Kuasa Hukum Korban Berharap Aset KSP Indosurya Ditelusuri Lagi

Kompas.com - 23/05/2022, 21:15 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Kuasa hukum nasabah Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Indosurya Cipta meminta penyidik Bareskrim melakukan penelusuran terhadap seluruh aset KSP Indosurya.

Kuasa hukum korban dari PrastowoRMA Law Office Ruth M. Simamora mengatakan, penelusuran tersebut termasuk di dalamnya penelusuran aset bergerak dan aset tidak bergerak.

"Kami berharap, penyidik membuka informasi kepada publik secara transparan terkait tindakan penelusuran apa saja yg telah dilakukan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK)," kata dia dalam konferensi pers, Senin (23/5/2022).

Baca juga: Nasabah KSP Indosurya Cipta Diminta Segera Gunakan Hak Hukumnya

"Akan menjadi baik dan berguna kalau informasi kepada publik khususnya kepada korban, dapat disampaikan teratur dan konsisten dalam suatu rilis resmi dari pihak Bareskrim mengenai aset, lokasi aset, jumlah, dan nilainya," imbuh dia.

Pengumuman tersebut, ia bilang dapat disampaikan lewat website Polri, Instagram, atau YouTube secara konsisten. Sehingga, harapannya korban dapat mengetahui perkembangan kasus ini dengan tepat dan transparan

Ia juga meminta pihak Bareskrim untuk menelusuri dana terutama yang masuk ke rekening bank yang digunakan untuk menerima setoran dana dari korban itu mengalir.

"Kami minta agar pihak-pihak yang terlibat dengan adanya penelusuran dana ini juga dapat disidik dan segera dilakukan penyitaan," tegas dia.

Baca juga: Apa Saja Aset KSP Indosurya yang Disita Polisi? Jumlahnya Sampai Rp 2 Triliun

Ia membeberkan, berdasarkan informasi yang pihaknya peroleh hingga saat ini total aset yang disita Bareksrim totalnya Rp 2 triliun. Sementara, ia mengatakan nilai kerugiannya ada sekitar Rp 15,9 triliun.

Ia percaya, masih banyak aset yang belum ditelusuri dan dilakukan penyitaan.

Salah satu korban KSP Indosurya mengatakan, banyak anggota telah menunggu proses ini kurang lebih selama 2 tahun.

"Kami berharap ada pengembalian uang kepada nasabah, tapi kami melihat ada beberapa hal yang belum dilakukan misalnya tentang aliran dana perlu diselidiki lagi," harap dia.

Selain itu, ia berharap pengembalian dana ke nasabah dapat dilakukan lebih lancar dan nilainya signifikan.

Sebagai informasi, jumlah korban dari kasus KSP Indosurya ini ada sekitar 14.500 korban.

Baca juga: Bareskrim Terbitkan Red Notice untuk Bos KSP Indosurya, Satgas Tetap Kawal Pembayaran Homologasi

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kuasa Hukum: Tersangka DPO di Kasus KSP Indosurya Tetap Harus Ditahan Dahulu

Kuasa Hukum: Tersangka DPO di Kasus KSP Indosurya Tetap Harus Ditahan Dahulu

Whats New
Mulai Disosialisasikan, Begini Cara Beli Minyak Goreng Pakai PeduliLindungi

Mulai Disosialisasikan, Begini Cara Beli Minyak Goreng Pakai PeduliLindungi

Whats New
IHSG Melemah di Sesi I Perdagangan, Rupiah Menguat

IHSG Melemah di Sesi I Perdagangan, Rupiah Menguat

Whats New
Ini Alasan Nadiem Makarim Minta Kampus Bentuk Dana Abadi

Ini Alasan Nadiem Makarim Minta Kampus Bentuk Dana Abadi

Whats New
Saraswati Indoland Targetkan Marketing Sales Capai Rp 100 Miliar

Saraswati Indoland Targetkan Marketing Sales Capai Rp 100 Miliar

Whats New
Pertumbuhan Uang Beredar Melambat, Ini Penyebabnya

Pertumbuhan Uang Beredar Melambat, Ini Penyebabnya

Whats New
Nadiem Minta Kampus Negeri Bentuk Dana Abadi, Ada Insentif Rp 455 Miliar pada 2022

Nadiem Minta Kampus Negeri Bentuk Dana Abadi, Ada Insentif Rp 455 Miliar pada 2022

Whats New
Temui Ketua MUI, Hotman Paris Minta Maaf soal Promo Miras Holywings

Temui Ketua MUI, Hotman Paris Minta Maaf soal Promo Miras Holywings

Whats New
Honda Prospect Motor Buka Lowongan Kerja, Ini Posisi dan Persyaratannya

Honda Prospect Motor Buka Lowongan Kerja, Ini Posisi dan Persyaratannya

Work Smart
Kinerja Fintech Lending Masih Tertekan, Ini Penyebabnya

Kinerja Fintech Lending Masih Tertekan, Ini Penyebabnya

Whats New
Dua Tersangka Kasus KSP Indosurya Bebas, Perkaranya Tetap Berjalan

Dua Tersangka Kasus KSP Indosurya Bebas, Perkaranya Tetap Berjalan

Whats New
Elon Musk Ramal Resesi AS Tak Terhindarkan dan Dalam Waktu Dekat

Elon Musk Ramal Resesi AS Tak Terhindarkan dan Dalam Waktu Dekat

Whats New
Segini Biaya Admin BRI yang Memicu Nasabah Robek Buku Tabungan hingga Viral

Segini Biaya Admin BRI yang Memicu Nasabah Robek Buku Tabungan hingga Viral

Whats New
Deliveree Dapat Pendanaan Seri C Senilai 70 Juta Dollar AS untuk Perkuat Supply Chain

Deliveree Dapat Pendanaan Seri C Senilai 70 Juta Dollar AS untuk Perkuat Supply Chain

Whats New
Update Total Tarif Tol Surabaya-Probolinggo 2022 untuk Mobil Pribadi

Update Total Tarif Tol Surabaya-Probolinggo 2022 untuk Mobil Pribadi

Spend Smart
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.