Kemenkes Sebut 518 Industri Alkes Tumbuh dalam 6 Tahun Terakhir

Kompas.com - 18/09/2021, 09:47 WIB
Petugas kesehatan memeriksa alat kesehatan di ruang IGD Rumah Sakit Darurat Penanganan COVID-19 Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Senin (23/3/2020). Rumah Sakit Darurat Penanganan COVID-19 Wisma Atlet Kemayoran itu siap digunakan untuk menangani 3.000 pasien. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/Pool/aww. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak APetugas kesehatan memeriksa alat kesehatan di ruang IGD Rumah Sakit Darurat Penanganan COVID-19 Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Senin (23/3/2020). Rumah Sakit Darurat Penanganan COVID-19 Wisma Atlet Kemayoran itu siap digunakan untuk menangani 3.000 pasien. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/Pool/aww.

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur Penilaian Alat Kesehatan dan Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga, Kementerian Kesehatan, Sodikin Sadek menyebut 518 industri alat kesehatan (Alkes) dalam negeri tumbuh dalam 6 tahun terakhir, atau setara 268,39 persen.

Hal ini ia kemukakan ketika melakukan kunjungan kerja ke Kawasan Industri Terpadu (KIT) di Batang, Jawa Tengah pada Jumat (17/9/2021).

Saat ini kata Sodikin, investasi di bidang alat kesehatan mencapai Rp 441 miliar, terdiri dari Rp 209 miliar investasi lokal dan Rp 232 miliar investasi asing.

Ia juga mengatakan bahwa 16 alat kesehatan dengan penggunaan terbesar sudah dapat diproduksi dalam negeri.

"Dari 19 alkes, 16 sudah mampu diproduksi dalam negeri, tiga impor. Walaupun bahan baku tetap melalui impor," ujar Sodikin dalam siaran pers, Sabtu (18/9/2021).

Baca juga: Kisah Yanti Lidiati, Lepas Jabatan Kepala HRD, Kini Latih Anak Punk

Sementara itu, Asisten Deputi Investasi Strategis di Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Bimo Wijayanto mengatakan, potensi investasi dari perusahaan lokal setara dengan perusahaan asing.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Bahkan kata dia, bila penyertaan modal lokal dalam joint venture dihitung, maka potensi investasi perusahaan lokal dapat lebih besar.

Lebih lanjut kata Bimo, pemerintah akan secara aktif memfasilitasi komunikasi dengan berbagai pihak untuk menghilangkan hambatan atas permasalahan yang dihadapi.

"Investasi yang sudah berjalan di Indonesia juga perlu diperhatikan, misal dengan fasilitasi/pendampingan dalam mencari sumber pendanaan dan strategi partner untuk pengembangan bisnis," kata dia.

Dalam mengembangkan industri produk alat kesehatan, terdapat 79 jenis dari total 358 jenis alkes produksi dalam negeri yang sudah dapat menggantikan produk-produk impor di e-katalog LKPP.

Untuk menarik investasi pada sektor alkes, pemerintah berupaya membangun Kawasan Industri Terpadu di Batang yang rencananya akan dibangun sektor tersebut. Kawasan ini memiliki luas lahan sebesar 4.300 hektar.

Pada 2020, realisasi investasi yang diperoleh sebesar Rp 826,3 triliun atau 101,1 persen dari target. Sementara sepanjang tahun 2021, mulai Januari hingga Juni, realisasi investasi yang diperoleh sebesar Rp 442,8 triliun atau sebesar 49 persen dari target yang akan dicapai.

Baca juga: Rencana Kenaikan Tarif Cukai Rokok Bikin Pelaku Industri Tembakau Was-was

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.