Pedagang Kecil dan Warteg Temui Jokowi, Ini Keluhan dan Tuntutan yang Disampaikan

Kompas.com - 16/09/2021, 14:00 WIB
ilustrasi warteg mamoka bahari. SHUTTERSTOCK/EDWIN EKA NUGRAHAilustrasi warteg mamoka bahari.

JAKARTA, KOMPAS.com- Komunitas Warung Tegal Nusantara (Kowantara) bersama dengan asosiasi pedagang lainnya telah bertemu dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Negara pada Rabu (15/9/2021).

Mereka menyampaikan sederet keluhan.

"Alhamdulillah dalam pertemuan kami dengan Bapak Presiden Joko Widodo pada hari Rabu, 15 September 2021 di Istana Negara, bersama asosiasi pedagang lainnya, Presiden telah mendengarkan keluhan kami dan akan segera merealisasikan tuntutan kami," ujar Ketua Kowantara, Mukroni melalui keterangan tertulis, Kamis (16/9/2021).

Baca juga: PPKM Diperpanjang Lagi, Dine In Jadi 60 Menit hingga PKL-Warteg Dapat BLT Rp 1,2 Juta

Adapun keluhan yang disampaikan kepada Presiden di antaranya stimulus air dan listrik serta membuka akses permodalan dengan bunga yang rendah bagi para warteg dan pedagang kecil lainnya yang selama ini sulit didapatkan.

Mukroni mengatakan, mereka meminta subsidi biaya hidup sehari-hari seperti listrik, air, telepon, sembako dan kebutuhan lain yang menyangkut hajat hidup rakyat kecil.

Sebab merekalah yang terkena imbas pandemi paling besar.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Akibat sulitnya akses permodalan yang kondisi pandemi Covid-19, maka perlunya pemerintah mengeluarkan regulasi yang mempermudah untuk UMKM dalam hal ini warteg-warteg dimudahkan untuk memperoleh akses permodalan denga bunga yang terjangkau," kata dia.

Mereka pun meminta peniadaan cicilan pinjaman kendaraan di bank milik negara maupun swasta, lembaga keuangan non-perbankan, Pegadaian dan atau sejenisnya, hingga satu tahun ke depan.

Baca juga: Ini Syarat Penerima BLT untuk PKL dan Warteg Sebesar Rp 1,2 Juta

Tuntutan lainnya adalah pemutihan BI checking dan bunga tertunggak yang ditanggung para UMKM dan sektor informal yang terdampak pandemi Covid-19 lebih dari 1 tahun.

"Mempermudah dan memperluas akses permodalan bagi para pelaku usaha rakyat kecil, UMKM dan informal di seluruh Indonesia dengan memperlonggar persyaratan, baik dari Kredit Usaha Rakyat (KUR), LPDB KUMKM RI, Program Kemitraan BUMN/BUMD, lembaga pembiayaan kementerian, serta lembaga keuangan pemerintah lainnya," ujar Mukroni.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.