BrandzView
Konten ini merupakan kerja sama Kompas.com dengan Gojek

Riset Tenggara Strategics: GoFood Jadi Layanan OFD Terbanyak Diunduh dan Digunakan di Indonesia

Kompas.com - 22/06/2022, 09:03 WIB
Yogarta Awawa Prabaning Arka,
Agung Dwi E

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Platform online food delivery (OFD) yang juga bagian dari ekosistem PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GoTo Group), GoFood, menjadi layanan pesan antar makanan yang paling banyak digunakan oleh masyarakat Indonesia.

Hal tersebut tertuang dalam hasil riset “Survei Persepsi dan Perilaku Konsumsi Online Food Delivery di Indonesia" yang dipublikasikan Tenggara Strategics pada Rabu (15/6/2022). Riset tersebut juga mengungkap bahwa saat ini, GoFood menempati posisi teratas sebagai layanan pesan antar makanan di Indonesia dengan nilai transaksi terbesar.

Adapun badan riset yang merupakan bagian dari Centre for Strategic and International Studies (CSIS) dan Universitas Prasetiya Mulya itu melakukan penelitian tersebut untuk mendalami perilaku konsumen Indonesia dalam menggunakan layanan OFD.

Pada survei tersebut, Tenggara Strategics melibatkan 1.200 konsumen OFD di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek), Bandung, Surabaya, Semarang, Surakarta, serta Medan.

Baca juga: Terus Berinovasi, GoFood Pelopori Teknologi Robot Otomatis di Layanan Pesan Antar Makanan

Riset tersebut dilakukan pada 10-14 Januari 2022 dengan menggunakan metode wawancara tatap muka oleh pewawancara terlatih. Adapun tingkat kepercayaan riset ini sebesar 95 persen dengan batas kesalahan atau margin of error (MoE) sekitar 2,8 persen.

Direktur Eksekutif Tenggara Strategics Riyadi Suparno mengatakan bahwa berdasarkan hasil riset tersebut, GoFood menjadi pemimpin layanan OFD di Indonesia dengan nilai transaksi terbesar di tengah pandemi Covid-19.

Tenggara Strategics mengestimasi nilai transaksi atau gross merchandise value (GMV) layanan OFD sebesar Rp 78,4 triliun pada 2021. Dari jumlah tersebut, nilai transaksi platform GoFood diestimasi mencapai Rp 30,65 triliun atau menguasai 39 persen dari total GMV.

“Jumlah tersebut lebih tinggi daripada penyedia layanan OFD lain, seperti Shopee Food dan GrabFood yang masing-masing diestimasi memiliki nilai transaksi sebesar Rp 26,49 triliun dan Rp 20,93 triliun,” ujar Riyadi dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Rabu (22/6/2022).

Hasil riset Tenggara Strategics juga mengungkap bahwa sebanyak 41 persen konsumen mengaku memiliki lebih dari dua aplikasi OFD. Sementara itu, 31 persen konsumen memiliki dua aplikasi OFD dan 28 persen hanya memiliki satu aplikasi OFD.

Baca juga: Cerita Eko Driver Go-Food Pengayuh Sepeda di Bekasi, Rajin Ngalong dan Langganan Bintang 5

Sekalipun sebagian besar responden mengaku memiliki lebih dari satu aplikasi OFD, papar Riyadi, GoFood menjadi aplikasi yang paling banyak diunduh, yakni 76 persen.

GoFood menjadi layanan pesan antar makanan yang paling banyak diingat (top of mind) oleh masyarakat Indonesia berdasarkan survey dari Tenggara Strategics. DOK. Tenggara Strategics. GoFood menjadi layanan pesan antar makanan yang paling banyak diingat (top of mind) oleh masyarakat Indonesia berdasarkan survey dari Tenggara Strategics.

“Hal itu beralasan, mengingat sebanyak 50 persen konsumen menjadikan GoFood sebagai layanan pesan antar yang pertama kali diingat (top of mind),” ujarnya.

Selain itu, GoFood menjadi favorit konsumen karena menawarkan kenyamanan dan keamanan dalam bertransaksi, serta pilihan menu yang beragam ketimbang platform OFD lain.

Dari hasil survei tersebut, Riyadi menilai bahwa layanan OFD menjadi salah satu pendorong pertumbuhan ekonomi digital dan penggerak perekonomian masyarakat.

Di tengah pandemi Covid-19, layanan OFD terbukti menjadi penyelamat masyarakat yang harus beraktivitas dari rumah sekaligus penyelamat usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) untuk bisa tetap berbisnis.

“Meski pandemi Covid-19 sudah mereda dan masyarakat dapat beraktivitas kembali, layanan OFD tetap diminati masyarakat karena kenyamanan dan kemudahan yang ditawarkan,” papar Riyadi.

Prospek layanan OFD

Hal senada juga diuraikan oleh Economic Research Lead Tenggara Strategics Stella Kusumawardhani. Stella menilai, layanan OFD sudah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari keseharian masyarakat.

Pasalnya, mayoritas konsumen menggunakan layanan OFD untuk mendukung produktivitas, menjelajahi tren kuliner terbaru, dan bersosialisasi. Setidaknya, lebih dari setengah konsumen yang disurvei menggunakan OFD minimal sekali setiap minggu.

Stella mengatakan, layanan OFD sudah digunakan oleh hampir seluruh lapisan masyarakat berpenghasilan tetap. Adapun mayoritas pengguna layanan ini terdiri atas generasi Z sebanyak 43 persen dan 39 persen dari generasi milenial.

Baca juga: Cara Mendaftarkan Usaha ke GoFood dan Biaya Layanannya

“Kami memperkirakan, industri OFD juga akan terus bertumbuh. Hasil survei kami menemukan bahwa 96 persen dari mayoritas konsumen berniat terus menggunakan dan meningkatkan penggunaan layanan OFD di masa mendatang,” ujar Stella.

Research Fellow Tenggara Strategics Handyanto Widjojo menjelaskan, preferensi konsumen untuk tetap menggunakan layanan OFD pada masa mendatang karena mereka telah menikmati kenyamanan dan kemudahan layanan OFD dalam memesan makanan.

“Layanan OFD telah membentuk kebiasaan sekaligus gaya hidup terkait makanan dan minuman sehingga akan menjadi pertimbangan bagi konsumen pada periode berikutnya,” ujar Handyanto.

Baca tentang

Terkini Lainnya

Bos BI Optimistis Rupiah Bakal Kembali di Bawah Rp 16.000 Per Dollar AS

Bos BI Optimistis Rupiah Bakal Kembali di Bawah Rp 16.000 Per Dollar AS

Whats New
Mendag Ungkap Penyebab Harga Bawang Merah Tembus Rp 80.000 Per Kilogram

Mendag Ungkap Penyebab Harga Bawang Merah Tembus Rp 80.000 Per Kilogram

Whats New
Hadapi Tantangan Perubahan Iklim, Kementan Gencarkan Pompanisasi hingga Percepat Tanam Padi

Hadapi Tantangan Perubahan Iklim, Kementan Gencarkan Pompanisasi hingga Percepat Tanam Padi

Whats New
Panen Ganda Kelapa Sawit dan Padi Gogo, Program PSR dan Kesatria Untungkan Petani

Panen Ganda Kelapa Sawit dan Padi Gogo, Program PSR dan Kesatria Untungkan Petani

Whats New
Alasan BI Menaikkan Suku Bunga Acuan jadi 6,25 Persen

Alasan BI Menaikkan Suku Bunga Acuan jadi 6,25 Persen

Whats New
Cara dan Syarat Gadai Sertifikat Rumah di Pegadaian

Cara dan Syarat Gadai Sertifikat Rumah di Pegadaian

Earn Smart
Cara dan Syarat Gadai HP di Pegadaian, Plus Bunga dan Biaya Adminnya

Cara dan Syarat Gadai HP di Pegadaian, Plus Bunga dan Biaya Adminnya

Earn Smart
Peringati Hari Konsumen Nasional, Mendag Ingatkan Pengusaha Jangan Curang Jika Mau Maju

Peringati Hari Konsumen Nasional, Mendag Ingatkan Pengusaha Jangan Curang Jika Mau Maju

Whats New
United Tractors Bagi Dividen Rp 8,2 Triliun, Simak Jadwalnya

United Tractors Bagi Dividen Rp 8,2 Triliun, Simak Jadwalnya

Whats New
Kunjungan ke Indonesia, Tim Bola Voli Red Sparks Eksplor Jakarta bersama Bank DKI dan JXB

Kunjungan ke Indonesia, Tim Bola Voli Red Sparks Eksplor Jakarta bersama Bank DKI dan JXB

Whats New
Suku Bunga Acuan Naik Jadi 6,25 Persen, Bos BI: Untuk Memperkuat Stabilitas Rupiah

Suku Bunga Acuan Naik Jadi 6,25 Persen, Bos BI: Untuk Memperkuat Stabilitas Rupiah

Whats New
KEJU Bakal Tebar Dividen, Ini Besarannya

KEJU Bakal Tebar Dividen, Ini Besarannya

Earn Smart
Program Gas Murah Dinilai ‘Jadi Beban’ Pemerintah di Tengah Konflik Geopolitik

Program Gas Murah Dinilai ‘Jadi Beban’ Pemerintah di Tengah Konflik Geopolitik

Whats New
Catatkan Kinerja Positif, Rukun Raharja Bukukan Laba Bersih 8 Juta Dollar AS pada Kuartal I-2024

Catatkan Kinerja Positif, Rukun Raharja Bukukan Laba Bersih 8 Juta Dollar AS pada Kuartal I-2024

Whats New
Luhut Sambangi PM Singapura, Bahas Kerja Sama Carbon Capture Storage dan Blue Food

Luhut Sambangi PM Singapura, Bahas Kerja Sama Carbon Capture Storage dan Blue Food

Whats New
komentar di artikel lainnya
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com