Makin Banyak Peminatnya, Investasi Emas Digital Menjanjikan

Kompas.com - 19/09/2021, 16:34 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com – Transformasi digital yang semakin masif mendorong lahirnya investasi-investasi digital. Salah satu instrumen investasi jangka panjang yang likuid dan diminati masyarakat saat ini adalah investasi emas digital.

Pembelian emas dalam bentuk digital ini juga terbilang mudah, didukung oleh metode pembayaran, dan minimum pembelian dengan nominal relatif rendah, misalnya dari Rp 10.000 ataupun dari Rp 100.000 tergantung dari kebijakan masing-masing platform penjualan emas digital.

Analis sekaligus Founder Traderindo.com Wahyu Laksono mengatakan, adaptasi digital saat ini mendorong bayak orang tertarik untuk berinvetasi secara digital. Termasuk dalam hal jual beli emas yang dilakukan secara digital.

Baca juga: 5 Kesalahan yang Harus Dihindari dalam Investasi Emas Digital

“Dengan ketertarikan orang pada emas, dan prospeknya secara medium term atau jangka panjang yang menjanjikan sebagai investasi, ini adalah fenomena saat ini. Jadi orang yang bisasanya beli ke toko, sekarang mulai beralih ke marketplace,” kata Wahyu kepada Kompas.com, Minggu (19/9/2021).

Wahyu juga menjelaskan, kondisi pandemi juga mengakselerasi sistem digital untuk tumbuh lebih cepat. Misalkan saja Pegadaian yang saat ini sudah mengembangkan sistem digital. Maka bukan tidak mungkin prospek jual beli emas secara digital akan bertumbuh ke depannya.

“Dengan pandemi ini, semua sektor mengakselerasi digital secara cepat. Di situlah emas dan investasi secara digital menjadi alternatif yang akan bertumbuh, dan ke depannya ini akan sangat menjanjikan,” tambah dia.

Sebelumnya, Vice President Membership ICDX, Yohanes F. Silaen menjelaskan, konsep jual beli emas digital yang cukup fleksibel menjadi daya tarik bagi investor atau konsumen. Di sisi lain, konsumen juga sangat terbantu untuk memiliki emas dengan cara menciil dari nominal yang paling kecil.

“Kalau saya lihat, transaksi mereka (perusahaan penjual emas digital) makin bertumbuh dan sekarang semakin bertumbuh. Ini mungkin karena memang fleksibel sekarang untuk beli emasnya dan tidak susah, buka aplikasi melakukan verifikasi, lalu sudah bisa beli dan transaksi,” kata Yohanes secara virtual Kamis (16/9/2021).

Sementara itu, Founder & CEO IndoGold Amri Ngadima menjelaskan dengan nilai transaksi yang terus tumbuh dari tahun ke tahun, ia optimis penjualan emas digital akan terus menjadi solusi digital kepemilikan emas di masa mendatang.

“Yang jelas sampai saat ini nilai transaksi di kami terus tumbuh tahun ke tahun ini terbukti di semester I tahun 2021 omzet kami tumbuh 86 persen dibanging periode sama tahun lalu. Ini menunjukkan investasi emas digital mulai menjadi pilihan di masyarakat,” ungkap Amri.

Baca juga: Amankah Investasi Emas Digital?

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Perusahaan Konsultan IT Asal AS Bidik Pasar 'Cloud Computing' di RI

Perusahaan Konsultan IT Asal AS Bidik Pasar "Cloud Computing" di RI

Whats New
Dekati UMKM, PT Pos Buka 7.700 'Drop Point' PosAja di 500 Kabupaten dan Kota

Dekati UMKM, PT Pos Buka 7.700 "Drop Point" PosAja di 500 Kabupaten dan Kota

Whats New
Mengapa Adopsi Komputasi Awan Penting untuk Transformasi Digital Perusahaan di Indonesia?

Mengapa Adopsi Komputasi Awan Penting untuk Transformasi Digital Perusahaan di Indonesia?

Whats New
Pemerintah Dinilai Perlu Tolak Intervensi Asing soal Kebijakan Industri Rokok

Pemerintah Dinilai Perlu Tolak Intervensi Asing soal Kebijakan Industri Rokok

Rilis
Genjot Produksi Jagung, Kementan Gandeng Bayer Indonesia

Genjot Produksi Jagung, Kementan Gandeng Bayer Indonesia

Whats New
Pertamina Kembangkan Teknologi Diesel Biohidrokarbon dan Bioavtur

Pertamina Kembangkan Teknologi Diesel Biohidrokarbon dan Bioavtur

Whats New
HUT Ke-77 RI, Menkominfo Sebut Digitalisasi Kunci Pemulihan Ekonomi

HUT Ke-77 RI, Menkominfo Sebut Digitalisasi Kunci Pemulihan Ekonomi

Whats New
Menhub: Gunakan Tema Besar HUT Ke-77 RI agar Sektor Transportasi Pulih Lebih Cepat

Menhub: Gunakan Tema Besar HUT Ke-77 RI agar Sektor Transportasi Pulih Lebih Cepat

Whats New
Cara Daftar m-Banking Mandiri lewat HP dengan Mudah

Cara Daftar m-Banking Mandiri lewat HP dengan Mudah

Whats New
Saat Para Penumpang Pesawat Sikap Sempurna dan Hormat Bendera...

Saat Para Penumpang Pesawat Sikap Sempurna dan Hormat Bendera...

Whats New
Simak Promo dan Diskon HUT Ke-77 RI di Taman Safari, Dufan hingga Trans Snow World

Simak Promo dan Diskon HUT Ke-77 RI di Taman Safari, Dufan hingga Trans Snow World

Whats New
HUT Ke-77 RI, Sandiaga Uno Ajak Pelaku Pariwisata Bangkit

HUT Ke-77 RI, Sandiaga Uno Ajak Pelaku Pariwisata Bangkit

Whats New
Kemendagri: Banyak Kasat Pol PP yang Belum Punya Sertifikat PPNS

Kemendagri: Banyak Kasat Pol PP yang Belum Punya Sertifikat PPNS

Rilis
Luhut Nilai Peringatan HUT Ke-77 RI Sangat Spesial, Ini Alasannya

Luhut Nilai Peringatan HUT Ke-77 RI Sangat Spesial, Ini Alasannya

Whats New
Sandiaga Uno Ajak Investor Brunei Darussalam Tanam Investasi di 5 Destinasi Super Prioritas dan KEK

Sandiaga Uno Ajak Investor Brunei Darussalam Tanam Investasi di 5 Destinasi Super Prioritas dan KEK

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.