Kompas.com - 18/01/2022, 09:32 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak di zona hijau pada awal perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) Selasa (18/1/2022). Demikian juga dengan mata uang garuda yang menguat pada perdagangan pasar spot.

Melansir data RTI, pukul 09.09 WIB, IHSG berada pada level 6.661,63 atau naik 17,71 poin (0,27 persen) dibanding penutupan sebelumnya pada level 6.645,04.

Sebanyak 224 saham melaju di zona hijau dan 151 saham di zona merah. Sedangkan 196 saham lainnya stagnan. Adapun nilai transaksi hingga saat ini mencapai Rp 784,98 miliar dengan volume 1,15 miliar saham.

Baca juga: Ini Pembelian Saham Rp 92 Miliar yang Bikin Kaesang Dilaporkan ke KPK

Bursa Asia hijau dengan kenaikan Nikkei 0,77 persen, Shanghai Komposit 0,26 persen, Strait Times 0,23 persen, dan Hang Seng Hong Kong 0,66 persen.

Analis Panin Sekuritas William Hartanto memperkirakan IHSG hari ini berpotensi bergerak sideways dengan kecenderungan menguat, setelah kemarin mampu bertahan di level support 6.645.

“Mampu bertahan di support 6.645, IHSG berpotensi rebound. Secara keseluruhan IHSG masih bergerak sideways dengan arah menguat. Sentimen positif dari net buy investor asing. Hari ini IHSG berpotensi bergerak mixed cenderung menguat dalam range 6.645 – 6.754,” kata William

Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS di pasar spot pagi ini menguat. Melansir Bloomberg, pukul 09.01 WIB rupiah bergerak pada level Rp 14.307 per dollar AS, atau naik 17 poin (0,12 persen) dibanding penutupan sebelumnya di level Rp 14.324 per dollar AS.

Pengamat pasar uang Ariston Tjendra mengatakan, meskipun pagi ini rupiah menguat, namun rupiah masih dibayangi sentimen negatif dari kenaikan yield obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun naik ke kisaran 1,82 persen, tertinggi sejak Januari 2020.

"Nilai tukar rupiah kemungkinan masih akan mendapatkan tekanan terhadap dollar AS dari kenaikan yield obligasi pemerintah AS hari ini," kata Ariston kepada Kompas.com.

Perkembangan pandemi Covid-19 juga masih diwaspadai pelaku pasar. Walaupun Omicron hanya menimbulkan gejala ringan tapi penyebaran yang meluas menimbulkan pembatasan aktivitas ekonomi di beberapa negara besar.

"Hal ini bisa mendorong pelaku pasar mencari aman di aset dollar AS," ujar Ariston.

Ariston memprediksi rupiah hari ini akan bergerak melemah pada kisaran Rp 14.350 per dollar AS hingga Rp 14.380 per dollar AS, dengan potensi support ke kisaran Rp 14.300 per dollar AS.

Baca juga: IHSG Hari Ini Masih Merah? Simak Rekomendasi Saham Hari Ini

Disclaimer: Artikel ini bukan untuk mengajak membeli atau menjual saham. Segala rekomendasi dan analisa saham berasal dari analis dari sekuritas yang bersangkutan, dan Kompas.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan atau kerugian yang timbul. Keputusan investasi ada di tangan Investor. Pelajari dengan teliti sebelum membeli/menjual saham.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.