Meroket 567 Persen, Laba Bersih Bio Farma Capai Rp 1,93 Triliun Sepanjang 2021

Kompas.com - 23/05/2022, 13:23 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Holding BUMN farmasi, PT Bio Farma (Persero) mengantongi laba bersih sebesar Rp 1,93 triliun di sepanjang 2021, atau tumbuh 567,89 persen dibandingkan kinerja pada tahun sebelumnya.

Capaian laba bersih tersebut juga setara 186,9 persen dari target dalam rencana kerja dan anggaran perusahaan (RKAP) tahun 2021.

"Kenaikan ini tidak lain karena dampak proses penanganan pandemi Covid-19 di grup kami, baik yang sifatnya penugasan ataupun yang langsung kami lakukan di sektor reguler," ujar Direktur Utama Bio Farma Honesti Basyir dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi VI DPR RI, Senin (23/5/2022).

Baca juga: Laba Bersih PT Timah Melesat Menjadi Rp 601 Miliar Sepanjang Kuartal I-2022

Sejalan dengan capaian laba, Bio Farma mencatatkan pendapatan sebesar Rp 43,3 triliun atau mencapai 253,7 persen dari target RKAP 2021. Capaian pendapatan tersebut juga tumbuh 20,23 persen dibandingkan tahun 2020.

Honesti mengatakan, kenaikan pendapatan perseroan utamanya didominasi dari pengadaan vaksin Covid-19 untuk pemerintah yang sebesar Rp 26,81 triliun.

"Di samping itu kami juga mendapatkan kenaikan pendapatan dari sinergi dengan semua anak usaha, mulai dari alat kesehatan, suplemen, obat-obat terapeutik seperti favipiravir dan oseltamivir, dan tentu vaksin itu sendiri," jelas dia.

Sementara dari postur EBITDA (laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortasi), tercatat sebesar Rp 4,027 triliun, mengalami kenaikan 206,3 persen dibandingkan 2020. Kinerja EBITDA ini juga mencapai 149,5 persen dari target dalam RKAP 202.

Hasil dari bisnis regular dan pengadaan produk terkait Covid-19 untuk pemerintah menjadikan posisi neraca positif. Hal ini tercermin dari realisasi total aset sebesar Rp 40,44 triliun per 31 Desember 2021.

Total aset itu naik 23,71 persen dari posisi per 31 Desember 2020. Selain itu, aset Bio Farma tersebut tercatat mencapai 136,6 persen dari target pada RKAP 2021.

Meski demikian, utang perusahaan juga tercatat naik, tercermin dari realisasi total liabilitas per 31 Desember 2021 yang 36,86 persen dari posisi 31 Desember 2020. Honesti bilang, kenaikan ini masih dalam level yang sehat untuk ukuran korporasi.

"Arus kas operasi juga mengalami positif kas sebesar Rp 6,59 triliun, naik 34.307,42 persen dari tahun 2020, dan mencapao 360,68 persen dari target dalam RKAP 2021," pungkasnya.

Baca juga: Krakatau Steel Catatkan Laba Bersih Rp 508,74 miliar per April 2022

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.