Wamenkeu Minta E-Commerce Jadi Mitra Pemerintah Tingkatkan Pajak

Kompas.com - 10/11/2021, 18:08 WIB
Ilustrasi e-commerce yang dapat diakses melalui website dan aplikasi. Dok. ShutterstockIlustrasi e-commerce yang dapat diakses melalui website dan aplikasi.

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Menteri Keuangan, Suahasil Nazara mengatakan, platform digital seperti platform belanja online (e-commerce) harus menjadi mitra pemerintah dalam menaikkan penerimaan pajak.

Pasalnya, sejak 1,5 tahun terakhir, platform daring sudah mendominasi perekonomian. Hal ini membuat penerimaan pajak dari bisnis konvensional sedikit demi sedikit bergeser.

Baca juga: Cek, Penghasilan Tak Kena Pajak untuk Orang Lajang dan Pasangan 

"Saya ingin sampaikan platform digital seperti Grab, e-commerce yang lain, idealnya ikut jadi mitra pemerintah, memastikan indahnya business opportunity tersebut ikut mendorong, tidak mengurangi kemampuan negara untuk membiayai pembangunan masa depan," kata Suahasil dalam diskusi akademik LPEM UI, Rabu (10/11/2021).

Suahasil berujar, munculnya peluang bisnis baru (business opportunity) di masa pandemi Covid-19 seharusnya menjadi basis pajak baru bagi pemerintah.

Jika tidak ada dukungan dari platform digital untuk membayar dan menarik pajak, negara nantinya tidak bisa membangun infrastruktur yang lebih mumpuni.

Padahal, pembangunan infrastruktur ujung-ujungnya dibutuhkan oleh para pemain di industri tersebut.

Baca juga: Kemenkop Minta E-Commerce Dukung Pelaku Usaha Wastra

"Kalau tidak, maka yang terjadi adalah nanti negaranya tidak bisa membangun infrastruktur dengan baik. Infrastrukturnya tentu digunakan kembali oleh business opportunity kita," beber dia.

Suahasil mengatakan, para pelaku usaha industri digital harus memperhatikan bahwa pemerintah membutuhkan penerimaan negara untuk beragam pembangunan.

Dengan demikian, masukan dari berbagai pihak termasuk pelaku usaha dibutuhkan untuk merumuskan kesiapan pemerintah menarik basis pajak baru yang lebih relevan dan sesuai ketentuan.

"Jadi sekali lagi, hubungan antar elemen ini sangat penting, delicate, dan sangat promising. Kita perlu selalu melihat bahwa yang namanya business opportunity juga tidak terlepas dari opportunity cost," pungkas Suahasil.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.