Berhasil Tekan Beban Bunga, Bank BTPN Cetak Laba Rp 2,05 Triliun

Kompas.com - 29/10/2021, 05:55 WIB
CEO Bank BTPN Ongki Wanadjati, hadir dalam kegiatan CEO Wisdom di Redaksi Kompas, Menara Kompas, Palmerah, Jakarta, Jumat (15/3/2019). KOMPAS.com/RODERICK ADRIAN MOZESCEO Bank BTPN Ongki Wanadjati, hadir dalam kegiatan CEO Wisdom di Redaksi Kompas, Menara Kompas, Palmerah, Jakarta, Jumat (15/3/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Bank BTPN Tbk membukukan laba bersih sebesar Rp 2,05 triliun pada periode Januari-September 2021.

Capaian itu meningkat 32 persen secara tahunan (year on year/yoy), dari Rp 1,54 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Direktur Utama Bank BTPN Ongki Wanadjati Dana mengatakan, pertumbuhan itu selaras dengan upaya perusahaan menurunkan biaya bunga dan menjaga biaya kredit.

Baca juga: Laba Bersih BTPN Syariah Melesat 116 Persen Jadi Rp 1,1 Triliun

Tercatat beban bunga Bank BTPN turun sebesar 39 persen secara yoy dari Rp 4,54 triliun menjadi Rp 2,76 triliun, dengan biaya kredit yang lebih rendah 19 persen, dari Rp 1,95 triliun, menjadi Rp 1,59 triliun karena penyesuian metode penerapan PSAK 71.  

Dengan kedua realisasi itu, pendapatan bunga bersih Bank BTPN naik 5 persen secara yoy dari Rp 7,93 triliun pada akhir September 2020, menjadi Rp 8,31 triliun pada akhir September 2021.

“Bank BTPN mencatatkan hasil yang baik dari waktu ke waktu, didukung oleh kondisi ekonomi yang membaik dan optimisme masyarakat yang meningkat terhadap pemulihan ekonomi, serta strategi Bank BTPN yang mengutamakan prinsip kehati-hatian dalam beradaptasi di era new normal,” tutur Ongki dalam keterangannya, Kamis (28/10/2021).

Selain pendapatan bunga bersih, Bank BTPN juga mencatat kenaikan pendapatan operasional lainnya sebesar 11 persen yoy dari Rp 1,31 triliun menjadi Rp 1,45 triliun, yang berasal dari peningkatan pendapatan fee, salah satunya dari penjualan produk investasi.

Baca juga: Jenius Bank BTPN Dukung Penangkapan Polisi terhadap Terduga Pelaku Kejahatan Perbankan

Adapun beban bunga Bank BTPN tercatat lebih rendah sejalan dengan tren penurunan suku bunga acuan Bank Indonesia dan meningkatnya saldo dan rasio Current Account Saving Account (CASA).  

Bank BTPN mencatat peningkatan saldo CASA sebesar 37 persen menjadi Rp 35,57 triliun pada akhir September 2021, dari Rp 25,95 triliun pada periode yang sama tahun lalu. Rasio CASA terhadap total dana pihak ketiga juga meningkat menjadi 34 persen dari 26 persen.

Meskipun demikian, penyaluran kredit Bank BTPN mengalami penurunan sebesar 7 persen secara yoy menjadi Rp 137,66 triliun pada akhir kuartal-III 2021, dari Rp 148,81 triliun, sebagai dampak dari permintaan kredit yang masih belum kembali ke tingkat permintaan sebelum pandemi.

Penurunan penyaluran kredit juga mengakibatkan penurunan aset sebesar 2 persen secara yoy menjadi Rp 183,02 triliun, dari Rp 186,90 triliun.

Baca juga: Pelaku Pembobolan Data Nasabah Ditangkap, Ini Respons Bank BTPN

“Terlepas dari penurunan kredit secara tahun-ke-tahun, penyaluran kredit sampai dengan akhir triwulan III-2021 menunjukkan peningkatan dibandingkan angka pada akhir triwulan sebelumnya. Jumlah kredit yang diberikan naik sebesar 1,5 persen kuartal-ke-kuartal, dan ini merupakan tanda yang baik, yaitu terjadi peningkatan aktivitas masyarakat,” ucap Ongki.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.