CIPS: Penurunan Daya Beli Pengaruhi Keterjangkauan Pangan Masyarakat

Kompas.com - 28/09/2021, 14:18 WIB
Pasar Manggis Setiabudi Jakarta, Kamis (27/12/2018) KOMPAS.com/Ambaranie Pasar Manggis Setiabudi Jakarta, Kamis (27/12/2018)

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah diminta untuk mewaspadai dan mengatasi turunnya daya beli dalam rangka menjamin keterjangkauan pangan bagi masyarakat.

Peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Indra Setiawan mengatakan, caranya adalah  menjaga stabilitas harga.

“Kestabilan harga bukan lagi menjadi satu-satunya yang menentukan keterjangkauan masyarakat terhadap komoditas pangan. Pemerintah perlu memperhatikan daya beli yang menurun akibat pandemi Covid-19,” ujar Indra Setiawan dalam siaran persnya, dikutip Kompas.com, Selasa (28/9/202).

Baca juga: Jokowi: Inflasi Rendah Bisa Saja Mengindikasikan Turunnya Daya Beli

Indra memaparkan, berdasarkan Indeks Bulanan Rumah Tangga (Indeks Bu RT) Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) menunjukkan harga komoditas pangan di Indonesia selama bulan Agustus terbilang stabil.

Indeks Bu RT menunjukkan bahwa berbagai komoditas inti seperti daging ayam, daging sapi, bawang putih, bawang merah, dan cabai merah bahkan mengalami deflasi sepanjang bulan Agustus.

Hal ini juga didukung oleh data dari Badan Pusat Statistik (BPS) yang mencatat bahwa secara umum, kelompok makanan, minuman, dan tembakau mengalami deflasi sebesar 0,32 persen dengan andil deflasi 0,08 persen.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Melihat kondisi pasar dan dampak pandemi, deflasi harga pangan disebabkan oleh menurunnya daya beli masyarakat dan libur panjang di bulan Agustus.

Indeks Bu RT juga mencatat bahwa harga komoditas daging ayam di bulan Juli 2021 sebesar Rp 39.620, turun menjadi Rp 36.767 di bulan Agustus 2021. Penurunan harga ini diperkirakan akibat daya beli masyarakat yang rendah dan permintaan yang menurun.

Baca juga: Kemendag Bakal Genjot Ekspor ke Taiwan karena Daya Beli Tinggi

Selain itu, disebutkan Indra, harga daging sapi juga turun dari Rp 158.867 ke Rp158.333.

Relatif stabilnya harga daging sapi seiring dengan mencukupinya pasokan komoditas tersebut pasca Hari Raya Idul Adha di bulan Juli.

Ketersediaan pasokan daging sapi juga didukung oleh meningkatnya realisasi impor daging sapi di bulan Juli, yang meningkat sebesar 10,5 persen dibandingkan bulan Juni yang mencapai hingga Rp 1,03 triliun.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.