Kompas.com - 21/10/2021, 11:08 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam rapat kerja bersama Komisi XI DPR RI membahas RUU HKPD, Senin (13/9/2021). Dok. Kementerian KeuanganMenteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam rapat kerja bersama Komisi XI DPR RI membahas RUU HKPD, Senin (13/9/2021).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani melaporkan, realisasi anggaran program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) sudah mencapai Rp 428,21 triliun hingga 15 Oktober 2021.

Realisasi tersebut setara dengan 57,5 persen dari pagu Rp 744,77 triliun. Realisasi pun lebih tinggi dibanding tanggal 24 September 2021 lalu yang sebesar Rp 404,70 triliun.

Bendahara negara ini mengungkapkan, alokasi program PEN yang mencapai Rp 744,77 triliun sudah mengalami beberapa perubahan. Semula, pemerintah hanya mengalokasikan anggaran PEN sebesar Rp 428 triliun.

Baca juga: BPK Identifikasi Adanya Potensi Fraud Terhadap Dana PC PEN senilai Rp 29,4 Triliun

"Ini menggambarkan keuangan negara sangat fleksibel dalam merespons tantangan Covid-19 yang memang sangat berubah dan terus dinamis," kata Sri Mulyani dalam Seminar Sinergi Pengawasan Nasional Program PCPEN Tahun 2021 secara virtual di Jakarta, Kamis (21/10/2021).

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini menjelaskan, realisasi anggaran di klaster kesehatan sudah mencapai 53,9 persen atau Rp 115,84 triliun dari pagu Rp 214,96 triliun.

Anggaran digunakan untuk penggunaan rumah sakit darurat Asrama Haji Pondok Gede, pembagian paket obat untuk masyarakat, biaya perawatan untuk 580.290 pasien, insentif 1,26 juta nakes pusat.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Lalu, santunan kematian untuk 446 nakes, pengadaan 121,41 juta dosis vaksin, dan bantuan iuran JKN untuk 34,71 juta orang.

"Program untuk penanganan Covid-19 di bidang kesehatan juga melonjak tinggi, kalau tahun sebelumnya di bawah Rp 160 triliun, tahun ini bidang kesehatan mencapai lebih dari Rp 214 triliun dan hari ini realisasinya mencapai Rp 115,84 triliun," ucap Sri Mulyani.

Sri Mulyani berujar, meski pemerintah sudah mengalokasikan ratusan triliun untuk bidang kesehatan, peningkatan kasus Covid-19 bisa saja terjadi lagi, mengingat virusnya masih ada.

Apalagi jika efek vaksin Covid-19 sudah mulai menurun dengan berjalannya waktu. Begitu pula dengan adanya normalisasi kegiatan yang menimbulkan probabilitas terjadinya kenaikan kasus.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.