPAS/ALIF ICHWANIlustrasi tambang.

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) kini telah mencabut sanksi larangan ekspor batu bara bagi empat perusahaan dari total 34 perusahaan yang dikenai sanksi.

Sebelumnya, sudah ada tiga perusahaan yang terlebih dahulu dicabut sanksinya antara lain PT Arutmin Indonesia, PT Borneo Indobara dan PT Bara Tabang.

"Ada satu lagi yang sudah dibuka blokir ekspornya yaitu PT Mitra Maju Sukses," ungkap Kepala Pokja Informasi Kementerian ESDM Sony Heru Prasetyo kepada Kontan.co.id, Minggu (29/8/2021).

Asal tahu saja, Kementerian ESDM melalui Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara memberikan sanksi pada 34 perusahaan karena dianggap tidak memenuhi kewajiban pasokan batubara untuk PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) dan atau PT PLN Batubara periode 1 Januari hingga 31 Juli 2021. Heru pun memastikan, Ditjen Minerba juga telah menyurati PLN untuk memperbaiki tata kelola pengadaan batu bara.

Baca juga: 34 Perusahaan Batu Bara Dilarang Ekspor, Ini Kata Asosiasi

Sebelumnya, Menteri ESDM Arifin Tasrif meminta PLN memperbaiki tata kelola kontrak pasokan batu bara. Pasalnya, masih ada kontrak pemenuhan batu bara dilakukan PLN dengan trader dan tidak langsung ke perusahaan batu bara. Hal ini pun yang dinilai jadi penyebab pasokan batu bara ke PLN mengalami kendala.

"PLN kami minta beli batu bara ke yang punya izin pengusahaan penambangan," kata Arifin dalam rapat kerja bersama Komisi VII DPR RI, Kamis (26/8/2021).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Arifin mengungkapkan, saat ini kontrak PLN sekitar 60 persen dilakukan dengan perusahaan penambang, sementara 40 persen berkontrak dengan trader.

Menurutnya, perusahaan penambang tidak memiliki kewajiban dengan trader. Hal ini kemudian membuat perusahaan memilih untuk melakukan ekspor batu bara.

Dia meminta agar PLN melakukan kontrak jangka panjang karena selama ini PLN melakukan kontrak jangka pendek serta selalu mengalami perubahan.

"Kami minta suatu bentuk kontrak jangka panjang," imbuh Arifin. (Filemon Agung | Wahyu T.Rahmawati)

Baca juga: Menteri ESDM: Kami Minta PLN Beli Batu Bara Langsung dari Perusahaan Tambang

Artikel ini telah tayang di Kontan.co.id dengan judul: Kementerian ESDM sudah cabut sanksi larangan ekspor batubara bagi empat perusahaan

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Sumber
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.