Cukai Rokok Bakal Naik, Bagaimana Dampaknya ke Petani Tembakau?

Kompas.com - 20/09/2021, 19:43 WIB
Seorang warga menjemur tembakau jenis srinthil di lereng Gunung Sumbing, Desa Banaran, Tembarak, Temanggung, Jawa Tengah, Senin (23/9/2019). ANTARA FOTO/Anis EfizudinSeorang warga menjemur tembakau jenis srinthil di lereng Gunung Sumbing, Desa Banaran, Tembarak, Temanggung, Jawa Tengah, Senin (23/9/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Pengamat ekonomi Muhammad Hasan Hidayat mengatakan, pemerintah dinilai tidak boleh abai kepada petani tembakau dan industri hasil tembakau (IHT) dalam menetapkan kebijakan cukai hasil tembakau (CHT).

Hal ini terkait dengan kontribusi IHT yang besar bagi penerimaan negara. Karena, ia menilai, rencana kenaikan cukai tahun depan, akan menjadi kekhawatiran dan tekanan bagi petani tembakau.

"Betapa tertekannya petani tembakau. untuk ini harus diajak meninjau langsung bagaimana kondisi petani. Langkah yang harus dilakukan harus ada win-win solution dengan cara menggandeng pihak industri, petani, dan masyarakat,” katanya dalam diskusibaru-baru ini.

Baca juga: Kemenkes Dukung Tarif Cukai Tembakau Disederhanakan untuk Manfaat JKN BPJS Kesehatan

Sementara itu, Kementerian Perindustrian berupaya mendorong percepatan dalam penyerapan tembakau sebagai bahan baku untuk industri hasil tembakau (IHT). Hal ini guna menjaga produktivitas sektor IHT dan meningkatkan kesejahteraan petani tembakau.

Pemerintah memberikan apresiasi terhadap PT Gudang Garam dan PT Djarum di Temanggung, yang telah berupaya maksimal dalam menyerap tembakau hasil dari petani setempat.

"Kami juga mengapresiasi kedua perusahaan ini yang telah membeli tembakau petani lokal dengan harga yang bagus. Namun demikian, kami terus meminta kepada sektor IHT ini lebih meningkatkan lagi harga pembelian dan penyerapan tembakau lokalnya seiring dengan tibanya waktu panen raya saat ini," kata Plt Direktur Jenderal Industri Agro Kemenperin, Putu Juli Ardika.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.