Penerimaan Cukai Hasil Tembakau Naik 17,8 Persen Pada Agustus 2021

Kompas.com - 26/09/2021, 18:17 WIB
Ilustrasi tembakau kering, yang dapat digunakan untuk membuat pestisida organik. SHUTTERSTOCK/LILY.QIlustrasi tembakau kering, yang dapat digunakan untuk membuat pestisida organik.

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Keuangan mencatat penerimaan cukai hasil tembakau (CHT) mencapai Rp 111,1 triliun periode akhir Agustus 2021.

Jumlah tersebut naik 17,8 persen dibandingkan Agustus 2020 yang senilai Rp 94,4 triliun.

“Kenaikan cukai rokok ini tetap terjaga, tentunya juga berkat upaya teman-teman Bea Cukai di lapangan yang sudah bekerja luar biasa, sehingga bisa terus memberantas peredaran rokok ilegal,” bunyi laporan Menteri Keuangan Sri Mulyani saat konferensi pers APBN KITA, dikutip Minggu (26/9/2021).

Baca juga: Penerimaan Bea Cukai Sudah Naik 30,4 Persen

Sri Mulyani mengatakan, naiknya penerimaan dari cukai rokok dipengaruhi tumbuhnya produksi rokok dan kenaikan tarif cukai. 

Namun, semakin tingginya penerimaan cukai rokok tersebut menjadi celah tingginya rokok ilegal.

Selain itu, khusus pada Agustus 2021, penerimaan cukai rokok dipengaruhi pelunasan pita cukai yang maju pada September 2021 yaitu sebesar Rp 3,1 triliun serta adanya peningkatan pemesanan pita cukai pada Mei 2021 yang jatuh tempo pada bulan lalu.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pada produksi rokok juga terjadi peningkatan secara tahunan.

Baca juga: Pelaku Industri dan Buruh Kompak Tolak Kenaikan Cukai Rokok

Pada Agustus 2021, produksinya tercatat sebesar Rp 208,6 miliar batang rokok atau tumbuh 6,2 persen jika dibandingkan produksi pada Agustus 2020 yang sebesar Rp 196,3 miliar batang rokok.

“Kenaikan penerimaan cukai rokok dipengaruhi tumbuhnya produksi rokok dan kenaikan tarif cukai,” kata Sri Mulyani.

Menurut dia, sejak Mei 2021, produksi rokok secara bulanan mulai naik tajam yaitu mencapai 20 miliar batang dalam sebulan.

Pada Juni 2021, naik lagi menjadi 29,67 miliar batang, dan Juli 2021 menjadi yang tertinggi produksinya yaitu tembus 30,99 miliar batang.

Sedangkan per Agustus 2021 produksinya sedikit turun menjadi 26,38 miliar batang.

Baca juga: Cukai Rokok Bakal Naik, Bagaimana Dampaknya ke Petani Tembakau?

"Bahkan pada Juni dan Juli 2021 ini produksi bulanannya lebih tinggi dibandingkan 2019 dan 2020,” pungkas dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.