Teknologi Augmented Reality Bisa Bantu Manajemen Kelola Bisnis

Kompas.com - 19/11/2021, 18:02 WIB
Dalam ruang Augmented Reality, kamu dapat merasakan sensasi sedang turut membantu para pekerja membangun sebuah ruangan dan ditemani oleh orang Belanda menggunakan pakaian zaman kolonial Belanda, Gedung Sate, Bandung, Kamis (16/1/2020). kompas.com / Nabilla RamadhianDalam ruang Augmented Reality, kamu dapat merasakan sensasi sedang turut membantu para pekerja membangun sebuah ruangan dan ditemani oleh orang Belanda menggunakan pakaian zaman kolonial Belanda, Gedung Sate, Bandung, Kamis (16/1/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Berdasarkan survey dari International Data Corporation, pada tahun 2019 tercatat ada 77 persen perusahaan global yang mulai mengembangkan AR dengan menggelontorkan dana sebesar Rp 19 miliar, memperoleh peningkatan pada produktivitas teknisi sebesar 40 persen.

Menilik besarnya manfaat dari AR, Hetra Teknologi Indonesia meluncurkan layanan AR bagi para pebisnis di Indonesia melalui Vuforia.

Vuforia Engine merupakan sebuah software yang berfungsi untuk menciptakan aplikasi AR yang dapat disebarkan ke berbagai macam telepon genggam, tablets, dan AR headsets maupun smart glasses.

Baca juga: BEI: Aturan Bursa Masih Relevan untuk Akomodasi Perusahaan Teknologi yang Akan IPO

“AR menambahkan beberapa manfaat bagi para pebisnis, seperti penyediaan langkah-langkah instruksi terkait suatu produk secara lengkap dan nyata. Hal ini memungkinkan para karyawan ataupun teknisi memahami suatu produk lebih dalam dan mudah,” kata Ayub K. Hermawan, Managing Director Hetra Teknologi Indonesia dalam siaran pers, Jumat (19/11/2021).

Sebagai teknologi yang menggabungkan benda maya dua dimensi ataupun tiga dimensi ke dalam sebuah lingkungan nyata lalu memproyeksikan benda-benda maya tersebut secara realitas dalam waktu nyata, AR juga memungkinkan pelanggan untuk terhubung dan berinteraksi dengan produk secara lebih nyata.

“AR juga memberikan kemudahan dalam melakukan active learning, yang artinya semua orang dapat mempelajari secara nyata kapan pun, dan dimana pun,” tambah dia.

Ayub bilang, AR merupakan masa depan baru bagi pebisnis, karena tidak hanya membuat proses pertukaran informasi menjadi lebih mudah, tapi AR juga memungkinkan pebisnis meningkatkan produktivitas dalam mengelola bisnisnya.

“Sayangnya, di Indonesia masih belum banyak yang menerapkan AR. Padahal, AR berguna untuk berbagai jenis bidang mulai dari pelayanan, pemasaran, produksi, hingga engineering,” jelas dia.

Baca juga: Manfaatkan Teknologi, Pembudidaya Ikan di Tulungagung Bisa Jual 35 Ton Ikan Per Bulan

Hingga saat ini, Vuforia telah memberikan layanan bagi lebih dari 60.000 aplikasi secara global dengan lebih dari 625 juta pengunduh di seluruh dunia.

Ia berharap, teknologi AR dapat mendukung pebisnis Indonesia untuk lebih mengembangkan usahanya melalui pemanfaatan teknologi.

“Kami berharap bisa mendukung pebisnis Indonesia, melihat banyak potensi dari adanya layanan AR ini,” tegas Ayub.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.