Pengusaha Berharap Tarif Cukai HPTL Tak Naik Tahun Depan

Kompas.com - 01/09/2021, 16:59 WIB
Rincian Kenaikan Cukai Rokok KOMPAS.com/Akbar Bhayu TamtomoRincian Kenaikan Cukai Rokok

JAKARTA, KOMPAS.com - Pengusaha berharap, rencana pemerintah menaikkan tarif cukai hasil tembakau (CHT) pada tahun 2022 tidak merembet ke industri hasil produk tembakau lainnya (HPTL).

Sekjen Asosiasi Personal Vaporizer Indonesia (APVI) Garindra Kartasasmita mengatakan, industri HPTL saat ini masih mengalami penurunan penjualan yang sangat tajam, terlebih dengan adanya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Pihaknya mencatat, sepanjang semester I-2021, penjualan HPTL sudah merosot hingga 50 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Baca juga: Penerimaan Cukai HPTL Merosot 28 Persen, Pengusaha Sebut Penjualan Sedang Lesu

"Penurunan tersebut diperkirakan masih akan berlanjut hingga sisa akhir tahun ini," kata Garindra dalam keterangannya, Rabu (1/9/2021).

Garindra menilai, industri HPTL butuh kebijakan yang mendukung pertumbuhan industrinya berkembang, mengingat sektor usaha ini telah berkontribusi terhadap perekonomian nasional sejak pertama kali dilegalkan.

Sejak mulai dikenakan cukai pada bulan Oktober 2018, HPTL menyumbang cukai Rp 99 miliar, kemudian meningkat lagi menjadi Rp 427 miliar pada 2019, dan pada tahun 2020 lalu, HPTL menyumbang kepada kas negara dari cukai sebesar Rp 689 miliar.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Namun demikian, tren pertumbuhan penerimaan negara tersebut diproyeksi akan terhenti pada tahuni ini, seiring dengan masih merebaknya pandemi Covid-19.

"Oleh karenanya, pemerintah diharapkan tidak meningkatkan beban cukai saat ini dan lebih memprioritaskan perumusan kebijakan HPTL untuk jangka panjang. Seperti pengenaan cukai sesuai dengan tingkat risiko," tutur Garindra.

Baca juga: Terimbas Pandemi, Penjualan HPTL Anjlok 50 Persen

CEO Ministry of Vape Indonesia (MOVI) Dimas Jeremia berharap, pemerintah dapat menerapkan kebijakan cukai yang lebih adil terhadap industri HPTL, yang merupakan industri baru.

"Saat ini saja, HPTL sudah dikenakan tarif cukai sebesar 57 persen dari harga jual eceran (HJE)," kata dia.

Dimas memahami bahwa pemerintah memerlukan pemasukan yang besar untuk APBN. Namun, menaikkan beban cukai di tengah kondisi seperti ini dinilai bukan langkah yang tepat.

"Harapannya pemerintah tidak serta-merta menaikkan cukai HPTL, mempertahankan beban cukai saat ini merupakan langkah yang bijak," ucap dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.