Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Menteri PUPR Tegaskan Belum Ada Kenaikan Tarif Tol hingga Akhir Tahun

Kompas.com - 11/10/2022, 14:40 WIB
Kiki Safitri,
Aprillia Ika

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengungkapkan hingga saat ini berlum ada keputusan resmi untuk melakukan kenaikan tarif tol.

“Belum ada (kenaikan tarif tol),” kata Basuki saat ditemui di Kementerian perdagangan, Selasa (11/10/2022).

Basuki mengatakan hingga saat ini dirinya belum menerima ada pembicaraan lebih lanjut terkait tarif tol tersebut. Dia juga enggan memastikan hingga akhir tahun, apakah tarif tol akan tetap, atau mengalami kenaikan.

“Insya Allah (tidak naik hingga akhir tahun), tapi ya belum tau nanti November atau Desember (tahun ini), tapi sampai saat ini tidak ada, belum ada kenaikan,” lanjutnya.

Baca juga: Penilaian Jalan Tol Pekanbaru-Dumai, Menteri PUPR Tekankan Aspek Keselamatan dan Hemat Energi

Sebelumnya, Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian PUPR Danang Parikesit mengatakan, pihaknya akan mengumumkan kenaikan tarif tol usai amendemen dari perjanjian pengusahaan jalan tol (PPJT) ditandatangani.

Danang menyebut, setelah amendemen PPJT ditandatangani, nilai investasi jalan tol akan muncul sehingga tarif baru akan menyesuaikan. Danang mengungkapkan, saat ini, ada 69 ruas jalan tol yang beroperasi.

Baca juga: Tarif Tol Bakal Disesuaikan, Kementerian PUPR: Pertimbangan Kemampuan Masyarakat

Adapun kenaikan tarif tol biasanya dilakukan setiap dua tahun sekali.

"Ini menunggu tanda tangan amendemen. Beberapa kan penyesuaian tarif itu menunggu amandeman PPJT, yang insya Allah akan kita lakukan pada hari jumat ini. Amendemen PPJT dulu setelah itu baru ada penyesuaian tarif kan PPJT kan ada nilai investasi baru nanti kan berapa tarifnya ada," kata Danang saat ditemui di Gedung Kementerian PUPR, Jakarta, Rabu (6/10/2022).

Baca juga: Penjelasan PUPR dan Pengelola soal Tarif Tol BSD Tidak Digratiskan meski Banjir

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Terkini Lainnya

Kartu ATM Mandiri Terblokir Karena Saldo Habis?

Kartu ATM Mandiri Terblokir Karena Saldo Habis?

Spend Smart
Cara Transfer BCA ke DANA via BCA Mobile dan ATM

Cara Transfer BCA ke DANA via BCA Mobile dan ATM

Work Smart
OJK Luncurkan Aplikasi Perizinan ITSK, Pelaku Usaha Kripto: Membantu Melindungi Kepentingan Konsumen

OJK Luncurkan Aplikasi Perizinan ITSK, Pelaku Usaha Kripto: Membantu Melindungi Kepentingan Konsumen

Whats New
Syarat Mengurus ATM Terblokir dan Tahapan Lengkapnya

Syarat Mengurus ATM Terblokir dan Tahapan Lengkapnya

Spend Smart
Jika Kartu ATM Terblokir Apakah Masih Bisa Menerima Transfer?

Jika Kartu ATM Terblokir Apakah Masih Bisa Menerima Transfer?

Spend Smart
Cara Transfer BRI ke DANA via BRImo

Cara Transfer BRI ke DANA via BRImo

Work Smart
Beda Pertumbuhan Premi Asuransi Jiwa dan Umum di Indonesia Menurut Allianz

Beda Pertumbuhan Premi Asuransi Jiwa dan Umum di Indonesia Menurut Allianz

Whats New
3 Cara Transfer Pulsa Telkomsel

3 Cara Transfer Pulsa Telkomsel

Whats New
Beda Suara 2 Menteri Jokowi soal Penyaluran Bansos Tidak Tepat Sasaran

Beda Suara 2 Menteri Jokowi soal Penyaluran Bansos Tidak Tepat Sasaran

Whats New
Upaya merger UUS BTN dan Bank Muamalat Belum Ada Titik Terang, DPR Apresiasi Upaya Kehati-hatian

Upaya merger UUS BTN dan Bank Muamalat Belum Ada Titik Terang, DPR Apresiasi Upaya Kehati-hatian

Whats New
Dampak Relaksasi Impor, Industri Tekstil RI Diprediksi Terus Alami Penurunan Daya Saing

Dampak Relaksasi Impor, Industri Tekstil RI Diprediksi Terus Alami Penurunan Daya Saing

Whats New
Pelemahan Rupiah Bikin Maskapai Babak Belur

Pelemahan Rupiah Bikin Maskapai Babak Belur

Whats New
BUMN Pelni Buka Lowongan Kerja untuk Lulusan S1, Simak Persyaratannya

BUMN Pelni Buka Lowongan Kerja untuk Lulusan S1, Simak Persyaratannya

Work Smart
Ajang BTN Jakarta International Marathon (JAKIM) 2024 Diikuti 15.000 Peserta, Dorong 'Sports Tourism' Jakarta

Ajang BTN Jakarta International Marathon (JAKIM) 2024 Diikuti 15.000 Peserta, Dorong "Sports Tourism" Jakarta

Whats New
Program 'River Clean Up' Bersihkan 139 Kg Sampah dari Sekitar Sungai Ciliwung

Program "River Clean Up" Bersihkan 139 Kg Sampah dari Sekitar Sungai Ciliwung

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com