Kompas.com - 05/04/2022, 16:10 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Satgas Waspada Investasi (SWI) merupakan wadah koordinasi yang beranggotakan 12 kementerian dan lembaga.

Wadah ini dibentuk untuk mencegah dan menangani tindakan melawan hukum di bidang penghimpunan dana masyarakat dan pengelolaan investasi.

Hingga saat ini, selain di pusat telah terdapat 45 tim kerja SWI di daerah.

Dilansir dari akun Instagram Otoritas Jasa Keuangan (OJK) @ojkindonesia, berikut ini merupakan daftar anggota SWI dari kementerian dan lembaga:

Baca juga: Daftar 21 Investasi Ilegal yang Baru Ditutup Satgas Waspada Investasi

Anggota Satgas Waspada Investasi terdiri dari:

  1. OJK
  2. Bank Indonesia
  3. Kementerian Perdagangan
  4. Kementerian Komunikasi dan Informasi
  5. Kementerian Dalam Negeri
  6. Kementerian Koperasi dan UKM
  7. Kementerian Agama
  8. Kementerian Pendidikan
  9. Kementerian Investasi/BKPM
  10. Pusat Pelaporan dan Analisi Transaksi Keuangan
  11. Kejaksaan Republik Indonesia
  12. Kepolisian Negara Republik Indonesia.

Adapun, tugas SWI adalah melakukan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat tentang praktik investasi ilegal oleh pihak yang tidak punya izin atau menyalahgunakan izin.

Kemudian, SWI bertugas untuk memberikan rekomendasi untuk menyusun produk hukum dan kebijakan terkait pencegahan investasi ilegal.

Terakhir, SWI akan melakukan pemantauan potensi terjadinya investasi ilegal.

Pada dasarnya, seluruh anggota SWI memiliki tugas yang sama dalam melakukan tahap pencegahan atas praktik investasi ilegal, yaitu menyebarkan informasi kepada masyarakat. Namun, tindak lanjut penanganan dilakukan berdasarkan wewenang tiap-tiap anggota.

Misalnya, OJK dapat mengambil peran untuk mengatur dan mengawasi produk dan lembaga jasa keuangan, misalnya perbankan, asuransi, pembiayaan, pegadaian, peer to peer lending, dan pasar modal.

Setelah memahami tugas dari SWI, berikut ini adalah penanganan yang dapat dilakukan Satgas Waspada Investasi:

Baca juga: Satgas Waspada Investasi Setop Kegiatan 21 Entitas Ilegal pada 2022, Ada Money Game, Aset Kripto, dan Robot Trading

  • Investarisasi kasus dugaan investasi ilegal
  • Analisis kasus dugaan investasi ilegal
  • Menghentikan/menghambat maraknya kasus investasi ilegal
  • Melakukan pemeriksaan/klarifikasi bersama terhadap dugaan kegiatan investasi ilegal, sesuai tugas dan wewenang masing-masing.
  • Melakukan pemblokiran terhadap situs-situs investasi ilegal
  • Menyusun rekomendasi tindak lanjut penanganan dugaan investasi ilegal
  • Menyampaikan laporan informasi dugaan investasi ilegal kepada pihak berwenang.

Sebagai informasi, sejak tahun 2017 hingga awal 2022 SWI telah menghentikan 165 gadai ilegal, 1.093 investasi ilegal, dan 3.784 pinjaman online ilegal.

Baca juga: Owner Viral Blast Akui Tipu Member, Satgas Waspada Investasi Desak Korban Kumpulkan Bukti, Cepat Lapor Polisi

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.