Turun 9,55 Persen, Laba Bersih Lippo Cikarang Rp 222,5 Miliar di Semester I-2022

Kompas.com - 10/08/2022, 16:15 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Lippo Cikarang Tbk (LPCK) mencatatkan penurunan laba bersih secara tahunan pada periode semester I-2022. Penurunan terjadi meskipun pendapatan dan laba bruto Lippo Cikarang tumbuh cukup tinggi.

Mengacu kepada laporan keuangan perseroan, laba bersih Lippo Cikarang sebesar Rp 222,5 miliar pada paruh pertama 2022. Laba bersih Lippo Cikarang ini turun 9,55 persen dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 246,05 miliar.

Penurunan laba bersih Lippo Cikarang itu utamanya disebabkan oleh pos penghasilan lainnya yang turun signifikan, dari Rp 177,61 miliar pada semester I-2021, menjadi Rp 15,04 miliar pada penghujung Juni 2022.

Baca juga: Melonjak 279,5 Persen, Laba Bersih MAPI Tembus Rp 1 Triliun pada Semester I-2022

Adapun total pendapatan Lippo Cikarang sebenarnya meningkat 16,9 persen secara tahunan (year on year/yoy), dari Rp 655 miliar pada semester I-2021, menjadi Rp 765 miliar pada semester pertama tahun ini.

Peningkatan tersebut utamanya berasal dari pendapatan hunian rumah tapak sebesar Rp 394 miliar, meningkat dua kali lipat dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp189 miliar. LPCK juga membukukan peningkatan hasil pra penjualan sebesar Rp 641 miliar pada semester I-2022.

Sementara itu, pendapatan dari hunian rumah tapak dan apartemen mencapai Rp 466 miliar yang berkontribusi 60,9 persen dari total pendapatan perseroan. Sedangkan pendapatan dari penjualan kawasan industri mencapai Rp 83 miliar, berkontribusi 10,9 persen dari total pendapatan.

Baca juga: Semester I-2022, Laba Bersih UOB Group Naik Tipis

"Kami memiliki kemajuan yang baik dalam hal kinerja keuangan dan pencapaian Pra Penjualan di paruh pertama tahun 2022. Kami berharap di paruh kedua kami dapat terus membangun momentum ini untuk mencapai target 2022 kami," kata CEO Lippo Cikarang, Rudi Halim, dalam keterangannya, Rabu (10/8/2022).

Seiring dengan peningkatan pendapatan itu, laba kotor Lippo Cikarang untuk periode tersebut meningkat 29,8 persen menjadi Rp 383 miliar, dari Rp 295 miliar. Laba kotor dari hunian rumah tapak dan apartemen meningkat 37,7 persen menjadi Rp 221 miliar karena peningkatan penjualan segmen tersebut.

Selanjutnya marjin laba kotor telah meningkat dari 45 persen pada semester I-2021, menjadi 50 persen pada semester pertama tahun ini. Rudi menyebutkan, hal itu seiring dengan perubahan portofolio produk yang lebih menguntungkan, melihat kontribusi yang lebih tinggi dari penjualan hunian rumah tapak.

Lalu, EBITDA Lippo Cikarang pada semester I-2022 sebesar Rp 266 miliar meningkat 52 persen secara yoy dari Rp 175 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Peningkatan EBITDA pada periode ini sejalan dengan peningkatan pendapatan dan laba kotor serta penurunan beban operasional sebesar 5,1 persen secara yoy menjadi Rp 129 miliar.

Baca juga: Penjualan Sawit Moncer, PTPN Group Raup Laba Rp 3,86 Triliun

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.