Kompas.com - 17/09/2021, 20:59 WIB
Menteri BUMN Erick Thohir di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis (13/8/2020). Dok. Divisi Humas PolriMenteri BUMN Erick Thohir di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis (13/8/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menegaskan, tak ada ruang bagi terorisme di Kementerian BUMN maupun di perusahaan-perusahaan pelat merah.

Oleh sebab itu, Erick mendukung langkah Densus 88 Anti Teror Polri menangkap oknum karyawan BUMN yang terlibat gerakan radikalisme dan terorisme.

"Saya mendukung upaya hukum dan sanksi yang tegas bagi oknum di Kemenketerian BUMN maupun di perusahaan BUMN, yang terduga dan terbukti terlibat gerakan radikalisme dan terorisme, tanpa terkecuali," ujar Erick dalam keterangannya kepada media, Sabtu (17/9/2021).

"Kami pastikan bersama-sama tidak ada tempat bagi terorisme di tubuh BUMN," lanjutnya.

Baca juga: Ada Pegawai Kimia Farma Jadi Terduga Teroris, Ini Kata Kementerian BUMN

Sebelumnya, Densus 88 Anti Teror Polri menangkap terduga teroris berinisial S, yang merupakan karyawan PT Kimia Farma. Setelah kejadian itu, Kimia Farma langsung memecat karyawan tersebut.

Erick memastikan, eks karyawan Kimia Farma tersebut tidak memiliki akses dan kewenangan untuk memanfaatkan dana Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) atau CSR perusahaan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ia bilang, BUMN punya sistem verifikasi penggunaan dana CSR agar tidak ada yang tersalurkan untuk aksi terorisme.

"Setiap langkah BUMN adalah untuk membangun Indonesia, kami tidak mentoleransi terorisme, dan kami terus memperkuat proses internal untuk pencegahan dan penanganan paham radikalisme di lingkungan BUMN," ungkapnya.

Ia menambahkan, sebagai langkah preventif ke depan, pihaknya juga telah bekerja sama dengan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Nahdlatul Ulama (NU), dan Muhammadiyah untuk memberikan pemahaman terkait nilai-nilai luhur Pancasila, yang menjadi dasar negara Indonesia.

Baca juga: Kimia Farma Pecat Karyawannya yang Jadi Terduga Teroris

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.