IHSG Sesi I Ditutup Turun, Asing Jual Saham Matahari

Kompas.com - 03/02/2022, 12:51 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berakhir di zona merah pada penutupan sesi I perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (3/2/2022). Hal serupa juga dialami mata uang garuda di pasar spot yang melemah terhadap dollar AS.

Melansir RTI, pada penutupan perdagangan sesi I, IHSG berada pada level 6.680,68 atau turun 26,9 poin (0,4 persen) dibandingkan sebelumnya di level 6.707,65.

Sementara itu, terdapat 212 saham yang hijau, 289 saham merah dan 163 saham lainya stagnan. Jumlah transaksi siang ini mencapai Rp 14,8 triliun dengan volume 6,4 miliar saham.

Baca juga: IHSG Bakal Lanjut Menguat? Simak Rekomendasi Saham Hari Ini

Siang ini, Indo Tambangraya Megah (ITMG) catatkan aksi jual bersih tertinggi sebesar Rp 22,3 miliar. Saham ITMG melemah 2,23 persen di level Rp 20.850 per saham. Adapun volume perdagangan ITMG mencapai 2,7 juta saham dengan total transaksi Rp 56,2 miliar.

Net sell asing tertinggi juga dicatatkan oleh Matahari Department Store (LPPF) sebesar Rp 20,2 miliar. LPPF siang ini turun 1,05 persen ke level Rp 3.760 per saham. LPPF mencatatkan total transaksi Rp 39,5 miliar dengan volume 10,4 juta saham.

Menyusul saham Matahari Putra Prima (MPPA) yang juga catatkan aksi jual bersih tertinggi selanjutnya, sebesar Rp 19,1 miliar. MPPA siang ini ambles 6,3 persen di level Rp 266 per saham. Total transaksi MPPA siang ini mencapai Rp 59,2 miliar dengan volume 211,5 juta saham.

Aksi beli bersih tertinggi siang ini antara lain Bank Rakyat Indonesia (BBRI) dan Bank Central Asia (BBCA) masing-masing sebesar Rp 173 miliar dan Rp 34 miliar. BBRI siang ini naik 1,9 persen di level Rp 4.150 per saham, dan BBCA melemah 0,6 persen di level Rp 7.750 per saham.

Top losers siang ini antara lain, Net Visi Media (NETV) yang ambles 6,2 persen di level Rp 600 per saham, Elang Mahkota Teknologi (EMTK) juga teperosok 4,7 persen di level Rp 1.990 per saham, dan Bank Jago (ARTO) di level Rp 16.550 per saham atau turun 4,3 persen.

Sedangkan top gainers siang ini antara lain, Waskita Karya (WSKT) yang melesat 5,6 persen di level 650 per saham. Bank Syariah Indonesia (BRIS) meroket 4,8 persen di level Rp 1.620 per saham, dan Adaro Minerals Indonesia (ADMR) juga melesat 3,3 persen di level Rp 1.225 per saham.

Bursa Asia seperti Hang Seng Hong Kong dan Shanghai Komposit masih libur. Indeks Nikkei merah dengan penurunan 1,13 persen, sementara Strait Times menguat 1,8 persen

Berdasarkan data Bloomberg, rupiah pada tengah siang ini bergerak melemah. Pukul 12.24 WIB mata uang garuda berada di level Rp 14.378 per dollar AS atau turun 22 poin (0,15 persen) dibanding sebelumnya Rp 14.356 per dollar AS.

Baca juga: Bagaimana Cara Investasi Saham bagi Pemula?

Disclaimer: Artikel ini bukan untuk mengajak membeli atau menjual saham. Segala rekomendasi dan analisa saham berasal dari analis dari sekuritas yang bersangkutan, dan Kompas.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan atau kerugian yang timbul. Keputusan investasi ada di tangan Investor. Pelajari dengan teliti sebelum membeli/menjual saham.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.