Menaker Minta Pemda Beri Jaminan Sosial untuk Guru Honorer hingga Petani

Kompas.com - 17/09/2021, 20:42 WIB
 Seorang petugas sedang membersihkan area Kantor BPJS Ketenagakerjaan. Cara mencairkan BPJS Ketenagakerjaan, BPJS Ketenagakerjaan online, klaim BPJS Ketenagakerjaan, Lapak Asik BPJS Ketenagakerjaan Dok. BPJS Ketenagakerjaan Seorang petugas sedang membersihkan area Kantor BPJS Ketenagakerjaan. Cara mencairkan BPJS Ketenagakerjaan, BPJS Ketenagakerjaan online, klaim BPJS Ketenagakerjaan, Lapak Asik BPJS Ketenagakerjaan

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Ketenagakerjaa (Menaker), Ida Fauziyah mengajak pemerintah daerah untuk memperluas kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan untuk sektor informal (pekerja bukan penerima upah) agar mendapatkan jaminan perlindungan sosial.

Ajakan tersebut ia sampaikan dalam acara Sosialisasi Program BPJS Ketenagakerjaan bagi pekerja bukan penerima upah sekaligus memberikan secara simbolis santunan kepada keluarga pekerja kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan di Cilegon, Banten, hari ini (17/9/2021).

Menurutnya, pekerja formal maupun informal menghadapi risiko kerja. Apalagi dalam kondisi pandemi Covid-19, siapapun merasa perlu untuk mendapatkan jaminan sosial.

Baca juga: Mengenal BPJSTKU, Aplikasi untuk Cek Saldo JHT BPJS Ketenagakerjaan

"Para pekerja seperti guru honorer, guru ngaji, marbot masjid, pengemudi ojek online, nelayan, petani, mereka semua sangat rentan dalam melakukan pekerjaan, jadi ini penting untuk pemerintah daerah memberikan perlindungan sosial baik kedepannya," ujarnya dalam siaran pers tertulis, Jumat.

Ia menambahkan, dengan membayar iuran program mulai Rp 16.800 per bulan, pekerja akan mendapatkan perlindungan Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) yang manfaatnya berupa pengobatan tanpa batas biaya, serta Jaminan Kematian (JKm) yang manfaatnya akan diterima ahli waris jika peserta meninggal dunia berupa santunan uang tunai.

"Jadi kalau ada yang meninggal maka pendidikan anaknya ditanggung sampai perguruan tinggi. Kemudian yang di-cover tidak hanya satu anak, tapi dua anak. Itu salah satu cara kita melahirkan generasi-generasi baru yang masa depannya sudah kita pikirkan," ucapnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Adapun skema pendaftarannya ada 4 cara, meliputi layanan kontak fisik atau datang ke Kantor Cabang BP Jamsostek, pendaftaran di Service Point Office (SPO), pendaftaran secara daring (online), maupun melalui agen Penggerak Jaminan Sosial Indonesia (PERISAI).

Berikut skema pendaftaran beserta alurnya:

A. Layanan kontak fisik (manual) ke Kantor Cabang BP Jamsostek

- Mengisi formulir dan melengkapi dokumen pendaftaran kepesertaan 1A

- Mengambil nomor antrian untuk layanan pendaftaran

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.