Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Erick Thohir: 25 Tahun Beroperasi, Pasar Modal Syariah Telah Teruji Waktu

Kompas.com - 12/04/2022, 13:08 WIB
Rully R. Ramli,
Yoga Sukmana

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengatakan keamanan dari kegiatan investasi di pasar modal syariah telah terbukti. Ini ditandai dengan telah beroperasinya pasar modal syariah selama 25 tahun di Indonesia.

Sebagaimana diketahui, pasar modal syariah di Tanah Air telah bergerak sejak 1997, ditandai dengan penerbitan reksa dana syariah pertama pada saat itu. Seiring berjalannya waktu, pasar modal syariah dinilai telah teruji dalam pengelolaan investasi sesuai syariah Islam.

"Selama 25 tahun hingga sekarang pasar modal syariah telah teruji oleh waktu. Pengalaman dan sejarah dalam membuktikan pengelolaan investasi yang aman dan sesuai dengan prinsip syariah Islam," kata Erick dalam Peluncuran Video Edukasi dan Video Sejarah Pasar Modal Syariah, Selasa (12/4/2022).

Baca juga: Barang Hasil Pertanian Tertentu Kena PPN 1,1 Persen, Ditjen Pajak: 2013 Tarifnya 10 Persen...

Mantan bos Inter Milan itu meyakini, investasi memiliki peranan penting bagi perekonomian nasional, tidak terkecuali investasi berbasis syariah.

Oleh karenanya, Erick memastikan pemerintah terus mendukung dan memfasilitasi kegiatan investasi syariah di Indonesia. Berbagai bentuk dukungan itu mulai dari peluncuran indeks saham berbasis syariah hingga upaya literasi telah dilaksanakan.

"Ini diharapkan dapat mendukung peningkatan investasi bagi umat muslim di Indonesia, terutama seiring dengan transformasi teknologi dan digitalisasi yang juga berdampak signifikan terhadap cara-cara berinvestasi," tuturnya.

Baca juga: Harga Ayam Naik, Simak Daftar Harga Pangan di Jakarta Hari Ini

Pemahaman masyarakat masih rendah

Meskipun keberadaan pasar modal syariah dinilai menjadi penting keberadaannya, pemahaman masyarakat terhadap kegiatan investasi tersebut masih minim. Ini ditandai dengan rendahnya tingkat literasi pasar modal syariah.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK Hoesen mengatakan, berdasarkan hasil Survei Nasional Pasar Modal Syariah, tingkat literasi masyarakat terhadap pasar modal syariah baru berada di angka 15 persen. Adapun tingkat inklusi pasar modal syariah hanya mencapai 4 persen.

Baca juga: Dipanggil KPPU soal Dugaan Kartel, Produsen Besar Minyak Goreng Mangkir

"Data tersebut menunjukkan bahwa masih cukup banyak ruang atau potensi dalam upaya meningkatkan literasi dan inklusi pasar modal syariah di Indonesia," katanya.

Hoesen menilai, salah satu tantangan utama dalam meningkatkan literasi pasar modal syariah adalah terbatasnya literatur atau referensi terkait perkembangan pasar modal syariah.

Oleh karenanya pada 2019, OJK telah menyusun buku modul pasar modal syariah, sebagai media pembelajaran terstruktur mengenai pasar modal syariah. Lalu, pada 2021 OJK telah memproduksi 13 video edukasi modul pasar modal syariah.

"Video edukasi tersebut diproduksi dalam rangka membantu masyarakat agar lebih mudah memahami isi dari buku modul pasar modal syariah," ucap Hoesen.

Baca juga: Erick Thohir Sindir Pengusaha Sawit Swasta: Jangan Jadi Orang Asing

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

PIN ATM BNI Terblokir, Ini Cara Mengatasinya

PIN ATM BNI Terblokir, Ini Cara Mengatasinya

Spend Smart
Luhut Dorong Kerja Sama Transisi Energi dengan China

Luhut Dorong Kerja Sama Transisi Energi dengan China

Whats New
Serikat Pekerja Angkasa Pura II Minta Penggabungan AP I dan II Ditunda, Ini Alasannya

Serikat Pekerja Angkasa Pura II Minta Penggabungan AP I dan II Ditunda, Ini Alasannya

Whats New
Berapa Biaya Admin Bank BCA? Ini Daftarnya Sesuai Jenis Kartu

Berapa Biaya Admin Bank BCA? Ini Daftarnya Sesuai Jenis Kartu

Whats New
Apa Kendala Digitalisasi Keuangan di Pedesaan?

Apa Kendala Digitalisasi Keuangan di Pedesaan?

Whats New
Jelang Long Weekend, KCIC Perkirakan Penumpang Whoosh Melonjak 20 Persen

Jelang Long Weekend, KCIC Perkirakan Penumpang Whoosh Melonjak 20 Persen

Whats New
Pemerintah Klaim Target Produksi Minyak 1 Juta Barrel Dongkrak Investasi

Pemerintah Klaim Target Produksi Minyak 1 Juta Barrel Dongkrak Investasi

Whats New
BPK: Negara Berpotensi Kehilangan PNBP Rp 3 Triliun dari Kebijakan Bebas Visa Kunjungan

BPK: Negara Berpotensi Kehilangan PNBP Rp 3 Triliun dari Kebijakan Bebas Visa Kunjungan

Whats New
Tingkatkan Akurasi dan Percepat Proses Akuntansi hingga 83 Persen, Software ERP Jadi Kunci Pertumbuhan Bisnis pada 2024

Tingkatkan Akurasi dan Percepat Proses Akuntansi hingga 83 Persen, Software ERP Jadi Kunci Pertumbuhan Bisnis pada 2024

Whats New
Bulog Akan Akusisi Sumber Beras di Kamboja, Ombudsman Sebut Terobosan Bagus

Bulog Akan Akusisi Sumber Beras di Kamboja, Ombudsman Sebut Terobosan Bagus

Whats New
IHSG Ambles 1,42 Persen, Rupiah Anjlok ke Level Rp 16.412

IHSG Ambles 1,42 Persen, Rupiah Anjlok ke Level Rp 16.412

Whats New
Nilai Tukar Rupiah Tembus Rp 16.400 per Dollar AS di Pasar Spot

Nilai Tukar Rupiah Tembus Rp 16.400 per Dollar AS di Pasar Spot

Whats New
Jaga Inflasi, Pemerintah Sudah Kucurkan Rp 52,56 Triliun

Jaga Inflasi, Pemerintah Sudah Kucurkan Rp 52,56 Triliun

Whats New
Bakal Ada Peta Jalan Industri Dana Penisun, Apa Pentingnya buat Kita?

Bakal Ada Peta Jalan Industri Dana Penisun, Apa Pentingnya buat Kita?

Whats New
KKP: 500 Juta Benih Lobster Keluar dari RI secara Ilegal Setiap Tahun, Negara Rugi Triliunan

KKP: 500 Juta Benih Lobster Keluar dari RI secara Ilegal Setiap Tahun, Negara Rugi Triliunan

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com