Wall Street Kembali Menguat, Saham Tesla Melonjak 8 Persen

Kompas.com - 29/03/2022, 06:39 WIB

NEW YORK, KOMPAS.com – Bursa saham New York Amerika Serikat kembali ditutup menguat pada perdagangan Senin (28/3/2022) waktu setempa (Selasa pagi WIB). Saham-saham teknologi memimpin kenaikan Wall Street.

Mengutip CNBC, S&P 500 naik 0,71 persen di posisi 4.575,52 Dow Jones Industrial Average (DJIA) bertambah 94,65 poin menjadi 34.955,89. Nasdaq Composite yang berfokus pada teknologi menguat 1,3 persen menjadi 14.354,90.

Saham Tesla memimpin kenaikan saham – saham teknologi, dengan lonjakan harga 8 persen. Kenaikan saham Tesla tidak terlepas dari sentimen rencana perusahaan yang akan membagikan dividen.

Baca juga: IHSG Ditutup Menguat, Asing Borong Saham TLKM, ANTM, dan BBRI

Sementara itu, imbal hasil Treasury untuk tenor 5 tahun naik menjadi 2,6 persen, sedangkan tenor 30 tahun turun kurang dari 1 basis poin menjadi 2,6 persen. Sementara itu untuk tenor 2 – 10 tahun masih tetap positif saat ini.

Saham perbankan bergerak melemah pada awal pekan, menyusul imbal hasil Treasury yang cenderung stabil. JPMorgan melemah 0,7 persen, dan disusul oleh Wells Fargo turun 1,4 persen.

"Dengan latar belakang akhir kuartal minggu ini dan semua sentimen yang berkaitan, saham bertahan dan menghadapi kenaikan suku bunga yang cepat di seluruh kurva imbal hasil," kata Peter Boockvar, kepala investasi di Bleakley.

Harga minyak mentah mulai menunjukkan penurunan di awal pekan, setelah sempat melonjak akibat konflik geopolitik Rusia dan Ukraina. Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS turun sekitar 7 persen menjadi menetap di 105,96 dollar AS per barel. Minyak mentah berjangka Brent juga mulai turun 7 persen di posisi 112,48 dollar AS per barel.

Saham energi merespon penurunan harga minyak dunia. Chevron dan Exxon Mobil masing-masing turun sekitar 1,8 persen dan 2,8 persen.

Investor saat ini terus memantau perkembangan perang Rusia di Ukraina, dan pembicaraan damai antara kedua negara akan dilanjutkan minggu ini, di Turki dan akan dihadiri oleh delegasi dari kedua negara.

“Risiko geopolitik tetap sangat tinggi dan reli ekuitas selama dua minggu terakhir sangat mengesankan. Perekonomian AS masih dalam kondisi yang baik, tetapi membeli saham saat terjadi penurunan pasar saham tidak direkomendasikan, mengingat The Fed masih menunjukkan sikap hawkishnya," kata Edward Moya, analis pasar senior di Oanda.

Saat ini, investor masih mencermati aksi The Fed. Perusahaan-perusahaan Wall Street dari Goldman Sachs hingga Bank of America memperkirakan The Fed akan menaikan 0,5 basis poin dalam pertemuan Fed selanjutnya, setelah ketua The Fed Jerome Powell memastikan akan menekan inflasi melalui kenaikan suku bunga secara agresif.

Baca juga: 10 Saham Paling Laris Diborong Asing dalam Sepekan, Ada BBRI hingga BMRI

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber CNBC


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cara Transfer Pulsa Telkomsel, Indosat, XL, Tri, dan Smartfren

Cara Transfer Pulsa Telkomsel, Indosat, XL, Tri, dan Smartfren

Spend Smart
Syarat dan Cara Buka Rekening BRI, BNI, BSI, dan Mandiri Online

Syarat dan Cara Buka Rekening BRI, BNI, BSI, dan Mandiri Online

Whats New
Simak 3 Cara Transfer BCA ke DANA dengan Mudah dan Praktis

Simak 3 Cara Transfer BCA ke DANA dengan Mudah dan Praktis

Spend Smart
Cara Cek Nomor BPJS Ketenagakerjaan dengan Mudah, Cukup Siapkan NIK

Cara Cek Nomor BPJS Ketenagakerjaan dengan Mudah, Cukup Siapkan NIK

Whats New
Badan Pangan Nasional: Pemerataan Distribusi Kunci Menjaga Stabilitas Pangan

Badan Pangan Nasional: Pemerataan Distribusi Kunci Menjaga Stabilitas Pangan

Whats New
Stabilisasi Harga, Badan Pangan Nasional Serap Ayam Hidup Peternak Mandiri Kecil

Stabilisasi Harga, Badan Pangan Nasional Serap Ayam Hidup Peternak Mandiri Kecil

Rilis
Mendag Minta Anggaran Jumbo Rp 100 Triliun ke Jokowi, Buat Apa?

Mendag Minta Anggaran Jumbo Rp 100 Triliun ke Jokowi, Buat Apa?

Whats New
Jaga Harga Beras Stabil, Mendag: Impor Pun Saya Rela

Jaga Harga Beras Stabil, Mendag: Impor Pun Saya Rela

Whats New
Syarat Daftar BPJS Kesehatan Bayi Baru Lahir Sesuai Jenis Kepesertaan

Syarat Daftar BPJS Kesehatan Bayi Baru Lahir Sesuai Jenis Kepesertaan

Whats New
Sudah Seminggu Produk Daging Sapi dan Turunannya Dilarang Masuk ke Kupang, Kenapa?

Sudah Seminggu Produk Daging Sapi dan Turunannya Dilarang Masuk ke Kupang, Kenapa?

Whats New
100 Hari Jabat Mendag, Zulhas Klaim Bisa Selesaikan Polemik Minyak Goreng hingga Cegah Korupsi

100 Hari Jabat Mendag, Zulhas Klaim Bisa Selesaikan Polemik Minyak Goreng hingga Cegah Korupsi

Whats New
Cara Cek BI Checking atau SLIK OJK secara Online dengan Mudah

Cara Cek BI Checking atau SLIK OJK secara Online dengan Mudah

Spend Smart
Ini Cara Daftar Akun untuk Cek BLT Subsidi Gaji 2022 di kemnaker.go.id

Ini Cara Daftar Akun untuk Cek BLT Subsidi Gaji 2022 di kemnaker.go.id

Whats New
100 Hari Menjabat, Mendag Zulhas Klaim Berhasil Turunkan Harga Minyak Goreng

100 Hari Menjabat, Mendag Zulhas Klaim Berhasil Turunkan Harga Minyak Goreng

Whats New
Asal Usul Huruf 'K' sebagai Singkatan Ribuan

Asal Usul Huruf "K" sebagai Singkatan Ribuan

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.