IHSG Dibayangi Krisis Evergrande, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini

Kompas.com - 27/09/2021, 07:11 WIB
Suasana Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (1/7/2018). KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGSuasana Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (1/7/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) diproyeksikan menguat pada perdagangan Senin (27/9/2021). Jumat (24/9/2021), IHSG ditutup naik tipis naik 2,1 poin (0,03 persen) pada level 6.144,81.

Analis Reliance Sekuritas Lanjar Nafi mengatakan, secara teknikal IHSG menguji resistance upper bollinger bands setelah di tengah pekan bergerak whipsaw di level support lower bollinger bands dan Moving Average 200 hari.

Arah pergerakan masih cenderung positif dalam uptrend jangka menengah dengan target resistance selanjutnya berada di 6.150-6.200.

Baca juga: IHSG Bergerak di Zona Hijau Sepekan Terakhir, Menguat 0,19 Persen

“Indikator stochastic terkonsolidasi positif pada area dekat overbought. Sehingga secara teknikal IHSG berpotensi melanjutkan penguatannya di awal pekan dengan support resistance 6.106-6.198,” kata Lanjar dalam rekomendasinya.

Senada dengan Lanjar, Analis Artha Sekuritas Dennies Christoper juga mengatakan IHSG diprediksi menguat hari ini, karena secara teknikal candlestick membentuk higher high dan higher low serta indikator stochastic telah mencapai area overbought mengindikasikan masih bisa menguat namun dengan rentang yang terbatas.

“IHSG berpeluang menguat, investor akan mencermati data industrial China pada awal pekan. Sementara dari Indonesia masih minim sentiment,” kata Dennies.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dennies memproyeksikan hari ini IHSG akan bergerak resistance pada level 6.186 hingga 6.165, dan support pada level 6.121 hingga 6.098.

Berbeda dengan Direktur PT Ekuator Swarna Investama Hans Kwee yang menilai IHSG bepotensi melemah. Menurut dia, pelemahan IHSG berpeluang terjadi karena kekhawatiran pasar akan kasus Evergrande yang kembali naik di tengah ketidakpastian pembayaran bunga dan pokok obligasi jatuh.

Namun, di sisi lain pernyataan The Fed, terkait dengan rencana berakhirnya Quantitative Easing (QE) sekitar pertengahan 2022, membuat sentiment tapering mungkin tidak akan terlalu besar menguncang pasar saham negara berkembang karena sudah diantisipasi pelaku pasar cukup lama.

“Hari ini, IHSG berpeluang konsolidasi melemah. Secara teknikal, indeks membentuk candle dengan body naik dan shadow di atas dan bawah indikasi konsolidasi melemah dengan support di level 6.100 sampai 5.996 dan resistance di level 6.169 sampai 6.200,” kata Hans.

Baca juga: IHSG Ditutup Naik Tipis, Saham BBRI Diborong Asing Rp 1,3 Triliun

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.