Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 05/12/2022, 16:10 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Pupuk Kalimantan Timur atau Pupuk Kaltim berencana untuk melakukan penawaran umum perdana atau initial public offering (IPO). Aksi korporasi ini disiapkan guna mengembangkan bisnis terkait produksi komoditas urea dan amoniak.

Anak usaha PT Pupuk Indonesia (Persero) itu berencana membangun pabrik amoniak, urea, dan methanol di Papua Barat. Untuk merealisasikan pembangunan tersebut, Pupuk Kaltim berencana melepas sebagian saham ke masyarakat melalui IPO.

Aksi korporasi itu dibenarkan oleh Wakil Menteri BUMN Pahala N. Mansury. Dengan kinerja keuangan yang terus membaik, Pupuk Kaltim dinilai memiliki fundamental yang baik untuk IPO.

Baca juga: Siap Jadi Pemain Global, Pupuk Kaltim Dukung Ekspansi Pupuk Indonesia ke Timur Tengah

"Laba PKT cukup besar, sehingga propektif untuk segera melakukan IPO," ujarnya di acara pameran lukisan yang digelar oleh Pupuk Kaltim, di Gedung Sarinah, Jakarta Pusat, dikutip Senin (5/12/2022).

Pupuk Kaltim menjadi salah satu anak usaha BUMN yang bersiap untuk IPO. Kementerian BUMN masih bersiap dan menentukan waktu pelaksanaan IPO Pupuk Kaltim dan anak BUMN lain.

Adapun IPO Pupuk Kaltim dikabarkan akan dilakukan sebelum pertengahan tahun 2023. Langkah itu dilakukan agar aksi korporasi berjalan optimal, terutama untuk mendukung rencana pembangunan pabrik baru di Papua.

Baca juga: Jamin Ketersediaan Pupuk untuk Petani, Pupuk Kaltim Tingkatkan Kapasitas dan Infrastruktur

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama Pupuk Kaltim Rahmad Pribadi menilai, kinerja perusahaan selama periode Januari-Oktober 2022 cukup baik. Produksi pupuk urea mencapai 92 persen dari target tahun ini sebanyak 3,42 juta ton. Sementara NPK mencapai 102 persen dari target 250.000 ton dan amonia sebesar 101 persen dari target 2,79 juta ton.

"Kami bersyukur bahwa per Oktober 2022 Pupuk Kaltim sudah memastikan bahwa produksi dan distribusi pupuk aman untuk periode musim tanam pertama 2023 (Maret-April 2023)," katanya.

"Per tanggal 26 November 2022, sebanyak 108.917 ton stok pupuk urea bersubsidi dan 6.725 ton NPK formula khusus, serta 158.702 ton pupuk urea non subsidi dan 38.073 NPK non subsidi telah tersedia di gudang-gudang Pupuk Kaltim,” tambah dia.

Rahmad juga mengungkapkan bahwa dirinya telah mendapatkan pesan dari Presiden Joko Widodo tentang pentingnya posisi Indonesia bagi penguatan ketahanan pangan dunia. Untuk mencapai hal itu, salah satunya adalah memperkuat produksi pupuk nasional dengan harga yang kompetitif.

"Karena itu Pupuk Kaltim berencana meningkatkan kapasitas produksinya dan mendorong efisiensi agar harga produksi kita bisa kompetitif," ucapnya.

Baca juga: Krisis Pupuk Tahun Ini Berkaitan dengan Krisis Pangan 2023, Ini Antisipasi Pupuk Kaltim

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya


Rekomendasi untuk anda
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ajak JCI Investasi di RI, Erick Thohir: Kita Membutuhkan Satu Sama Lain

Ajak JCI Investasi di RI, Erick Thohir: Kita Membutuhkan Satu Sama Lain

Whats New
Pengamar: Konversi Kewajiban Pemegang Polis Kresna Life Tak Beri Jaminan Pembayaran

Pengamar: Konversi Kewajiban Pemegang Polis Kresna Life Tak Beri Jaminan Pembayaran

Whats New
Lowongan Kerja BPJS Ketenagakerjaan 2023, Simak Posisi dan Syaratnya

Lowongan Kerja BPJS Ketenagakerjaan 2023, Simak Posisi dan Syaratnya

Work Smart
Kresna Life Tawarkan Skema Pembayaran, Pengamat: Tidak Ada Kisah Sukses dari Program Konversi

Kresna Life Tawarkan Skema Pembayaran, Pengamat: Tidak Ada Kisah Sukses dari Program Konversi

Whats New
Apa Itu WTO: Pengertian, Sejarah, Tujuan, dan Fungsinya

Apa Itu WTO: Pengertian, Sejarah, Tujuan, dan Fungsinya

Whats New
Kunjungi Labuan Bajo, Erick Thohir Bakal Sulap Hotel Meruorah Jadi 'Venue' KTT ASEAN

Kunjungi Labuan Bajo, Erick Thohir Bakal Sulap Hotel Meruorah Jadi "Venue" KTT ASEAN

Whats New
Raffi Ahmad Ungkap RANS Entertainment Bersiap Melantai di Bursa Efek

Raffi Ahmad Ungkap RANS Entertainment Bersiap Melantai di Bursa Efek

Whats New
Genjot Kartu Kredit, Bank Mandiri Tebar Promo di Japan Travel Fair 2023

Genjot Kartu Kredit, Bank Mandiri Tebar Promo di Japan Travel Fair 2023

Spend Smart
Luhut Mengaku Dapat Keluhan dari Rusia dan Arab Saudi soal Rumitnya Negosiasi dengan Pertamina

Luhut Mengaku Dapat Keluhan dari Rusia dan Arab Saudi soal Rumitnya Negosiasi dengan Pertamina

Whats New
Gaji UMR Sumedang dan Daerah Lain di Seluruh Jabar

Gaji UMR Sumedang dan Daerah Lain di Seluruh Jabar

Work Smart
Cara Buka Blokir ATM BCA Online, Bisa lewat HP Tanpa ke Bank

Cara Buka Blokir ATM BCA Online, Bisa lewat HP Tanpa ke Bank

Whats New
Penguatan IHSG Berlanjut hingga Sesi I Perdagangan, 3 Saham Ini Jadi Top Gainers LQ45

Penguatan IHSG Berlanjut hingga Sesi I Perdagangan, 3 Saham Ini Jadi Top Gainers LQ45

Whats New
BCA Targetkan Bank Digitalnya Mulai Untung pada 2023

BCA Targetkan Bank Digitalnya Mulai Untung pada 2023

Whats New
Hadapi Krisis Pangan Global, Mentan SYL Minta Penggunaan Alsintan Diperluas

Hadapi Krisis Pangan Global, Mentan SYL Minta Penggunaan Alsintan Diperluas

Whats New
Ramai Video Kecelakaan Kereta dengan Truk Pengangkut Mobil, Ini Kata KAI

Ramai Video Kecelakaan Kereta dengan Truk Pengangkut Mobil, Ini Kata KAI

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+