KILAS

Targetkan Swasembada Pangan, Kementan Bersama Satgassus Pencegahan Korupsi Polri Kawal Distribusi Pupuk Bersubsidi

Kompas.com - 19/08/2022, 20:05 WIB

KOMPAS.com – Kerahkan tenaga untuk memastikan pupuk subsidi tepat sasaran, Kementerian Pertanian (Kementan) menggandeng Satuan Tugas Khusus (Satgassus) Pencegahan Korupsi Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) untuk memastikan pendistribusian pupuk bersubdisi dapat berjalan lancar.

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengatakan, sektor pertanian harus mendapatkan perhatian khusus. Hal itu dikarenakan pertanian merupakan penyumbang Produk Domestik Bruto (PDB) yang positif di masa pandemi, sehingga perekonomian Indonesia berada dalam kondisi yang cukup baik.

“Baru-baru ini Presiden Joko Widodo (Jokowi) menerima penghargaan dari International Rice Research Institute (IRRI) atas pencapaian swasembada pangan. Tentu saja salah satunya adalah mengenai pupuk bersubsidi yang berperan dalam meningkatkan produksi hingga mendapat pencapaian tersebut.

“Maka dari itu, Kementan menggandeng tim Satgassus Pencegahan Korupsi Polri untuk mengatur dan menjaga agar pendistribusian pupuk bersubsidi ini tidak bermasalah. Sehingga oknum-oknum di lapangan agar tidak memainkan pupuk subsidi yang sudah menjadi jatah petani,” ungkap Mentan SYL dalam keterangan persnya, Jumat (19/8/2022).

Baca juga: Ketersediaan Pupuk Subsidi Menipis, Mentan SYL Ajak Petani Tingkatkan Penggunaan Pupuk Organik

Hal itu disampaikan langsung oleh Mentan SYL di Ruang Kerja Kementan saat menyambut kedatangan tim Satgassus Pencegahan Korupsi Polri untuk membahas mengenai pupuk bersubsidi, di Jakarta, Jumat.

Menurut Mentan SYL, pupuk bersubsidi memiliki salah satu peran penting terhadap pencapaian tersebut. Kendati demikian, ia mengatakan, Kementan hanya memiliki peran yang kecil dalam hal pengelolaan pupuk bersubsidi.

“Kementan hanya memiliki peran kecil dalam memajukan sektor pertanian ini. Karena untuk hal anggaran, sepenuhnya berada di tangan Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Sedangkan untuk bagian pengadaan, penyaluran, dan pengawasan sepenuhnya berada di tangan Kementerian Perdagangan (Kemendag),” jelas Mentan SYL.

Lebih lanjut, Mentan SYL akan tetap memastikan Kementan tetap bekerja maksimal dalam mengelola tanggung jawab terhadap permasalahan pupuk bersubsidi ini.

Baca juga: Mentan SYL: Jangan Ada Main-main dalam Mengelola Pupuk Subsidi

“Berbagai upaya telah dilakukan, seperti mempercepat pendataan. Kemudian juga penyaluran dengan sistem aplikasi juga sudah dilakukan. Termasuk melakukan perubahan kebijakan melalui Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) Nomor 10 Tahun 2022,” katanya.

Sementara itu, Direktur Jenderal (Dirjen) Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan Ali Jamil mengatakan, kemampuan pemerintah dalam memenuhi kebutuhan pupuk bersubsidi hanya berada di 30 hingga 40 persen saja.

“Oleh karena itu, kami meminta bantuan dari tim Satgassus Pencegahan Korupsi Polri untuk mengawal secara intensif penyaluran pupuk bersubsidi ini agar tidak ada penyimpangan yang terjadi lagi. Sekaligus sebagai upaya pencegahan dan mitigasi segala risiko, sehingga bisa menyiapkan aktivitas pengendaliannya,” ujar Ali.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Resmikan 5 Unit Kapal Negara Patroli, Kemenhub: Keberadaan Kapal Ini Penting Jaga Laut dan Pantai

Resmikan 5 Unit Kapal Negara Patroli, Kemenhub: Keberadaan Kapal Ini Penting Jaga Laut dan Pantai

Rilis
Kata Sri Mulyani, Inggris Krisis akibat Kebijakan Ekonomi Mereka Sendiri

Kata Sri Mulyani, Inggris Krisis akibat Kebijakan Ekonomi Mereka Sendiri

Whats New
Link dan Cara Skrining Kesehatan BPJS Kesehatan secara Online

Link dan Cara Skrining Kesehatan BPJS Kesehatan secara Online

Whats New
Saat Kenaikan Suku Bunga AS Berdampak pada Banyak Negara...

Saat Kenaikan Suku Bunga AS Berdampak pada Banyak Negara...

Whats New
Ada Gelombang PHK, Klaim JHT Meningkat Sebanyak 2,2 Juta Pekerja

Ada Gelombang PHK, Klaim JHT Meningkat Sebanyak 2,2 Juta Pekerja

Whats New
Lowongan Kerja RANS Entertainment, Ini Syarat dan Posisi yang Dibutuhkan

Lowongan Kerja RANS Entertainment, Ini Syarat dan Posisi yang Dibutuhkan

Spend Smart
Jokowi Mau Suntik Proyek Kereta Cepat Pakai APBN Rp 3,2 Triliun

Jokowi Mau Suntik Proyek Kereta Cepat Pakai APBN Rp 3,2 Triliun

Whats New
Dulu Jokowi Berkali-kali Janji Kereta Cepat Haram Gunakan APBN

Dulu Jokowi Berkali-kali Janji Kereta Cepat Haram Gunakan APBN

Whats New
Meski Suku Bunga Acuan Naik, Kredit Diprediksi Tumbuh Kuat 11 Persen

Meski Suku Bunga Acuan Naik, Kredit Diprediksi Tumbuh Kuat 11 Persen

Whats New
Ingin Beli Mobil Operasional Perusahaan? Simak Kelebihan dan Kekurangannya Berikut

Ingin Beli Mobil Operasional Perusahaan? Simak Kelebihan dan Kekurangannya Berikut

BrandzView
BPH Migas dan Pemprov Sulut Gelar Sosialisasi Aturan Pembelian BBM agar Distribusi Solar Berubsidi Tepat Sasaran

BPH Migas dan Pemprov Sulut Gelar Sosialisasi Aturan Pembelian BBM agar Distribusi Solar Berubsidi Tepat Sasaran

Rilis
BPOM: Mie Sedaap yang Ditarik di Hong Kong Beda dengan di RI

BPOM: Mie Sedaap yang Ditarik di Hong Kong Beda dengan di RI

Whats New
RANS Entertainment Buka Lowongan Kerja, Simak Posisi yang Dibutuhkan

RANS Entertainment Buka Lowongan Kerja, Simak Posisi yang Dibutuhkan

Work Smart
Terkoreksi 0,5 Persen, IHSG Sesi I Ditutup pada Level 7.001,25

Terkoreksi 0,5 Persen, IHSG Sesi I Ditutup pada Level 7.001,25

Whats New
Duduk Perkara Penarikan Produk Mie Sedaap Rasa Ayam Pedas Korean Spicy Chicken di Hong Kong

Duduk Perkara Penarikan Produk Mie Sedaap Rasa Ayam Pedas Korean Spicy Chicken di Hong Kong

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.