Dua Pentolan Buruh Temui Ketum Kadin, Ini yang Dibahas

Kompas.com - 07/12/2021, 13:08 WIB


JAKARTA, KOMPAS.com – Dua pentolan buruh dari Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) dan Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) melakukan pertemuan dengan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia.

Keduanya yaitu Presiden KSPSI Andi Gani Nena Wea dan Presiden KSPI Said Iqbal, yang berjumpa langsung untuk berdialog dengan Ketua Umum Kadin Indonesia Arsjad Rasjid di Jakarta, Senin (6/12/2021).

Presiden KSPSI Andi Gani Nena Wea menjelaskan, pertemuan ini berlandaskan atas rasa saling percaya untuk membuat hubungan pekerja dan pengusaha harmonis.

Baca juga: Ini Daerah dengan Gaji UMR Tertinggi dan Terendah di Pulau Jawa

Andi Gani menegaskan, diskusi dengan Kadin ini juga bukan hanya soal upah tapi juga masalah investasi, pertumbuhan ekonomi, hingga peningkatan skill pekerja.

"Ini membuktikan, buruh tidak hanya mengandalkan aksi jalanan tapi juga menjalin hubungan serta dialog agar tercipta solusi," ujarnya.

Dalam pertemuan ini, kedua pihak sepakat untuk membentuk Kelompok Kerja (Pokja) untuk mendiskusikan isu-isu kesejahteraan buruh lebih mendalam.

"Minggu depan kita akan bentuk tim asistensi yang nantinya akan membentuk Pokja. Jadi, ini bukan hanya mendiskusikan soal upah, tapi lebih luas lagi," ungkapnya.

Ke depan, kata Andi Gani, Pokja ini membahas tentang kesempatan vokasi bagi pekerja, informasi lapangan kerja, upgrading skill, dan lainnya.

Baca juga: Cek Lagi Daftar UMR 2022 Tertinggi dan Terendah di Jabodetabek

"Misalnya, tadi Pak Arsjad (Ketua Umum Kadin) bilang banyak lapangan kerja di Hungaria, ada vokasi yang dibutuhkan di sana. Jadi lebih luas lagi, membuka lapangan kerja di luar negara-negara yang selama ini jadi target pekerja," jelasnya.

Meski demikian, Andi Gani memastikan buruh tetap kritis dan tegas untuk terus mengawal keadilan. Hal ini dibuktikan dengan rencana aksi ribuan buruh pada Rabu (8/12/2021) besok di Mahkamah Konstitusi (MK).

Ia akan memimpin langsung aksi demonstrasi damai itu dan akan diterima pimpinan MK. Aksi itu terkait putusan MK terhadap UU Cipta Kerja yang dinilai multitafsir.

"Kami akan meminta penjelasan amar 4 dan 7 penjelasannya seperti apa penjelasan secara hukum. Bagi kami, ketika inskontitusional bersyarat, semuanya ditangguhkan. Seperti amar 7 putusan MK, artinya PP Nomor 36 soal pengupahan juga tidak boleh diberlakukan, kembali ke peraturan lama," tuturnya.

Andi Gani yang juga Pimpinan Konfederasi Buruh Se-ASEAN (ATUC) mengungkapkan, buruh di Batam dan Tangerang juga telah bergerak secara besar-besaran.

Baca juga: Daftar UMK Terendah di Pulau Jawa, Mayoritas di Jawa Tengah

Dirinya dan Said Iqbal meminta kepada seluruh buruh aksi harus damai dan menjaga ketertiban di wilayah masing-masing serta tetap waspada dari penyusupan.

Presiden KSPI Said Iqbal sendiri juga mengapresiasi Ketua Umum Kadin Indonesia Arsjad Rasjid mau berdialog dengan buruh.

Iqbal mengatakan, banyak persamaan yang ditemukan untuk memajukan bangsa dan negara lewat dialog sosial dengan rasa saling percaya (mutual trust) dan hubungan kemitraan (partnership equality).

"Banyak pandangan kalau buruh dan pengusaha sering konflik atau saling tidak berkompromi. Hari ini hal itu terbantahkan dengan adanya diskusi hangat antara pimpinan buruh dan pimpinan pengusaha," jelasnya.

Menurutnya, ini menjadi momentum sekaligus pondasi dasar agar bisnis bisa terus berjalan, pertumbuhan ekonomi bisa dikejar, dan hubungan industrial yang harmonis diharapkan mampu berjalan dengan baik.

"Kita tidak boleh berhenti di tataran keputusan MK soal UU Cipta Kerja dan upah. Dengan membuka ruang dialog konstruktif kekeluargaan, kita bisa duduk bersama. Banyak yang bisa dilakukan bersama seperti vokasional, training, upgrade skill, mempersiapkan buruh menghadapi industri 4.0 dan lainnya," jelasnya.

Ketua Umum Kadin Indonesia Arsjad Rasjid mengatakan, antara pengusaha dan buruh memiliki korelasi yang kuat dan saling membutuhkan.

Baca juga: Simak Urutan UMK Tertinggi di Pulau Jawa Tahun 2022

"Pengusaha membutuhkan buruh dan buruh membutuhkan pengusaha. Itu tidak dapat dipisahkan," tegasnya.

Arsjad melihat pertemuan dengan pimpinan buruh ini akan membuka ruang untuk saling melengkapi. Apalagi, kata Arsjad, akan dibentuk Pokja.

Arsjad optimistis Pokja ini akan mengakomodir kesempatan bagi pekerja yang mau menjajal dunia usaha. Diharapkan, lanjut Arsjad, kesejahteraan serta skill buruh bisa semakin meningkat berkat adanya Pokja ini.

"Karena ini banyak juga teman-teman buruh yang mau jadi wirausaha, kenapa tidak, jadi ini sekaligus upaya memperkuat UMKM," katanya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.