Jokowi Masih Cari Skema Transisi Energi agar Tarif Listrik Tidak Naik

Kompas.com - 22/11/2021, 17:27 WIB
Foto tangkapan layar YouTube Sekretariat Presiden: Presiden Joko Widodo meninjau Persemaian Modern Rumpin di Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat (19/11/2021). Kompas.com/Fitria Chusna FarisaFoto tangkapan layar YouTube Sekretariat Presiden: Presiden Joko Widodo meninjau Persemaian Modern Rumpin di Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat (19/11/2021).

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan pemerintah masih mengkaji skema transisi energi yang tepat untuk mencapai bebas emisi atau net zero emission di Indonesia. Hal itu mengingat transisi energi akan berdampak pada terkereknya harga energi.

Ia menjelaskan, harga pengoperasian energi baru terbarukan (EBT) lebih mahal ketimbang Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) yang berbasis batu bara, yang selama ini sudah digunakan sebagai sumber energi. Maka ketika beralih ke energi terbarukan, akan ada selisih harga dari energi sebelumnya.

"Misalnya pendanaan datang, investasi datang. Kan harganya lebih mahal dari batu bara. Siapa yang bayar gap-nya ini? Ini yang belum ketemu. Apa negara? Enggak mungkin, itu angkanya berapa ratus triliun, enggak mungkin," ungkapnya dalam acara The 10th Indo EBTKE ConEx 2021, Senin (22/11/2021).

Baca juga: Pemerintah Perpanjang PPKM Level 3 Sampai 6 Desember di 109 Wilayah Luar Jawa-Bali

Di sisi lain, lanjut Jokowi, gap tersebut juga tak bisa dibebankan kepada masyarakat, lantaran malah akan berdampak pada kenaikan tarif listrik hingga dua kali lipat.

"Atau dibebankan ke masyarakat? Tarif listrik naik? juga tidak mungkin. Ramai nanti kalau terjadi seperti itu, karena kenaikannya sangat tinggi sekali. Wong naiknya 10-15 persen saja demonya tiga bulan. Ini naik dua kali, enggak mungkin," imbuhnya.

Oleh sebab itu, penting untuk segera ditemukan skema yang tepat dalam mengejar target transisi energi. Jokowi bilang, dia sudah meminta jajarannya untuk menemukan skema yang bisa menyelesaikan persoalan gap harga energi tersebut.

Penugasan itu diberikan kepada Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif, dan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir.

"Tapi kalkukasinya harus yang riil, ada hitung-hitungan angka riilnya. Karena kalau ini (energi) bisa kita transisikan, pasti ada harga yang naik. Nah pas naik ini, pertanyaannya siapa yang tanggung jawab? Pemerintah atau masyarakat atau masyarakat global? Apa mau mereka nombokin negara ini? Ini bukan sesuatu yang mudah," ungkap Jokowi.

Baca juga: Cukupi Modal Inti, Bank Neo Bakal Right Issue Rp 2,5 Triliun

Menurut Jokowi, Indonesia sendiri memiliki potensi besar energi terbarukan yang bisa dikembangkan mencapai 418 giga watt (GW).

Mulai dari Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA), Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH), Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP), Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB), hingga Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Risma Beberkan Ada Dana Bansos Rp 2,7 Triliun Tertahan, Ini Penjelasan Himbara

Risma Beberkan Ada Dana Bansos Rp 2,7 Triliun Tertahan, Ini Penjelasan Himbara

Whats New
Lembaga Riset IDEAS: Angka Kemiskinan Turun, tapi Jumlah Pengangguran Bertambah

Lembaga Riset IDEAS: Angka Kemiskinan Turun, tapi Jumlah Pengangguran Bertambah

Whats New
Contoh Surat Resign dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris

Contoh Surat Resign dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris

Work Smart
Promo Minyak Goreng Bimoli di Superindo, Kemasan 2 Liter Rp 25.000

Promo Minyak Goreng Bimoli di Superindo, Kemasan 2 Liter Rp 25.000

Spend Smart
Harga Ayam Broiler dan Gula Pasir Naik, Berikut Harga Pangan di Jakarta Hari Ini

Harga Ayam Broiler dan Gula Pasir Naik, Berikut Harga Pangan di Jakarta Hari Ini

Spend Smart
139 Perusahaan Kembali Ekspor Batu Bara, ESDM: 1 Juta Ton Terkirim ke Luar Negeri

139 Perusahaan Kembali Ekspor Batu Bara, ESDM: 1 Juta Ton Terkirim ke Luar Negeri

Whats New
Pemalsuan Surat Jaminan BLBI, Mahfud MD: 1 Orang Pegawai Kemenkeu Sudah Dinonaktifkan

Pemalsuan Surat Jaminan BLBI, Mahfud MD: 1 Orang Pegawai Kemenkeu Sudah Dinonaktifkan

Whats New
Ada Kebijakan Minyak Goreng Satu Harga, Simak Rekomendasi Saham AALI, SIMP, dan LSIP

Ada Kebijakan Minyak Goreng Satu Harga, Simak Rekomendasi Saham AALI, SIMP, dan LSIP

Earn Smart
Varian Omicron Meningkat di Jabodetabek, Luhut: Ini Teater Perang Sesungguhnya

Varian Omicron Meningkat di Jabodetabek, Luhut: Ini Teater Perang Sesungguhnya

Whats New
Bank Indonesia Akui Diretas, Kena Serangan 'Ransomware', Data Kritikal Dipastikan Aman

Bank Indonesia Akui Diretas, Kena Serangan "Ransomware", Data Kritikal Dipastikan Aman

Whats New
3 Minggu Tax Amnesty Jilid II, Negara Sudah Dapat Rp 467 Miliar

3 Minggu Tax Amnesty Jilid II, Negara Sudah Dapat Rp 467 Miliar

Whats New
Trading Challenge Tesla 2021 Usai, Astronacci International Ajak Masyarakat Bangkit dan Kejar Mimpi

Trading Challenge Tesla 2021 Usai, Astronacci International Ajak Masyarakat Bangkit dan Kejar Mimpi

Rilis
Mau Beli Valas? Intip Kurs Rupiah Hari Ini di BCA hingga Bank Mandiri

Mau Beli Valas? Intip Kurs Rupiah Hari Ini di BCA hingga Bank Mandiri

Spend Smart
IHSG dan Rupiah Melaju di Zona Merah Pagi Ini

IHSG dan Rupiah Melaju di Zona Merah Pagi Ini

Earn Smart
Ragam Tingkah Pengemplang BLBI, Enggan Bayar Utang hingga Jadikan Laut sebagai Jaminan

Ragam Tingkah Pengemplang BLBI, Enggan Bayar Utang hingga Jadikan Laut sebagai Jaminan

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.