Sri Mulyani soal Kenaikan PPN: Bukan untuk Menyusahkan Rakyat

Kompas.com - 22/03/2022, 12:17 WIB
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati buka suara soal keberatan masyarakat terhadap rencana naiknya tarif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dari 10 persen menjadi 11 persen pada April 2022.

Sri Mulyani mengatakan kenaikan tarif PPN semata-mata untuk membuat rezim pajak yang adil dan kuat, sesuai dengan rencana pemerintah sejak UU Harmonisasi Peraturan Perpajakan (HPP) masih digodok bersama DPR tahun lalu.

Menurut dia, rezim pajak yang adil dan kuat bukan untuk menyusahkan rakyat.

Baca juga: Ekonomi 2020-2021 Terus Membaik, Jokowi: Karena Kita Tidak Pernah Lockdown

"Pada keseluruhan, menciptakan sebuah rezim pajak yang adil tapi pada saat yang sama sebuah rezim pajak yang kuat. Kenapa kok kita butuh itu, memangnya kita butuh pajak yang kuat itu untuk nyusahin rakyat? Enggak. Karena pajak itu untuk membangun rakyat juga," kata Sri Mulyani dalam CNBC Economic Outlook 2022, Selasa (22/3/2022).

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia tersebut menyebut penguatan pajak berujung pada penguatan hidup masyarakat. Pasalnya, semua infrastruktur pendidikan, infrastruktur kesehatan, subsidi BBM hingga listrik, berasal dari APBN yang banyak bersumber dari pendapatan pajak.

Sayangnya kata dia, masih banyak masyarakat yang beranggapan tidak butuh infrastruktur tertentu, seperti jalan tol. Padahal ucapnya, jalan tol membangun pusat ekonomi baru sehingga sumber pertumbuhan dan pendapatan akan merata di seluruh negeri.

Baca juga: Sri Mulyani: Biaya Pemangkasan Emisi Karbon di Sektor Kehutanan Lebih Murah Dibandingkan Sektor Energi

"Jadi jangan dipikirkan, 'Oh, saya enggak perlu jalan tol, saya enggak makan jalan tol'. Enggak juga lah. Banyak sekali sebetulnya APBN melalui penerimaan pajak itu masuk kepada kebutuhan masyarakat," seloroh dia.

Menurut wanita yang karib disapa Ani itu, penguatan rezim pajak harus diperkuat sejak saat ini, mengingat APBN sudah bekerja keras selama pandemi Covid-19.

Baca juga: Harga Pangan Melesat, Tarif PPN Tetap Naik Mulai Bulan Depan

Penguatan juga diperlukan agar tarif PPN di dalam negeri juga mendekati tarif PPN di negara-negara tetangga dan OECD. Menurut pengamatannya, rata-rata tarif PPN di luar negeri mencapai 15 persen.

"Anda pakai listrik, elpiji, naik motor atau ojek, semuanya itu ada elemen subsidinya yang luar biasa cukup besar. Itu adalah uang pajak kita. Oleh karena itu, sebuah rezim pajak yang kuat adalah untuk jagain Indonesia sendiri, bukan untuk nyusahin rakyat," ungkap Ani.

Lebih lanjut Sri Mulyani berujar, peningkatan tarif PPN menjadi 11 persen mulai bulan April 2022 sudah didiskusikan matang-matang. Dia melihat masih ada ruang (space) untuk menaikkan tarif PPN di dalam negeri agar setara dengan negara lainnya.

Namun, sebutnya, pemanfaatan ruang ini tidak serta-merta membuat pemerintah langsung menaikkan tarif tinggi. Kenaikan tarif PPN sendiri dilakukan secara bertahap, dengan kenaikan sebesar 12 persen pada tahun 2025.

"Kita paham bahwa sekarang fokus kita pemulihan ekonomi, namun fondasi untuk pajak yang kuat harus mulai dibangun. Nah PPN kita, kita lihat space-nya masih ada, jadi kita naikkan hanya 1 persen," kata Sri Mulyani.

Baca juga: Cek Lagi, Ini Daftar Barang dan Jasa Tidak Kena PPN

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.