Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
KILAS

Raker dengan Kemenaker, Ikaperjasi Diharapkan Perkuat Profesionalisme Pengantar Kerja

Kompas.com - 17/09/2021, 20:15 WIB

KOMPAS.com - Direktur Jenderal Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja (Dirjen Binapenta dan PKK) Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) Suhartono meminta potensi dan profesionalitas Ikatan Pengantar Kerja Seluruh Indonesia (Ikaperjasi) semakin baik.

“Saya mengharapkan Ikaperjasi menguatkan peran dan fungsinya dalam peningkatan profesionalisme pengantar kerja dalam memberikan layanan” ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Jumat (17/9/2021).

Dia mengatakan itu dalam Rapat Kerja (Raker) Organisasi Profesi Ikatan Kerja Seluruh Indonesia dalam rangka Pembinaan Organisasi Profesi Pengantar Kerja Tahun 2021 di The Alana Hotel Solo, Karanganyar, Kamis (16/9/2021) hingga Sabtu (18/9/2021).

Hal senada juga diungkapkan Direktur Bina Pengantar Kerja Kemnaker Indyah Winasih dalam sambutanya. Dia berpesan agar Ikaperjasi bermanfaat bagi anggota dan banyak orang.

Baca juga: Kemenaker Minta Ikaperjasi Optimalkan Potensi Diri

"Rapat kerja ini diharapan dapat memberikan hasil diskusi yang lebih mendalam mengenai bentuk program kerja dan kegiatan yang akan dilaksanakan,” ujarnya.

Kemudian, lanjutnya, hasil raker tersebut bisa disesuaikan dengan kebutuhan anggota Ikaperjasi, sehingga memberikan manfaat sebanyak-banyaknya bagi mereka.

Sementara itu, Asisten Deputi Standarisai Jabatan dan Kompetensi SDM Aparatur Deputi Bidang Sumber Daya Manusia (SDM) Aparatur Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN dan RB) Istyadi Insani juga hadir menjadi pembicara.

Istyadi membawakan materi berjudul "Penguatan Peran dan Fungsi Organisasi Profesi terhadap Profeionalisme Pejabat Fungsional Pengantar Kerja".

Baca juga: Kemenaker Sebut PHK Selama Pandemi Tak Berkontribusi Besar terhadap Tingkat Pengangguran

Dia mendorong Ikaperjasi melakukan enam hal untuk meningkatkan perannya, yaitu penyusunan dan penegakan kode etik profesi, penyusunan standar kompetensi profesi, uji kompetensi dan sertifikasi, pemberian advokasi, pengembangan profesi, serta pengembangan ilmu, metode, dan inovasi.

Pada kesempatan ini, Kepala Dinas (Kadis) Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Nakertrans) Jawa Tengah, Kadis Naker Kota Surakarta, dan Biro Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) membawakan materi yang berbeda-beda untuk mendukung penguatan fungsionaris Ikaperjasi.

Kegiatan ini dihadiri 50 orang dengan menerapkan protokol kesehatan (prokes) yang ketat. Hadirin adalah pengurus Ikaperjasi dan peninjau dari pejabat fungsional Pengantar Kerja Kemnaker dan BP2MI.

Sebagai informasi, Ikaperjasi terbentuk sebagai salah satu organisasi profesi pada Musyawarah Nasional pada 2003.

Baca juga: Kemenaker Sebut Naiknya Jumlah Pengangguran Jadi Tantangan Berat

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mentan SYL: Badan Karantina Pertanian Bukan Penjaga Pintu, Mereka 'Energizer' Ekspor dan Impor

Mentan SYL: Badan Karantina Pertanian Bukan Penjaga Pintu, Mereka "Energizer" Ekspor dan Impor

Rilis
Hampir Rampung, Kereta Cepat Jakarta-Bandung Bakal Beroperasi Juli 2023

Hampir Rampung, Kereta Cepat Jakarta-Bandung Bakal Beroperasi Juli 2023

Whats New
Ramai Belanja Pakai Voucher Dibatalkan Otomatis, Ini Penjelasan Tokopedia

Ramai Belanja Pakai Voucher Dibatalkan Otomatis, Ini Penjelasan Tokopedia

Whats New
Komisi IV DPR RI Sidak Pabrik Arang di Batam yang Bahan Bakunya dari Mangrove

Komisi IV DPR RI Sidak Pabrik Arang di Batam yang Bahan Bakunya dari Mangrove

Whats New
Anak Buah Luhut Tak Setuju soal Food Estate Humbahas Dianggap Gagal

Anak Buah Luhut Tak Setuju soal Food Estate Humbahas Dianggap Gagal

Whats New
Harga Tiket Kereta Api Dikeluhkan Mahal, KAI: Harganya Bersifat Fluktuatif, Menyesuaikan Permintaan Pelanggan

Harga Tiket Kereta Api Dikeluhkan Mahal, KAI: Harganya Bersifat Fluktuatif, Menyesuaikan Permintaan Pelanggan

Whats New
Food Estate Humbahas Dinilai Belum Optimal, Kementan: Bukan Lahan Tidak Subur, Tapi Butuh Perlakuan Khusus

Food Estate Humbahas Dinilai Belum Optimal, Kementan: Bukan Lahan Tidak Subur, Tapi Butuh Perlakuan Khusus

Whats New
BUMN Indofarma Buka Lowongan Kerja untuk Lulusan D3-S1, Simak Kualifikasinya

BUMN Indofarma Buka Lowongan Kerja untuk Lulusan D3-S1, Simak Kualifikasinya

Whats New
DPR RI Nilai Pengembangan Food Estate Humbahas Belum Optimal

DPR RI Nilai Pengembangan Food Estate Humbahas Belum Optimal

Whats New
Catat, Pengangguran, Korban PHK hingga Pekerja Bisa Ikut Program Kartu Prakerja

Catat, Pengangguran, Korban PHK hingga Pekerja Bisa Ikut Program Kartu Prakerja

Work Smart
Viral Video Petani Buang-buang Tomat, Kementan: Itu Bukan Petani, Tapi Pedagang

Viral Video Petani Buang-buang Tomat, Kementan: Itu Bukan Petani, Tapi Pedagang

Whats New
Antisipasi Ancaman Krisis pada 2023, Sri Mulyani Pastikan Dukungan Fasilitas dan Insentif untuk Pelaku Usaha

Antisipasi Ancaman Krisis pada 2023, Sri Mulyani Pastikan Dukungan Fasilitas dan Insentif untuk Pelaku Usaha

Whats New
Membaca Arah Kebijakan Kendaraan Listrik

Membaca Arah Kebijakan Kendaraan Listrik

Whats New
Cara Daftar dan Aktivasi m-Banking BNI lewat HP Tanpa ke Bank

Cara Daftar dan Aktivasi m-Banking BNI lewat HP Tanpa ke Bank

Whats New
Beralihnya Tim Pengelolaan Food Estate Humbahas dari Kementan ke Kemenko Marves

Beralihnya Tim Pengelolaan Food Estate Humbahas dari Kementan ke Kemenko Marves

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+