Kompas.com - 09/05/2022, 09:09 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Perhelatan mudik Lebaran tahun ini berbeda dengan mudik sebelum pandemi, lantaran animo masyarakat yang tinggi setelah dua tahun tidak diperbolehkan mudik.

Hal ini terlihat dari survei Balitbang Kementerian Perhubungan yang menyatakan sebanyak 85,5 juta masyarakat yang ingin mudik Lebaran tahun ini.

Tentunya, pergerakan masyarakat yang sangat besar tersebut dalam satu waktu menjadi tantangan tersendiri bagi para pemangku kepentingan seperti Kemenhub, kepolisian, hingga operator transportasi.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengaku belum memberikan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat lantaran masifnya pergerakan masyarakat di periode mudik Lebaran ini.

Baca juga: Menhub Kembali Imbau Masyarakat Tunda Balik, Kenapa?

"Oleh karenanya kami sampaikan permohonan maaf belum bisa memenuhi harapan semua pihak. Kami akan lakukan evaluasi agar kegiatan mudik dan juga kegiatan di mana akan ada pergerakan yang masif di masa yang akan datang, dapat diantisipasi dengan lebih baik," ujar Budi dalam keterangannya, Senin (9/5/2022).

Pemerintah pun telah berupaya melakukan sejumlah survei, simulasi, diskusi secara sistematis sehingga menghasilkan rekomendasi yang dieksekusi oleh para penanggung jawab di lapangan.

"Yang paling masif adalah rekan-rekan Kepolisian di jalur darat, dan kemudian di penyeberangan, udara, kereta api dan laut," kata dia.

Kemenhub pun berkomitmen penuh untuk menjalankan amanah Presiden Joko Widodo agar pelaksanaan mudik Lebaran ini berjalan dengan aman dan sehat.

Dia berharap kegiatan mudik tahun ini menjadi awal dari kebangkitan ekonomi dan juga menjadi tanda dimulainya masa endemi.

Pasalnya, sejak pandemi Covid-19 dua tahun lalu, perekonomian Indonesia cukup terdampak.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.