Lantik Pejabat Kemenkeu, Sri Mulyani: Tugas Kita Masih Banyak dan Berat

Kompas.com - 28/09/2021, 18:30 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam rapat kerja bersama Komisi XI DPR RI membahas RUU HKPD, Senin (13/9/2021). Dok. Kementerian KeuanganMenteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam rapat kerja bersama Komisi XI DPR RI membahas RUU HKPD, Senin (13/9/2021).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati melantik empat pejabat di lingkungan Kementerian Keuangan.

Kepada mereka, Sri Mulyani berpesan bahwa pejabat di lingkungan kementerian tidak bisa bekerja biasa-biasa saja.

Bendahara negara ini mengungkapkan, tugas dan amanah masih sangat banyak dan berat, terutama ketika pandemi Covid-19 menyebar di Tanah Air.

Baca juga: Sri Mulyani: Devisa Sektor Pariwisata Sama Besarnya dengan Devisa Kelapa Sawit

"Saya harap semua jajaran Kemenkeu baik yang hadir secara fisik menyadari bahwa tugas kita masih sangat banyak dan berat. Tidak ada rasa terlalu nyaman di dalam setiap posisi dan jabatan Anda karena tugas berat masih kita hadapi dan tangani," kata Sri Mulyani ketika melantik pejabat di Kemenkeu, Selasa (28/9/2021).

Wanita yang akrab disapa Ani ini menuturkan, tugas semakin berat karena tahun 2022 adalah tahun terakhir Indonesia harus mengembalikan defisit fiskal sebesar 3 persen.

Sebelumnya sejak tahun 2020, pemerintah diizinkan menaikkan defisit fiskal di atas 3 persen karena situasi luar biasa akibat pandemi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pengurangan defisit dilakukan secara bertahap dengan besaran defisit tahun 2022 mencapai 4,85 persen.

"Ini adalah tahun terakhir dari 3 tahun periode yang ada di UU 2 tahun 2020 mengenai situasi luar biasa akibat pandemi. Instrumen keuangan negara harus sesuai dengan aturan UU kembali menuju kepada defisit di bawah 3 persen pada tahun 2023," beber dia.

Baca juga: Ada Pemda Belum Penuhi Syarat Salurkan TKDD, Sri Mulyani: Padahal Syaratnya Tak Rumit

Sri Mulyani mengungkap, tugas pejabat Kemenkeu masih akan sangat diwarnai dengan perkembangan Covid-19 yang belum pasti, terutama dalam mengumpulkan penerimaan negara.

Sebagai manusia, kata dia, jajaran di lingkup Kemenkeu harus menyiapkan berbagai kemungkinan, termasuk kemungkinan terburuk selain berharap Covid-19 bisa segera selesai.

"Inilah yang saya harapkan dalam melaksanakan tugas jabatan baru, memiliki optimisme dan harapan positif namun punya kewaspadaan dan kesiapan untuk menyiapkan kemungkinan yang tidak diinginkan terjadi," pungkas dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.