Satgas Waspada Investasi Temukan 10 Entitas Investasi Bodong di Juni 2022

Kompas.com - 01/08/2022, 18:35 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Satgas Waspada Investasi (SWI) menemukan 10 entitas yang melakukan penawaran investasi tanpa izin atau investasi bodong pada periode Juni 2022.

Ketua Satgas Waspada Investasi (SWI) Tongam L. Tobing menjabarkan, secara rinci entitas yang melakukan penawaran investasi tanpa izin atau investasi bodong terdiri dari 5 entitas melakukan money game, 1 entitas melakukan kegiatan forex dan robot trading tanpa izin, 3 entitas melakukan kegiatan perdagangan asset kripto tanpa izin, dan 1 entitas lain-lain.

"SWI telah memanggil dan meminta penghentian kegiatan serta pengembalian dana masyarakat yang telah dihimpun kepada beberapa entitas yang diduga telah melakukan penawaran investasi tanpa izin dari regulator," kata dia dalam keterangan resmi dikutip Senin (1/8/2022).

Baca juga: LPS: Literasi Keuangan Kurang Bagus, Banyak Rakyat Tertipu Investasi Bodong

Ia menambahkan, entitas yang dipanggil antara lain PT Enel Kekuatan Hijau yang diduga telah melakukan money game atau skema ponzi dan Advance Global Technology/AGT yang diduga melakukan penawaran investasi tanpa izin dari regulator dengan modus jasa periklanan.

"Pemberantasan terhadap investasi ilegal sangat tergantung pada peran serta masyarakat. Masyarakat diharapkan tidak terigur dengan penawaran bunga tinggi dan harus mempertimbangkan aspek legalitas dan kewajaran dari entitas dan produk yang ditawarkan," tutur dia.

Tongam menyampaikan, masyarakat dapat melakukan pengecekan legalitas dengan mengunjungi website dari otoritas yang mengawasi atau melakukan pengecekan dalam list entitas yang dihentikan oleh Satgas Waspada Investasi melalui minisite waspada investasi https://www.ojk.go.id/waspada-investasi/id/alert-portal/Pages/default.aspx.

Baca juga: Waspada, Ini Ciri-ciri Investasi Bodong yang Harus Dihindari

"Masyarakat diminta mewaspadai segala bentuk modus baru yang dilakukan oleh para pelaku untuk menjerat korban," ungkap dia.

Tongam mengimbau masyarakat, jika menemukan tawaran investasi bodong yang mencurigakan serta pinjaman online yang tidak terdaftar di OJK, masyarakat dapat mengkonsultasikan atau melaporkan kepada Layanan Konsumen OJK 157, email konsumen@ojk.go.id atau waspadainvestasi@ojk.go.id.

Selain itu, SWI juga menemukan 100 pinjaman online (pinjol) ilegal pada. Dengan begitu, sejak tahun 2018 sampai 2022, jumlah pinjaman online (pinjol) ilegal yang telah ditutup SWI menjadi sebanyak 4.089 entitas pinjol ilegal.

Tongam menuturkan, patroli siber dan pemblokiran harian bersama-sama dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika RI terus dilakukan untuk mempersempit ruang gerak dari pelaku pinjaman online ilegal.

"Meskipun telah ribuan ditutup, praktik pinjaman online (pinjol) ilegal di masyarakat tetap marak," kata dia dalam keterangan resmi dikutip, Senin (1/8/2022).

Ia menambahkan, Satgas Waspada Investasi (SWI) mendorong penegakan hukum kepada para pelaku pinjaman online ilegal.

"Dengan terus menerus melakukan pemblokiran situs dan aplikasi agar tidak diakses oleh masyarakat," tandas dia.

Baca juga: Belajar dari Kasus Investasi Bodong, Ini yang Perlu Diperhatikan Jika Ingin Investasi Aset Kripto

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.