Kompas.com - 02/04/2022, 18:51 WIB

JAKARTA, KOMPAS.comSwasembada pangan adalah istilah yang barang kali sudah tidak asing lagi. Swasembada pangan adalah kemampuan sebuah negara dalam mengadakan sendiri kebutuhan pangan bagi masyarakat.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) swasembada adalah usaha mencukupi kebutuhan sendiri. Sedangkan dalam arti luas, swasembada pangan adalah capaian peningkatan ketersediaan pangan dengan wilayah nasional.

Dikutip dari laman Gramedia.com, swasembada pangan adalah kemampuan dan pengetahuan yang lebih besar untuk melaksanakan kegiatan ekonomi tersebut, terutama di bidang pangan.

Sehingga swasembada pangan memungkinkan kita untuk menyediakan kebutuhan pangan sendiri melalui berbagai kegiatan untuk memenuhi kebutuhan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat Indonesia.

Baca juga: Semen Indonesia Bakal Tebar Dividen Rp 1,02 Triliun

Dengan adanya swasembada pangan, sumber daya alam yang ada harus mampu memenuhi seluruh kebutuhan pangan masyarakat Indonesia.

Bisa dikatakan bahwa swasembada pangan adalah ketika negara mampu untuk mengadakan sendiri kebutuhan pangan masyarakat dengan melakukan realisasi dan konsistensi kebijakan.

Berdasarkan ketetapan FAO tahun 1999, suatu negara dikatakan swasembada jika produksinya mencapai 90 persen dari kebutuhan nasional.

Seperti diketahui, pangan merupakan kebutuhan dasar manusia yang paling utama dan merupakan hak setiap orang Indonesia. Pengolahan pesanan makanan sangat penting sebagai faktor kunci dalam mewujudkan kualitas sumber daya manusia yang mendukung pembangunan nasional.

Baca juga: Indonesia Gratiskan Tarif Impor Kurma dan Minyak Zaitun Asal Palestina

Oleh karena itu, perlu dilakukan upaya pengamanan ketahanan pangan yang menjadi dasar pembangunan nasional, dan diharapkan dapat memicu upaya pembangunan di bidang lain.

Swasembada pangan adalah kemampuan dan pengetahuan yang lebih besar untuk melaksanakan kegiatan ekonomi tersebut, terutama di bidang pangan. Freepik Swasembada pangan adalah kemampuan dan pengetahuan yang lebih besar untuk melaksanakan kegiatan ekonomi tersebut, terutama di bidang pangan.

Menciptakan swasembada pangan

Upaya menciptakan swasembada pangan sendiri dilakukan dengan berbagai cara, di antaranya sebagai berikut:

  • Menetapkan undang-undang dan peraturan pemerintah untuk petani dan lahan pertanian.
  • Penyediaan infrastruktur untuk budidaya tanaman pangan, seperti, pembelian lahan untuk irigasi dan jaringan irigasi, pencetakan lahan untuk menanam tanaman pangan, khususnya padi, jagung, gandum, kedelai, dan akses jalan ekonomi ke lahan tersebut.
  • Konsultasi dan pengembangan berkelanjutan untuk peningkatan produksi benih, obat-obatan, teknologi, dan sumber daya manusia bagi petani.
  • Diversifikasi pangan agar tidak bergantung pada satu bahan pokok saja, dalam hal ini padi atau nasi. Pilihan keanekaragaman yang paling mungkin untuk Indonesia adalah sagu, gandum dan jagung (terutama Indonesia bagian timur).

Oleh karena itu, diversifikasi merupakan bagian dari program swasembada pangan yang mencakup pengembangan opsi/alternatif lain untuk stok padi/nasi (karena padi/nasi merupakan makanan pokok di Indonesia).

Baca juga: VADS Ekspansi ke Layanan Analytics dan Cloud

Salah satu caranya adalah dengan menyosialisasikan berbagai menu yang tidak memerlukan konsumsi karbohidrat seperti nasi, seperti singkong, ubi, dan kentang.

Upaya penguatan swasembada pangan

Pencapaian swasembada pangan adalah membutuhkan upaya dan energi yang sangat besar untuk meraihnya.

Bangsa ini tidak boleh hanya terjebak dalam definisi swasembada yang menyebutkan bahwa kemampuan mencapai produksi 90 persen dari kebutuhan pangan sudah disebut mencapai swasembada.

Capaian swasembada pangan adalah harus berlangsung terus secara berkesinambungan setidaknya hingga 2045.

Baca juga: G20 Dorong Peningkatan Instrumen Keuangan Berkelanjutan

Hal ini perlu dilakukan lebih keras agar momentum tersebut tidak kembali pada titik awal dan energi bangsa Indonesia tidak terkuras untuk kembali berupaya mencapai swasembada.

Terwujudnya kedaulatan pangan adalah tidak dapat berhenti hanya pada status swasembada pangan pada waktu tertentu saja.

Lebih dari itu, swasembada pangan adalah harus terus dilestarikan dan bahkan ditingkatkan agar negara ini mencapai surplus pangan dan mampu berkontribusi bagi ketahanan pangan nasional serta keamanan pangan dunia.

Demikian penjelasan singkat mengenai apa yang dimaksud dengan swasembada pangan. Bisa dikatakan bahwa swasembada pangan adalah capaian peningkatan ketersediaan pangan dengan wilayah nasional.

Baca juga: Soal Pembangunan KIT Batang, Menteri PUPR: Harus Gunakan Produk Dalam Negeri

swasembada pangan adalah capaian peningkatan ketersediaan pangan dengan wilayah nasional.PIXABAY swasembada pangan adalah capaian peningkatan ketersediaan pangan dengan wilayah nasional.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Peserta Tax Amnesty Jilid II Paling Banyak 'Sembunyikan' Hartanya di Singapura

Peserta Tax Amnesty Jilid II Paling Banyak "Sembunyikan" Hartanya di Singapura

Whats New
Pertamina Terima Kompensasi Rp 64 Triliun dari Negara

Pertamina Terima Kompensasi Rp 64 Triliun dari Negara

Whats New
Survei CPI: Perbankan Lebih Banyak Alokasikan Dana ke UMKM daripada ke Sektor Hijau

Survei CPI: Perbankan Lebih Banyak Alokasikan Dana ke UMKM daripada ke Sektor Hijau

Rilis
Diterpa Isu Bakal Tutup, SehatQ Buka Suara

Diterpa Isu Bakal Tutup, SehatQ Buka Suara

Whats New
Uji Coba Beli Pertalite Pakai MyPertamina Dimulai, Ini Solusi Bagi yang Tidak Punya HP

Uji Coba Beli Pertalite Pakai MyPertamina Dimulai, Ini Solusi Bagi yang Tidak Punya HP

Whats New
Menaker: Sebagian Hidup Menpan-RB Tjahjo Kumolo Didedikasikan untuk Negara

Menaker: Sebagian Hidup Menpan-RB Tjahjo Kumolo Didedikasikan untuk Negara

Whats New
Tolak Beli Minyak Goreng Pakai PeduliLindungi, Buruh: Itu Melanggar Hak Asasi Manusia

Tolak Beli Minyak Goreng Pakai PeduliLindungi, Buruh: Itu Melanggar Hak Asasi Manusia

Whats New
Aplikasi dan Web MyPertamina Sempat Eror, Ini Kata Pertamina

Aplikasi dan Web MyPertamina Sempat Eror, Ini Kata Pertamina

Whats New
Sri Mulyani: Tjahjo Kumolo Rekan Sejawat yang Kompak dan Dapat Diandalkan...

Sri Mulyani: Tjahjo Kumolo Rekan Sejawat yang Kompak dan Dapat Diandalkan...

Whats New
Tarif Listrik Naik per 1 Juli 2022, Ini Cara Turun Daya Listrik PLN

Tarif Listrik Naik per 1 Juli 2022, Ini Cara Turun Daya Listrik PLN

Whats New
Sosok Tjahjo Kumolo di Mata Buruh: Memotivasi dan Peduli

Sosok Tjahjo Kumolo di Mata Buruh: Memotivasi dan Peduli

Whats New
BUMN Berdikari Buka Lowongan Kerja, Cek Posisi dan Persyaratannya

BUMN Berdikari Buka Lowongan Kerja, Cek Posisi dan Persyaratannya

Work Smart
Tarif Listrik Orang Kaya Naik, Sri Mulyani Jamin Daya Beli Masyarakat dan Inflasi Terjaga

Tarif Listrik Orang Kaya Naik, Sri Mulyani Jamin Daya Beli Masyarakat dan Inflasi Terjaga

Whats New
Menpan-RB Tjahjo Kumolo Berpulang, Mentan SYL Ungkapkan Duka Mendalam

Menpan-RB Tjahjo Kumolo Berpulang, Mentan SYL Ungkapkan Duka Mendalam

Whats New
Pemerintah Kantongi Rp 61 Triliun dari 'Tax Amnesty' Jilid II

Pemerintah Kantongi Rp 61 Triliun dari "Tax Amnesty" Jilid II

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.