Esther Sri Astuti S.A.
Direktur Program INDEF

Direktur Program INDEF

Memaknai Ekstensifikasi Cukai

Kompas.com - 12/10/2021, 06:09 WIB
Anda bisa menjadi kolumnis !
Kriteria (salah satu): akademisi, pekerja profesional atau praktisi di bidangnya, pengamat atau pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S2 dan S3. Cara daftar baca di sini

UNTUK mendorong percepatan pemulihan ekonomi nasional serta menekan laju defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), pemerintah tengah berupaya mengoptimalkan potensi penerimaan negara salah satunya cukai.

Mengacu pada Rencana APBN (RAPBN) tahun 2022, penerimaan negara yang berasal dari cukai ditargetkan mencapai Rp 203,9 Triliun. Nominal tersebut naik hampir 12 persen (y-o-y), melonjak sangat tajam mengingat rata-rata kenaikan anual target cukai hanya berada pada kisaran 5 persen dalam kurun waktu 5 tahun terakhir.

Alhasil, porsi cukai terhadap total pendapatan di tahun depan juga akan meningkat menjadi 12 persen, lebih tinggi dibandingkan tahun 2021 yang berkontribusi sebesar 10 persen.

Peningkatan yang signifikan di tahun 2022 dikarenakan rencana pemerintah untuk menaikan tarif Cukai Hasil Tembakau (CHT) yang mendominasi lebih dari 90 persen dari total penerimaan cukai. Apalagi, berdasarkan data Kementerian Keuangan, realisasi CHT juga terus menunjukan progres yang positif sejak 2017.

Pada 2020 misalnya, realisasi penerimaan cukai mencapai Rp 176,3 triliun, melampaui target Rp 172,2 triliun, ditopang oleh dominasi CHT yang kontribusinya mencapai 95 persen. Alhasil, produk hasil tembakau mampu menyokong penerimaan negara di masa pandemi, meskipun pemerintah telah menaikan tarif CHT hingga double digit dan adanya pelemahan daya beli masyarakat.

Selain itu, Dana Bagi Hasil (DBH) yang bersumber dari CHT turut memegang peranan penting dalam membantu menambal defisit keuangan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan hingga menolong penanganan pandemi Covid-19.

Baca juga: Dua Sisi Cukai Tembakau

Indikator-indikator tersebut yang membuat pemerintah optimis akan tercapainya target penerimaan cukai tahun 2022.

Namun, pemerintah perlu cermat dalam mengambil kebijakan karena konsumsi rokok yang merupakan sasaran utama CHT bersifat inelastis. Ini berarti masyarakat tetap mengonsumsi walaupun terjadi kenaikan harga. Meskipun demikian, preferensinya bersifat elastis di mana terjadinya kenaikan harga akibat CHT akan membuat masyarakat menurunkan kualitas konsumsi rokok misal dari golongan 1 ke golongan 2 atau bahkan beralih ke rokok ilegal.

Malaysia menjadi salah satu contoh kasus bahwa kenaikan cukai eksesif menghasilkan permintaan rokok illegal yang tinggi sehingga berakibat hilangnya potensi negara dan matinya industri rokok. Alhasil, pemerintah Indonesia perlu untuk mencari tarif CHT yang optimal agar tidak kehilangan sumber pendapatan.

Di sisi lain, untuk mengoptimalkan penerimaan cukai negara sekaligus mengatur tata kelolanya agar tercapai tujuan ekonomi dan non ekonomi seperti pendapatan negara meningkat, perluasan kesempatan kerja, dan pembatasan konsumsi atas dasar aspek kesehatan, maka diperlukan peta jalan industri HT. Hal ini dkarenakan agar pelaku usaha memiliki kepastian dalam menjalankan bisnis.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Erick Thohir Sebut Eropa Tertarik Beli Komponen Biodiesel Pertamina

Erick Thohir Sebut Eropa Tertarik Beli Komponen Biodiesel Pertamina

Whats New
Menaker Tinjau Penyaluran  BSU Nakes RS di Jawa Timur

Menaker Tinjau Penyaluran BSU Nakes RS di Jawa Timur

Whats New
Kementerian ESDM Apresiasi Perusahaan yang Terapkan Teknik Pertambangan yang Baik

Kementerian ESDM Apresiasi Perusahaan yang Terapkan Teknik Pertambangan yang Baik

Whats New
Perbandingan Harga BBM Terbaru, Pertamax Turun, Vivo Revvo 92 dan Shell Super Ikutan Turun

Perbandingan Harga BBM Terbaru, Pertamax Turun, Vivo Revvo 92 dan Shell Super Ikutan Turun

Whats New
Update Harga BBM Terbaru di Semua SPBU per Oktober 2022

Update Harga BBM Terbaru di Semua SPBU per Oktober 2022

Whats New
Mulai November 2022, Bandara Kertajati Layani 4 Penerbangan Umrah

Mulai November 2022, Bandara Kertajati Layani 4 Penerbangan Umrah

Whats New
Lowongan Kerja Tempo Scan untuk Lulusan S1, Cek Posisi dan Syaratnya

Lowongan Kerja Tempo Scan untuk Lulusan S1, Cek Posisi dan Syaratnya

Work Smart
Kode Transfer dan Cara Top Up ShopeePay melalui Bank BCA

Kode Transfer dan Cara Top Up ShopeePay melalui Bank BCA

Whats New
Harga Turun Per 1 Oktober, Simak Rincian Harga BBM Shell Terbaru di 5 Daerah

Harga Turun Per 1 Oktober, Simak Rincian Harga BBM Shell Terbaru di 5 Daerah

Whats New
Daftar Harga Pertamax Terbaru dari Aceh hingga Papua per 1 Oktober 2022

Daftar Harga Pertamax Terbaru dari Aceh hingga Papua per 1 Oktober 2022

Whats New
4 SPBU Kompak Turunkan Harga, Ini Perbandingan Harga BBM Terbaru di Pertamina, Shell, Vivo, BP-AKR

4 SPBU Kompak Turunkan Harga, Ini Perbandingan Harga BBM Terbaru di Pertamina, Shell, Vivo, BP-AKR

Whats New
4 Tips Menghadapi Dampak Inflasi, Apa Saja?

4 Tips Menghadapi Dampak Inflasi, Apa Saja?

Spend Smart
Harga Pertamax Turun, Kapan Giliran Pertalite dan Solar Subsidi?

Harga Pertamax Turun, Kapan Giliran Pertalite dan Solar Subsidi?

Whats New
Biaya Admin BCA Syariah, Setoran Awal, dan Limitnya

Biaya Admin BCA Syariah, Setoran Awal, dan Limitnya

Spend Smart
Per 1 Oktober 2022, Harga Pertamax Turun, Kini Hanya Terpaut Rp 250 Dibanding BP 92 di BP-AKR

Per 1 Oktober 2022, Harga Pertamax Turun, Kini Hanya Terpaut Rp 250 Dibanding BP 92 di BP-AKR

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.