Sri Mulyani: Devisa Sektor Pariwisata Sama Besarnya dengan Devisa Kelapa Sawit

Kompas.com - 27/09/2021, 15:50 WIB
Menkeu secara daring dalam Konferensi Pers APBN Kita, Selasa (25/5/20w1) KemenkeuMenkeu secara daring dalam Konferensi Pers APBN Kita, Selasa (25/5/20w1)

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengajak seluruh stakeholder bersama-sama menggeliatkan sektor pariwisata.

Sebab, devisa dari sektor ini sama besarnya dengan devisa dari ekspor komoditas unggulan Indonesia, baik batubara atau kelapa sawit.

"Ayo kita bersama-sama karena sektor pariwisata adalah sektor yang bahkan sebelum Covid-19 pernah ingin menunjukkan sebagai sektor yang bisa men-generate devisa yang sama besarnya seperti yang dilakukan oleh komoditas," kata Sri Mulyani dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Parekraf, Senin (27/9/2021).

Baca juga: Anggaran Sektor Pariwisata Dipangkas untuk Penanganan Pandemi

Bendahara negara mengungkapkan, devisa yang sama besarnya dengan sektor komoditas tersebut sempat hampir terwujud sebelum pariwisata terdampak pandemi Covid-19.

Untuk itu, penanganan pandemi Covid-19 menjadi prioritas pemerintah untuk menggeliatkan kembali sektor yang mati suri tersebut.

Menurut dia, para wisatawan asing ataupun nasional akan kembali berkunjung bila tempat wisata yang dikunjunginya aman, nyaman, dan tidak membawa risiko penularan virus kepada keluarga.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Turis pasti tidak akan kembali melakukan kegiatan tourism sebelum mereka mendapat kepastian bahwa mereka bisa menuju kepada destinasi pariwisata secara aman dan nyaman. Maka ini yang jadi fokus utama tapi tidak berarti kami abai terhadap pandemi," ucap Sri Mulyani.

Sri Mulyani menjelaskan, saat ini momentum yang tepat untuk memulihkan sektor pariwisata mengingat seluruh dunia juga melakukan hal yang sama, yakni menarik minat turis untuk berwisata.

Baca juga: Gairahkan Pariwisata, Pemerintah Masih Andalkan Wisatawan Domestik

Pemerintah sudah memberikan insentif kepada sektor pariwisata.

Tahun ini saja, pemerintah mengalokasikan dana sekitar Rp 7,67 triliun untuk mendukung kawasan strategis pariwisata nasional, ekowisata, dan pelatihan SDM pariwisata.

Apalagi pandemi Covid-19 varian Delta mampu diatasi dari puncaknya di bulan Juni 2021.

"Kami melalui anggaran siap untuk mendukung agar sektor pariwisata di Indonesia dan ekonomi Indonesia secara keseluruhan bisa bangkit. Instrumen yang bisa kita gunakan dalam APBN dari mulai insentif pajak, bahkan pembayaran listrik abonemennya ditanggung pem, sampai dengan belanja melalui pusat dan daerah," pungkas Sri Mulyani.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.