Kompas.com - 08/09/2021, 19:11 WIB
Presiden Direktur PT Bank Central Asia Jahja Setiaatmadja di Menara BCA Jakarta, Rabu (14/11/2018) KOMPAS.com/Putri Syifa NurfadilahPresiden Direktur PT Bank Central Asia Jahja Setiaatmadja di Menara BCA Jakarta, Rabu (14/11/2018)

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk, Jahja Setiaatmadja mengatakan, perbankan tidak ingin memasang target penjualan Kredit Pemilikan Rumah (KPR).

Menurut dia, pertumbuhan kredit yang natural tanpa target justru biasanya akan melebihi target yang ditetapkan perseroan.

"Saya enggak suka dengan target, apalagi (target) kredit. Pantang kredit kejar target," kata Jahja dalam konferensi pers peluncuran KPR BCA Onlinexpo di Jakarta, Rabu (8/9/2021).

Baca juga: BCA Gelar Pameran KPR Online Mulai Besok, Simak Promonya

Jahja menuturkan, target hanya akan membuat tim kewalahan hingga bermalas-malasan jika target sudah terlampaui. Alih-alih memberikan target, Jahja lebih memilih untuk memberikan "amunisi" agar para karyawan bisa bekerja sebaik mungkin dalam kesempatan apapun.

"Misalnya (penjualan KPR) sudah Rp 15 triliun, sementara targetnya Rp 8-10 triliun. Kebayang enggak naluri manusia kalau sudah sampai target, bagaimana? Ya sudah kita (selesai), simpan (saja) untuk bulan selanjutnya," sebut Jahja.

Jahja bilang, amunisi terbaik yang diberikan perseroan justru menjadikan tim lebih kuat dan berani tumbuh bersama. Dalam pameran KPR online sebelumnya misalnya, kredit pada segmen tersebut meningkat 2,9 persen menjadi Rp 93,6 triliun per Juni 2021.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

KPR menjadi salah satu segmen yang mendukung pertumbuhan kredit BCA hingga semester I 2021. Tercatat, pertumbuhan kredit bank bersandi saham BBCA ini tumbuh 0,8 persen year to date (ytd). Segmen korporasi dan KPR naik masing-masing 2,1 persen dan 3,8 persen.

"Kalau saya kasih target Rp 20 triliun, tapi realisasi kurang dari itu, ngawur ya. Penyaluran kredit jadi tidak produktif karena kita kejar target. Kredit harus natural berdasarkan kebutuhan. Jadi kami berikan amunisi kemudian suruh perang, itu ilmunya saya," pungkas Jahja.

Baca juga: Ingin Membeli Rumah Pertama, Simak Syarat Mengajukan KPR Berikut

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.