Kompas.com - 28/09/2021, 18:42 WIB
Menara BTS pertama Telkomsel di Indonesia, berada di Bukit Dangas Batam. KOMPAS.com/Reska K. NistantoMenara BTS pertama Telkomsel di Indonesia, berada di Bukit Dangas Batam.

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) akan membawa anak usahanya, yakni PT Dayamitra Telekomunikasi (Mitratel) menggelar penawaran saham perdana alias initial public offering (IPO).

TLKM berupaya membawa Mitratel melantai di bursa saham sebelum akhir tahun ini.

Vice President Corporate Communications Telkom Pujo Pramono mengungkapkan, dari sisi proses, rencana IPO Mitratel masih berjalan sesuai rencana dengan tetap mempertimbangkan kondisi market saat ini.

Baca juga: Inalum Ditargetkan IPO Akhir 2022

 

Meski tanpa membeberkan secara rinci, tapi Pujo mengatakan bahwa Mitratel tengah bersiap untuk mengoptimalkan value creation selanjutnya, melalui aksi korporasi yang lebih besar lagi.

"Telkom tentunya akan melihat momentum yang tepat untuk melakukan IPO agar sesuai dan memenuhi ekspektasi pemegang saham dengan harapan dapat terlaksana sebelum akhir tahun 2021 ini," kata Pujo saat dihubungi Kontan.co.id, Selasa (28/9/2021).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sekarang ini, Mitratel telah memiliki lebih dari 28.000 menara telekomunikasi yang tersebar di seluruh Indonesia. Mitratel pun mempunyai persebaran lokasi menara telekomunikasi yang luas, baik di daerah perkotaan, pinggiran kota, maupun perdesaan.

Upaya Telkom Group melakukan konsolidasi untuk memperkuat posisi Mitratel di sektor industri menara telekomunikasi terus dilakukan. Salah satu upayanya ialah dengan mengalihkan 4.000 menara milik PT Telekomunikasi Seluler (Telkomsel) ke Mitratel pada akhir Agustus 2021.

Menurut Pujo, langkah ini dilakukan untuk memperkuat portofolio menara telekomunikasi Telkom Group. Di samping juga memantapkan langkah Mitratel sebagai pemain tower terbesar di Indonesia, guna mendukung beragam kebutuhan yang tidak hanya bagi Telkom Group, tapi juga tenant lainnya.

Yang pasti, baik Telkom dan Telkomsel saat ini masih memiliki menara telekomunikasi yang dikelola masing-masing.

"Namun Telkom Group terbuka terhadap kemungkinan adanya konsolidasi menara lebih lanjut khususnya kepada Mitratel di kemudian hari, tentunya setelah adanya kajian lebih lanjut dari sisi strategis dan operasionalnya," kata Pujo.

Halaman:


Sumber
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.