Nasabah Tak Perlu Bayar Utang ke Pinjol Ilegal, Apa Dasar Hukumnya?

Kompas.com - 21/10/2021, 16:11 WIB
Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya menggerebek tempat usaha pinjaman online (pinjol) ilegal yang terletak di Ruko Gading Bukit Indah, Kelapa Gading, Jakarta Utara pada Senin (18/10/2021). KOMPAS.COM/ IRA GITADirektorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya menggerebek tempat usaha pinjaman online (pinjol) ilegal yang terletak di Ruko Gading Bukit Indah, Kelapa Gading, Jakarta Utara pada Senin (18/10/2021).

KOMPAS.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendukung imbauan pemerintah yang meminta masyarakat agar tak lagi membayar tunggakan utang beserta bunganya, apabila sudah terlanjur meminjam uang ke pinjaman online tak berizin alias pinjol ilegal

Pemerintah meminta masyarakat yang merasa memiliki utang untuk melaporkan ke kantor polisi apabila ada ancaman penagihan. 

Dalam perang melawan perusahaan pinjol ilegal, pemerintah dan OJK memutuskan untuk mengenakan pasal berlapis secara perdata maupun pidana bagi para pelaku pinjol ilegal. 

Para pelaku pinjol ilegal tersebut akan dikenakan ancaman hukuman atas tindakan pemerasan, perbuatan tidak menyenangkan, UU ITE, dan perlindungan konsumen.

Baca juga: 4 Cara Mengetahui Pinjol Terdaftar di OJK via Online

Ketua Satgas Waspada Investasi OJK, Tongam Lumban Tobing, menegaskan bahwa imbauan pemerintah agar masyarakat berhenti membayar cicilan pokok plus bunga terhadap pinjol ilegal sudah memiliki dasar hukum.

"Bahwa memang dari sudut pandang hukum perdata, pinjol ilegal ini tidak memenuhi suatu perjanjian sesuai dengan Pasal 13 KUP (Kitab Undang-undang) Perdata," terang Tongam dikutip dari live streaming Kompas TV, Kamis (21/10/2021).

Ia berujar, dalam KUP Perdata tersebut, dijelaskan bahwa pinjaman uang bisa saja dilakukan dengan syarat adanya perjanjian para pihak, dalam hal ini pinjol ilegal sebagai pihak pertama dan peminjam (debitur) sebagai pihak kedua. 

Yang jadi masalah, sambung dia, para pinjol ilegal ini tidak terdaftar dalam administrasi pemerintah maupun OJK, sehingga ketentuan para pihak dalam hukum perdata dinilai tidak sah. 

Baca juga: OJK Dukung Nasabah Pinjol Ilegal Tolak Bayar Utang Meski Ditagih

"Pertama kesepakatan para pihak. Ini (perjanjian) secara subjektifnya pinjol ilegal ini tidak ada kesepakatan para pihak. Karena tidak ada kesetaraan, jadi ini juga tidak memenuhi syarat subjektifnya (sebagai para pihak)," tutur Tongam. 

Dia melanjutkan, aspek perdata lainnya yang dilanggar pinjol ilegal adalah objek hukum. Sama halnya dengan perjanjian para pihak, status ilegal juga membuat perusahaan pinjol tidak diakui sebagai objek hukum perdata.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

Sumber Kompas TV
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wall Street Menguat, Saham Citigroup dan Paramount Global Melesat

Wall Street Menguat, Saham Citigroup dan Paramount Global Melesat

Whats New
Soal Jabatan Lin Che Wei di Kemenko Perekonomian, Ini Kata Pemerintah

Soal Jabatan Lin Che Wei di Kemenko Perekonomian, Ini Kata Pemerintah

Whats New
Profil Lin Che Wei, dari Ekonom hingga Penasihat Banyak Menteri

Profil Lin Che Wei, dari Ekonom hingga Penasihat Banyak Menteri

Whats New
Ini Peran Lin Che Wei dalam Kasus Dugaan Korupsi Minyak Goreng

Ini Peran Lin Che Wei dalam Kasus Dugaan Korupsi Minyak Goreng

Whats New
Soal Telkom Rugi Investasi di GoTo, Stafsus Erick Thohir: Ini Bisnis Jangka Panjang, Bedakan dengan Jiwasraya

Soal Telkom Rugi Investasi di GoTo, Stafsus Erick Thohir: Ini Bisnis Jangka Panjang, Bedakan dengan Jiwasraya

Whats New
4 BUMN Mengantre untuk Dibubarkan

4 BUMN Mengantre untuk Dibubarkan

Whats New
Cara Top Up ShopeePay lewat ATM BRI, BCA, BNI, dan Mandiri

Cara Top Up ShopeePay lewat ATM BRI, BCA, BNI, dan Mandiri

Spend Smart
Simak 5 Cara Cek Resi Anteraja lewat Ponsel dengan Mudah

Simak 5 Cara Cek Resi Anteraja lewat Ponsel dengan Mudah

Whats New
Lawan Perubahan Iklim, Raksasa Teknologi NTT Ltd Luncurkan Layanan IoT Keberlanjutan untuk Korporasi

Lawan Perubahan Iklim, Raksasa Teknologi NTT Ltd Luncurkan Layanan IoT Keberlanjutan untuk Korporasi

Rilis
Kilang Pertamina 5 Kali Terbakar dalam 2 Tahun

Kilang Pertamina 5 Kali Terbakar dalam 2 Tahun

Whats New
Kemenhub Ungkap Alasan Tak Jadi Berlakukan Pembebasan Tarif Tol Jika Macet Saat Mudik Lebaran

Kemenhub Ungkap Alasan Tak Jadi Berlakukan Pembebasan Tarif Tol Jika Macet Saat Mudik Lebaran

Whats New
Mudah, Begini Cara Mencari ATM Bank DKI Terdekat lewat HP

Mudah, Begini Cara Mencari ATM Bank DKI Terdekat lewat HP

Whats New
RI-Jepang Buka Program Pelatihan Perawat Lansia

RI-Jepang Buka Program Pelatihan Perawat Lansia

Rilis
Resmi, Ini Daftar 11 Nama Badan Perwakilan Anggota AJB Bumiputera yang Lolos Fit and Proper Test

Resmi, Ini Daftar 11 Nama Badan Perwakilan Anggota AJB Bumiputera yang Lolos Fit and Proper Test

Whats New
BPJS Kesehatan Diminta Tingkatkan Literasi Masyarakat tentang Asuransi Sosial

BPJS Kesehatan Diminta Tingkatkan Literasi Masyarakat tentang Asuransi Sosial

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.