Kompas.com - 04/11/2021, 20:00 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan dilaporkan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) oleh Partai Rakyat Adil Makmur (Prima). Laporan tersebut terkait dugaan keterlibatan Luhut dalam bisnis tes polymerase chain reaction (PCR).

Menanggapi hal tersebut, Juru Bicara Menko Marves Jodi Mahardi mengatakan, pihaknya akan tetap menghargai laporan tersebut. Menurutnya, setiap warga negara bebas membuat laporan ke KPK selama memenuhi syarat.

"Kita menghargai proses itu. Jadi Pak Luhut sendiri tidak merasa khawatir dengan laporan tersebut, karena memang tidak ada yang ditutupi, apalagi untuk tujuan bisnis pribadi. Tidak pernah ada keuntungan pribadi dalam bentuk apa pun yang diterima Pak Luhut dari bantuan yang selama ini diberikan. Semua yang dilakukan Pak Luhut selama ini adalah bentuk kontribusi dan pengabdiannya untuk negara," ujarnya melalui pesan tertulis, Kamis (4/11/2021).

Baca juga: Kata Garuda Indonesia Soal Harga Sewa Pesawat yang Kemahalan

Jodi menambahkan, pada dasarnya, Luhut berupaya untuk mengatasi pandemi Covid-19 dengan cara menyediakan fasilitas tes berupa PCR. Sebab kata dia, saat pandemi Covid-19 terjadi di Indonesia awal Maret 2020, tempat tes Covid-19 sangat susah dicari.

"Ketika terjadi situasi darurat pada awal masa pandemi tahun lalu di mana banyak negara berebut alat PCR, alat ekstraksi rNA, reagen buat PCR dan buat rNA, dan sebagainya, Pak Luhut secara pribadi diminta ikut membantu. Sehingga Pak Luhut tergerak untuk membantu supaya saat itu Indonesia punya fasilitas tes Covid-19 dengan kapasitas yang besar," kata dia.

Bahkan kata Jodi, keuntungan yang diperoleh PT Genomik Solidaritas Indonesia (GSI) dikembalikan ke masyarakat lewat pemberian tes swab dan juga genome sequencing secara gratis untuk membantu Kementerian Kesehatan.

"Jadi bukan dibagi-bagi dalam bentuk dividen kepada pemegang saham atau dalam bentuk lainnya," kata dia.

Sebelumnya, Partai Rakyat Adil Makmur (Prima) melaporkan Luhut serta Menteri BUMN Erick Thohir ke KPK. Wakil Ketua Umum Partai Prima Alif Kamal mengatakan, laporan terhadap dua menteri itu dilakukan berdasarkan hasil investigasi pemberitaan media terkait dugaan adanya keterlibatan pejabat negara dalam bisnis PCR.

Alif menilai, investigasi pemberitaan media terkait keterlibatan dua pejabat itu patut ditindaklanjuti oleh KPK sebagai data awal. Selanjutnya, ia meminta KPK mendalami lebih jauh terkait dugaan adanya penggunaan kekuasaan untuk bermain dalam bisnis PCR.

Baca juga: Luhut Bantah Tuduhan Terlibat Bisnis Tes PCR

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Disorot New York Times, Berapa Anggaran Jumbo Polri dari APBN?

Disorot New York Times, Berapa Anggaran Jumbo Polri dari APBN?

Whats New
Bertemu Presiden FIFA, Erick Thohir: Mereka Siap Dukung Sepakbola Indonesia Secara Maksimal

Bertemu Presiden FIFA, Erick Thohir: Mereka Siap Dukung Sepakbola Indonesia Secara Maksimal

Whats New
Fakta-fakta Banjir di Tol BSD, Kejadian Keempat Kalinya, Penyempitan Air Sungai hingga Peninggian Badan Jalan

Fakta-fakta Banjir di Tol BSD, Kejadian Keempat Kalinya, Penyempitan Air Sungai hingga Peninggian Badan Jalan

Whats New
Turun Rp 5.000 Per Gram, Berikut Rincian Harga Emas Antam Hari Ini

Turun Rp 5.000 Per Gram, Berikut Rincian Harga Emas Antam Hari Ini

Earn Smart
Distributor Merek Honda Buka Banyak Lowongan Kerja untuk Lulusan S1, Tertarik?

Distributor Merek Honda Buka Banyak Lowongan Kerja untuk Lulusan S1, Tertarik?

Work Smart
Rincian Harga Emas Hari Ini di Pegadaian, dari 0,5 Gram hingga 1 Kg

Rincian Harga Emas Hari Ini di Pegadaian, dari 0,5 Gram hingga 1 Kg

Spend Smart
Daftar Lelang Rumah Murah di Bogor, Nilai Limit Mulai Rp 69 Juta

Daftar Lelang Rumah Murah di Bogor, Nilai Limit Mulai Rp 69 Juta

Spend Smart
Ini 4 Tips Anti-menganggur ala Stafsus Mensesneg Pasca-lulus Kuliah

Ini 4 Tips Anti-menganggur ala Stafsus Mensesneg Pasca-lulus Kuliah

Work Smart
Bahlil: Dunia Sedang Menyaksikan Pertarungan Para Pemimpin Negara Atasi Ketidakpastian Ekonomi Global

Bahlil: Dunia Sedang Menyaksikan Pertarungan Para Pemimpin Negara Atasi Ketidakpastian Ekonomi Global

Whats New
Harga Minyak Mentah Dunia Naik Usai OPEC+ Umumkan Pemangkasan Produksi 2 Juta Barrel Per Hari

Harga Minyak Mentah Dunia Naik Usai OPEC+ Umumkan Pemangkasan Produksi 2 Juta Barrel Per Hari

Whats New
Dua Hari Berturut-turut Menguat, Bagaimana Proyeksi IHSG Hari Ini?

Dua Hari Berturut-turut Menguat, Bagaimana Proyeksi IHSG Hari Ini?

Whats New
Ditjen Pajak Sita 4 Truk BBM Milik Perusahaan Berkasus Penggelapan Pajak

Ditjen Pajak Sita 4 Truk BBM Milik Perusahaan Berkasus Penggelapan Pajak

Whats New
Simak Cara Daftar BLT BBM secara Online

Simak Cara Daftar BLT BBM secara Online

Whats New
[POPULER MONEY] Hasil Prafinalisasi Pendataan Tenaga Non-ASN 2022 | Harga Pertamax Turun

[POPULER MONEY] Hasil Prafinalisasi Pendataan Tenaga Non-ASN 2022 | Harga Pertamax Turun

Whats New
Pengelola Tol BSD: Jalan Tol Ini Bukan Penyebab Banjir

Pengelola Tol BSD: Jalan Tol Ini Bukan Penyebab Banjir

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.