Kompas.com - 21/11/2022, 11:06 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Bank Central Asia Tbk atau BCA telah menaikkan suku bunga deposito guna menyesuaikan kenaikan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) yang terjadi sejak Agustus lalu.

EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA Hera F. Haryn mengatakan, pihaknya telah menaikkan suku bunga deposito secara bertahap sejak kuartal III-2022.

"Sejak kuartal III-2022, BCA telah menaikkan bunga deposito, baik rupiah maupun valas secara berkala," ujarnya saat dihubungi Kompas.com, dikutip Senin (21/11/2022).

Baca juga: BI Naikkan Suku Bunga Acuan Lagi, Bagaimana Bunga KPR Saat Ini?

Pada 30 September lalu, bunga deposito rupiah BCA masih di level 1,90 persen untuk tenor 1 sampai 12 bulan. Sedangkan bunga deposito dollar AS sebesar 0,25 persen untuk tenpr 1-12 bulan.

Sementara saat ini bunga deposito rupiah BCA berkisar 2-2,10 persen dan deposito dollar AS berkisar 0,75-1,75 persen.

Berikut rincian bunga deposito rupiah BCA yang berlaku efektif sejak 14 November 2022:

  • Bunga deposito rupiah kurang dari Rp 2 miliar tenor 1-12 bulan sebesar 2 persen.
  • Bunga deposito rupiah lebih dari Rp 2-5 miliar tenor 1-12 bulan sebesar 2 persen.
  • Bunga deposito rupiah Rp 5-10 miliar tenor 1-12 bulan sebesar 2 persen.
  • Bunga deposito rupiah Rp 10-25 miliar tenor 1-12 bulan sebesar 2 persen.
  • Bunga deposito rupiah Rp 25-100 miliar tenor 1-12 bulan sebesar 2 persen.
  • Bunga deposito rupiah Rp 100 miliar tenor 1-12 bulan sebesar 2,10 persen.

Baca juga: Tidak Seperti China, Kenaikan Bunga KPR Dapat Ancam Sektor Properti RI


Sementara itu, rincian bunga deposito valas BCA yang berlaku efektif sejak 1 November 2022 sebagai berikut:

  • Bunga deposito valas dollar AS kurang dari 150.000 dollar AS tenor 1-12 bulan sebesar 0,75 persen.
  • Bunga deposito valas dollar AS 150.000 sampai 1 juta dollar AS tenor 1 bulan sebesar 1 persen dan tenor 3-12 bulan 1,25 persen.
  • Bunga deposito valas dollar AS 1 juta sampai 10 juta tenor 1 bulan sebesar 1 persen dan tenor 3-12 bulan 1,5 persen.
  • Bunga deposito valas dollar AS lebih dari 10 juta dollar AS tenor 1 bulan sebesar 1 persen dan 3-12 bulan 1,75 persen.

Seperti diketahui, kenaikan BI7DRR atau suku bunga acuan BI akan mempengaruhi kenaikan bunga deposito perbankan. Adapun BI7DRR telah naik empat kali sepanjang 2022 dengan total kenaikan 125 basis poin (bps) menjadi 5,25 persen.

Baca juga: Ekonomi RI Masih Baik, BI: Kenaikan Suku Bunga Acuan Tak Harus Seagresif Negara Lain

Berdasarkan catatan BI, bunga deposito perbankan tenor 1 bulan telah mengalami kenaikan 3,40 persen pada Oktober 2022 dari sebelumnya 2,89 persen pada Juli 2022.

Kendati demikian, Hera mengungkapkan, BCA masih belum menyesuaikan kenaikan suku bunga acuan BI ke besaran bunga kredit perseroan.

"Hingga saat ini, kami belum menaikkan suku bunga kredit," tukasnya.

Dengan demikian, besaran bunga kredit BCA masih mengacu pada suku bunga dasar kredit (SBDK) BCA yang berlaku hingga saat ini, yakni kredit korporasi sebesar 7,95 persen, kredit retail 8,20 persen, kredit konsumsi KPr 7,20 persen, dan kredit konsumsi non-KPR 5,96 persen.

Baca juga: Soal Tarif Transaksi Rp 150.000, BCA: Itu Aksi Penipuan!

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan Video Lainnya >

Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Rekrutmen Tenaga Kesehatan Haji 2023 Dibuka, Simak Formasi, Syarat, dan Cara Daftarnya

Rekrutmen Tenaga Kesehatan Haji 2023 Dibuka, Simak Formasi, Syarat, dan Cara Daftarnya

Work Smart
Bukan Percetakan atau Baliho, Ini Sektor yang Bakal Cuan di Tahun Politik 2024

Bukan Percetakan atau Baliho, Ini Sektor yang Bakal Cuan di Tahun Politik 2024

Whats New
Daftar Lowongan Kerja Bulan November 2022, dari KPU hingga Adaro

Daftar Lowongan Kerja Bulan November 2022, dari KPU hingga Adaro

Work Smart
Proyek Infrastuktur RI Diminta Tanpa Impor, Industri Dalam Negeri Siap?

Proyek Infrastuktur RI Diminta Tanpa Impor, Industri Dalam Negeri Siap?

Whats New
Harita Group Salurkan 2 Tahap Bantuan untuk Korban Gempa Cianjur

Harita Group Salurkan 2 Tahap Bantuan untuk Korban Gempa Cianjur

Whats New
Sederet Manfaat Nikel dalam Kehidupan Sehari-hari

Sederet Manfaat Nikel dalam Kehidupan Sehari-hari

Whats New
Tingkatkan Produksi Beras Nasional, Mentan SYL Kawal Gerakan Tanam di Kawasan Food Estate Kapuas

Tingkatkan Produksi Beras Nasional, Mentan SYL Kawal Gerakan Tanam di Kawasan Food Estate Kapuas

Rilis
6 Cara Cek Tagihan IndiHome secara Online dengan Mudah

6 Cara Cek Tagihan IndiHome secara Online dengan Mudah

Spend Smart
Pemulihan Pasca-gempa Cianjur, Ini Tips Menjaga Kesehatan untuk Penyintas Gempa

Pemulihan Pasca-gempa Cianjur, Ini Tips Menjaga Kesehatan untuk Penyintas Gempa

Whats New
5 Cara Cek Pajak Kendaraan di Jawa Timur lewat HP, Mudah dan Praktis

5 Cara Cek Pajak Kendaraan di Jawa Timur lewat HP, Mudah dan Praktis

Spend Smart
Sempat Sindir Orang Kaya Pakai BPJS, Ini Klarifikasi Lengkap Menkes

Sempat Sindir Orang Kaya Pakai BPJS, Ini Klarifikasi Lengkap Menkes

Whats New
BI 4 Kali Naikkan Suku Bunga, Ekonom Prediksi Kredit Tumbuh Lambat dan NPL Naik

BI 4 Kali Naikkan Suku Bunga, Ekonom Prediksi Kredit Tumbuh Lambat dan NPL Naik

Whats New
Pantang Mundur Jokowi di Kereta Cepat, meski Harus Tambah Utang ke China

Pantang Mundur Jokowi di Kereta Cepat, meski Harus Tambah Utang ke China

Whats New
Sri Mulyani Heran, Ada Badai PHK, Padahal Setoran Pajak Naik

Sri Mulyani Heran, Ada Badai PHK, Padahal Setoran Pajak Naik

Whats New
Ekonom Prediksi Badai PHK akan Meningkat Meski Terbatas

Ekonom Prediksi Badai PHK akan Meningkat Meski Terbatas

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.